7 Tugas Manajer yang Harus Dilakukan agar Tim Sukses

Tugas manajer yang utama adalah memimpin sebuah organisasi atau perusahaan yang ia pimpin. Memastikan semua proses bisnis berjalan dengan baik dan sesuai dengan bisnis plan. Tapi gimana bila kamu baru menjabat sebagai manajer di sebuah perusahaan baru?

Meskipun secara garis besar tugasnya memimpin organisasi, tapi kamu pasti juga bingung apa yang meski dilakukan di awal-awal masuk. Seakan-akan momen pertamamu masuk sebagai manajer paling menegangkan dalam karier profesional. Padahal seharusnya, menjabat profesi baru apalagi manajer bisa dirayakan dengan euforia.

Nah, biasanya momen kebingungan ini bisa berlangsung selama satu bulan. Sebagai langkah adaptasi menjabat jabatan baru di tempat baru.

Bila kamu salah satunya, daripada bingung tugas manajer apa yang harus kamu lakukan, berikut ini kita kasih tips hal-hal yang bisa kamu lakukan.

Baca juga: Lika Liku Manajer Artis, Sosok di Balik Kesuksesan Seleb

1. Berpakaian formal seperti seorang pemimpin

seorang karyawan memakai jas lengkap dengan dasi

Pertama, kamu mesti menyadari bahwa kini kamu seorang manajer dan memimpin banyak anak buah. Untuk itu, kamu harus berpakaian formal buat menunjukkan kepemimpinanmu.

Tapi masing-masing perusahaan tentu memiliki gaya berpakaian yang berbeda-beda. Kamu bisa melakukan observasi terlebih dahulu, lihat gaya berpakaian manajer divisi lainnya.

Karena berdasarkan riset yang dikutip dari Linkedin, berpakaian layaknya seorang pemimpin bisa mengeksplor kemampuan kepemimpinanmu.

Baca juga: Meski Digaji Tinggi, Ini Suka Duka Bekerja Sebagai Manajer Artis

2. Tugas manajer di bulan pertama yang bisa kamu lakukan adalah bangun hubungan profesional dengan bawahan

seorang pria tengah menyalami calon karyawan

Sebagai manajer, kamu bakalan punya banyak bawahan. Nah, di awal-awal masa kerjamu, jangan hanya berdiam diri aja. Tapi, coba bangun hubungan profesional dengan mereka. Ingat hubungan profesional.

Kenali mereka baik dalam hal pekerjaan atau kehidupan pribadi. Tujuannya buat mengetahui kelebihan hingga kelemahan mereka, begitu pula sebaliknya, diharapkan tim kerja mu bisa menilai kamu sebagai pemimpin yang ramah.

Keakraban dapat meningkatkan hubungan timbal balik suatu saat nanti. Misalnya ada tugas manajer yang gak dikerjakan dengan sangat baik, bawahanmu bakal siap menegurmu dan memberikan masukan yang baik. Coba bayangkan kalau kamu gak ramah sama mereka yang ada tim kerja mu malah sungkan buat menegur kamu.

Caranya gampang, cobalah buat menghabiskan 5 hingga 10 persen harimu di kantor buat berkomunikasi dengan mereka. Obrolkan segalanya soal pekerjaan atau hal-hal informal lainnya. Secara perlahan-lahan, hubungan yang kuat antara kamu dan bawahan juga lama-lama akan terbangun.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Baca juga: Lika Liku Manajer Artis, Sosok di Balik Kesuksesan Seleb

3. Memahami prioritas atasanmu

Soal psikotes

Sebagai manajer, bukan berarti kamu berada di pucuk pimpinan perusahaan. Tapi masih ada beberapa jabatan lebih tinggi di atasmu seperti direktur misalnya.

Sebelum benar-benar efektif menjalankan tugas manajer, coba kenali lebih jauh apa yang diinginkan oleh atasanmu atau jajaran direksi. Tanyakan apa yang mereka harapkan darimu dan target apa yang ingin mereka capai.

Dengan mengetahui semuanya, maka bakal mempermudah kamu buat mengambil segala keputusan-keputusan yang dibuat untuk timmu. Intinya, harapan dari para dewan direksi akan menjadi patokanmu dalam bertindak.

Jadi manfaatkanlah masa-masa awal bekerja buat menanyakan prioritas mereka. Jangan sampai ketika kamu sudah bekerja hingga satu tahun sebagai manajer, tapi tuntutan dari direksi gak ada yang kamu penuhi sama sekali.

4. Tentukan target dan terapkan aturan di timmu

Setelah mengetahui apa yang diinginkan oleh atasanmu, saatnya kamu menentukan standar dan target buat tim kecil mu. Pertama, coba sampaikan ulang apa yang diharapkan pihak direksi ke bawahanmu. Kemudian, tanyakan kepada mereka, apakah tim sudah memahaminya atau gak.

Selanjutnya, kamu bisa memberikan perbandingan antara target di masa manajer sebelumnya, dengan target ke depannya. Tetapkan tujuan-tujuan dalam jangka pendek dan tentunya jangka panjang.

Kemudian buatlah aturan-aturan yang mengikat untuk timmu. Misalnya, buat datang rapat tepat waktu atau kerjakan pekerjaan dalam waktu singkat. Jika melanggar kamu berhak buat memberikan teguran kepada mereka dengan harapan meningkatkan kedisiplinan tim.

5. Tetapkan waktumu sebagai manajer dan seorang anggota keluarga

Hari Kerja

Beban tugas manajer memang lebih besar dibandingkan bawahannya. Hal ini gak jarang membuat mereka mesti bekerja lebih ekstra bahkan sampai larut malam. Perlu diingat, gaya hidup yang seperti ini udah gak sehat lagi buat kesehatan fisik dan mentalmu.

Sebagai manajer, kamu berhak menentukan jadwal kerjamu sendiri. Di awal-awal masa kepemimpinanmu, coba sesuaikan jam kerjamu dengan waktu untuk keluarga.

Menjaga keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi bukan berarti kamu melalaikan tugas sebagai manajer, tapi ini justru bisa meningkatkan produktivitas tugas manajer yang ak kamu lakukan ke depannya. Kalau kamu stres, kinerja tim juga gak bakalan maksimal.

6. Mengawasi kerja tim 

Sebagai seorang manajer, salah satu jobdesk-mu adalah mengawasi kerja tim agar sesuai dengan prosedur perusahaan. Selain itu, kamu juga harus memastikan pekerjaan berjalan pada jalur yang benar, sehingga tim bakal sanggup menyelesaikan tugas tepat waktu.

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

7. Mengevaluasi hasil pekerjaan

Setelah deadline target berakhir, saatnya kamu melakukan review terhadap hasil pekerjaan tim. Apakah memenuhi target? Atau masih harus ditingkatkan lagi? Catatlah setiap hasilnya dan bandingkan dengan indikator yang diminta perusahaan.

Kemudian, sampaikan hasil evaluasi bersama tim kamu. Beri mereka ruang untuk menyampaikan pendapat terkait kendala yang dihadapi selama bekerja dan carilah solusinya bersama-sama. Hal ini supaya kesalahan gak bakal terulang pada target-target selanjutnya.

Apabila perlu, kamu juga bisa melakukan evaluasi secara individual, sehingga timmu bisa lebih jujur mengatakan kalau ada kendala dengan rekan tim. 

Nah itu tadi 7 hal yang bisa kamu lakukan di bulan-bulan pertama sebagai seorang manajer baru. Tapi di antara hal-hal di atas, ada satu hal yang paling penting yang harus kamu lakukan yaitu belajar.

Belajarlah untuk menjadi manajer yang baik, dengan membaca buku-buku kepemimpinan atau berbicara dengan manajer yang senior. Gali cerita dan pengalaman mereka selama memimpin agar kamu bisa dengan tenang mengerjakan tugas manajer di bulan-bulan berikutnya.

Terakhir, sebagai manajer yang berdedikasi, jangan lupa juga untuk memperhatikan kondisi kesehatan bawahannya. Untuk menjamin seluruh karyawaran bisa mendapatkan layanan medis terbaik dari rumah sakit unggulan di Indonesia, jangan lupa untuk memanfaatkan asuransi karyawan.

Dengan melindungi segenap karyawan dengan asuransi karyawan, maka tidak perlu ada lagi kekhawatiran dengan mahalnya biaya berobat di rumah sakit karena semua biaya sudah ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Yuk cari tahu lebih lengkap tentang asuransi karyawan berikut rekomendasi paling tepat dari berbagai perusahaan asuransi di Indonesia, cuma di Lifepal.

 (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →