Tujuan Investasi dan Jenis-Jenis Investasi [Plus Risikonya]

Tujuan investasi

Banyak orang bertanya mengenai tujuan investasi. Kalau keuntungan semata yang dikejar, bukankah menjalankan usaha pun juga memperoleh untung? Jadi, kenapa mesti berinvestasi?

Sebenarnya, tujuan investasi lebih dari sekadar mencari untung. Berinvestasi menjadi langkah yang sebaiknya diambil kalau ingin meminimalkan risiko yang bisa aja terjadi terhadap kondisi keuangan.

Sayangnya, banyak orang yang belum memahami peran investasi dalam keuangan. Padahal, peran investasi perlu hadir buat mengamankan keuangan dan memastikan masa depan lebih terjamin.

Dengan peran investasi yang memengaruhi kondisi keuangan, berikut ini adalah tujuan-tujuan investasi yang sebaiknya diketahui sebagai pertimbangan. Apa aja tujuan-tujuan tersebut?

Tujuan investasi menurut para ahli

Investasi menjadi cara menjaga nilai uang dari inflasi, bahkan bisa menjadi sarana menciptakan profit. Di balik perannya tersebut, para ahli punya pendapat masing-masing mengenai tujuan investasi. 

1. Martono dan D. Agus Marjito (2002)

Menurut kedua ahli ini, investasi adalah penanaman dana yang dilakukan suatu perusahaan ke dalam suatu aset atau aktiva dengan harapan memperoleh pendapatan pada masa yang akan datang.

2. Tandelilin (2010)

Seorang investor membeli sejumlah saham saat ini dengan harapan memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham ataupun sejumlah dividen pada masa yang akan datang sebagai imbalan atas waktu dari risiko yang terkait. 

3. Sunariyah (2010)

Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapat keuntungan pada masa-masa yang akan datang. 

4. Husnan (1996)

Investasi dilakukan untuk mendapat manfaat pada masa mendatang dengan mempersiapkannya lebih awal. Misalnya, pada masa depan nanti menuai hasil dari penempatan modal kerja atau membangun sebuah infrastruktur. 

5. Sutha (2000)

Dari penempatan sejumlah dana tersebut, harapannya dapat memelihara, menaikkan nilai, dan mendapatkan hasil lebih.  

Tujuan investasi untuk keuangan pribadi

Investor pemula harus punya tujuan investasi. (Shutterstock)

Banyak orang bertanya mengenai tujuan investasi. Kalau keuntungan semata yang dikejar, bukankah menjalankan usaha pun juga memperoleh untung? Jadi, kenapa mesti berinvestasi?

Sebenarnya, tujuan investasi lebih dari sekadar mencari untung. Berinvestasi menjadi langkah yang sebaiknya diambil kalau ingin meminimalkan risiko yang bisa saja terjadi terhadap kondisi keuangan.

Berikut ini tujuan-tujuan investasi untuk keuangan pribadi.

  • Tujuan investasi yang paling utama adalah mengamankan kekayaan dari inflasi
  • Investasi bertujuan menyediakan dana pensiun buat hari tua nanti
  • Dana pernikahan bisa dipersiapkan dengan berinvestasi
  • Tujuan investasi adalah mempersiapkan dana pendidikan anak

1. Tujuan investasi yang paling utama adalah mengamankan kekayaan dari inflasi

Hampir semua negara memiliki inflasi dengan besarannya masing-masing. Inflasi menjadi pertanda kalau ekonomi bergerak. Sebab uang terus beredar lewat transaksi-transaksi yang terjadi.

Namun, di sisi lain inflasi menjadi pertanda kalau harga barang beranjak naik. Dalam situasi tersebut, nilai uang perlahan-lahan bisa tergerus. Di sinilah peran investasi amat dibutuhkan.

Dengan berinvestasi, orang-orang bisa mengamankan kekayaan mereka dari inflasi. Inilah kunci sukses investasi yang paling utama. Kalau inflasi dalam setahun rata-rata 3 persen, investasi dengan imbal hasil 3 persen lebih dari cukup buat mengamankan nilai kekayaan dari inflasi.

2. Investasi bertujuan menyediakan dana pensiun buat hari tua nanti

Gak sedikit orang yang belum siap saat tiba waktunya bagi mereka buat pensiun. Mereka merasa gak siap karena dana pensiun yang dimiliki, entah dari perusahaan ataupun BPJS Ketenagakerjaan, dianggap belum cukup buat menjamin hidup setelah gak lagi bekerja.

Seandainya mereka berinvestasi sejak awal bekerja, ketakutan-ketakutan seperti itu gak mungkin menghinggapi pikiran mereka. Banyak dari mereka yang menyesal begitu tahu investasi bisa memberi jaminan di hari tua.

Tujuan investasi dalam hal ini adalah menciptakan dana pensiun agar hari tua nanti segala kebutuhan bisa tercukupi. Selain mengamankan uang dari inflasi, investasi dapat membuat nilai uang bertumbuh, baik dalam jangka waktu singkat maupun panjang.

3. Dana pernikahan bisa dipersiapkan dengan berinvestasi

Melaksanakan pernikahan itu sederhana. Asalkan sah secara agama dan hukum, pernikahan itu telah resmi terlaksana. Namun, di Indonesia, menikah ternyata gak segampang itu. Diadakannya pesta pernikahan tampaknya menjadi keharusan.

Mau gak mau dana yang gak sedikit jumlahnya harus dikeluarkan agar pernikahan bisa berlangsung. Wajar aja kalau banyak pasangan yang menunda pernikahan dengan alasan belum siap dari sisi dana buat menggelar pesta pernikahan.

Berinvestasi menjadi solusi buat keluar dari permasalahan kekurangan dana nikah. Imbal hasil atau return rata-rata 15 persen setahun udah lebih dari cukup mempersiapkan pernikahan di usia 28 – 30 tahun kalau investasi dilakukan sejak awal bekerja.

4. Tujuan investasi adalah mempersiapkan dana pendidikan anak

Ketika telah memiliki anak, alokasi dana yang sebaiknya gak luput dari perhatian adalah alokasi dana pendidikan. Sebab, pengeluaran yang ditujukan sebagai dana pendidikan anak cukup besar angkanya.

Asal tahu aja nih, biaya pendidikan tiap tahunnya cenderung naik. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kenaikan dana pendidikan bisa mencapai 10 persen per tahun. Angka ini lebih tinggi dari inflasi secara umum yang berada di kisaran 3 persen.

Dengan berinvestasi, besaran dana pendidikan yang besar bisa disiasati. Sebagai gambaran aja nih, berinvestasi saham bisa memberi imbal hasil atau return lebih dari 10 persen per tahun. Imbal hasil diperoleh dari kenaikan harga saham (capital gain) ataupun dividen.

Jenis investasi

Ada berbagai cara untuk memulai investasi saat ini. Untuk memulainya, kita perlu menetapkan investasi tersebut untuk jangka panjang, menengah, atau pendek. 

Sebelum menetapkan jangka waktunya, kita perlu mengetahui tujuan investasi tersebut kemudian memilih jenis investasinya. 

Saat ini ada berbagai jenis investasi yang bisa dipilih setiap orang. Asyiknya lagi beberapa jenis investasi ini bisa dibeli dengan nilai yang terjangkau. Berikut ini beberapa jenis investasi yang bisa dipilih.

  • Investasi emas
  • Investasi reksa dana
  • Saham
  • Properti

1. Investasi emas

Emas atau logam mulia merupakan investasi tertua dalam peradaban manusia. Emas menjadi sumber kemuliaan atau tolak ukur kekayaan seseorang.

Investasi emas biasanya disebut juga sebagai investasi logam mulia. Jenis investasi ini ditujukan untuk jangka menengah atau jangka panjang. Harga logam atau emas cenderung stabil pada jangka pendek. 

2. Investasi reksa dana

Reksa dana adalah instrumen investasi yang saat ini paling mudah untuk dijangkau karena telah banyak ditawarkan di berbagai platform. Reksa dana juga sangat cocok bagi kita yang tidak memiliki dana besar untuk berinvestasi. 

Asalkan kita disiplin dengan berinvestasi di reksa dana secara rutin, hasil yang didapat pasti maksimal. Reksa dana juga disesuaikan dengan tujuan investor, seperti reksa dana saham untuk jangka panjang dan reksa dana pasar uang untuk jangka menengah. 

3. Saham

Tertarik untuk memiliki sebuah perusahaan? Kita bisa berinvestasi dengan memiliki saham perusahaan tersebut. Semakin banyak kita membeli saham perusahaan tersebut, semakin besar kepemilikan kita di perusahaan tersebut.

Tujuan berinvestasi jangka panjang adalah untuk mendapatkan penghasilan atau keuntungan tinggi pada waktu yang lama. Sebab investasi saham terbilang fluktuatif. 

Keuntungan kita dapatkan dari perusahaan tersebut saat perusahaan membagikan deviden atau keuntungan perusahaan.

Dividen didapat dari laba perusahaan yang telah disisihkan untuk pemilik perusahaan. Meski begitu, tidak semua perusahaan membagikan dividennya, ada juga yang menahan dividen. Semua itu tergantung kondisi perusahaannya.  

4. Properti

Properti juga menjadi investasi yang telah dipilih banyak orang buat menambah aset. Properti bisa berupa rumah tinggal, apartemen, vila, gedung, dan tanah.

Orang memilih berinvestasi di properti dengan dua alasan. Pertama, harga tanah yang cenderung naik. Kedua, asetnya ada dan bisa diperjualbelikan meskipun butuh waktu panjang. 

Berinvestasi di properti membutuhkan biaya yang besar. Itulah kenapa berinvestasi di sektor ini perlu modal awal yang besar. Wajar aja orang yang berinvestasi di sektor ini cenderung yang telah berada di posisi keuangan yang stabil. 

Investasi di bidang properti ditujukan untuk jangka panjang. Sebab harga properti jarang mengalami penurunan sebaliknya berpotensi terus naik. 

Cara memulai investasi

jenis investasi online dan manfaat investasi

Sekarang setelah memahami investasi dan mengetahui jenis-jenis investasi, kita bisa memulainya. Bagaimana cara memulai investasi? Tidak sulit sebenarnya asalkan sudah menentukan jenis investasi.

Berikut ini panduan bagi kita yang ingin memulai investasi di reksa dana atau saham.

  • Buka akun investasi
  • Besaran dana investasi
  • Diversifikasi dan kurangi risiko
  • Pantau dan pelajari perusahaan yang sahamnya kita beli

1. Buka akun investasi

Setelah kita memutuskan untuk memilih jenis investasi yang diinginkan, kita selanjutnya harus membuka rekening akun investasi.

Pembukaan rekening investasi dilakukan di perusahaan efek atau sekuritas. Selanjutnya, setorkan dana ke rekening tersebut.

2. Besaran dana investasi

Biasanya perusahaan sekuritas menentukan setoran awal untuk berinvestasi. Selanjutnya, nilai investasinya disesuaikan dengan harga saham yang dipilih. Saham berkinerja baik biasanya memiliki harga saham yang cukup mahal. 

3. Diversifikasi dan kurangi risiko

Ingatlah nasihat investor kawakan Warren Buffet, “Jangan meletakkan telur di dalam satu keranjang”. Nasihat ini sangat berguna bagi kita yang baru memulai investasi. Karena itu, kita perlu melakukan diversifikasi investasi. 

Ini berguna untuk mengurangi risiko yang timbul karena berinvestasi di saham. Diversifikasi melindungi kita dari kerugian besar yang terjadi. Memiliki investasi di instrumen lain akan menjaga keuangan kita tetap aman di tengah tingginya volatilitas pasar saham. 

4. Pantau dan pelajari perusahaan yang sahamnya kita beli

Kesalahan investor yang tidak mengetahui keuangan perusahaan yang sahamnya dibeli menyebabkan kerugian di masa mendatang. Tentu kita tidak ingin ini terjadi di masa mendatang. Karena it, kita harus mempelajari saham yang ingin dibeli. 

Pengetahuan tentang  perusahaan amat penting untuk menentukan pilihan kita saat menambah koleksi saham atau mengurangi dengan menjual. Sekarang kita bisa mudah memantau pergerakan saham secara real time jadi keputusan berinvestasi bisa diputuskan secara cepat. 

Risiko berinvestasi

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, investasi mampu mendatangkan keuntungan yang tinggi. Hasil yang tinggi juga memiliki risiko yang besar pula. Jadi, tidak ada jaminan berinvestasi selamanya menguntungkan. 

Sebelum memutuskan berinvestasi, kita harus mengetahui adanya risiko dari instrumen investasi yang dipilih. Berikut ini risiko berinvestasi yang harus kita ketahui.

  • Pasar yang fluktuatif
  • Kondisi makro ekonomi
  • Suku bunga
  • Produk investasi tidak bisa langsung dijual

1. Pasar yang fluktuatif

Tidak ada jaminan pasar saham akan stabil atau terus dalam kondisi menghijau. Semua yang terjadi di pasar dipengaruhi berbagai macam sentimen dari dalam negeri dan luar negeri. Saat pasar berkinerja baik, investasi kita positif. Namun, kalau pasar berkinerja kurang baik, investasi kita menjadi negatif. 

2. Kondisi makro ekonomi

Segala kebijakan yang dirilis pemerintah, baik yang ekonomi dan nonekonomi, akan membawa pengaruh pada kinerja pasar modal tanah air.

Sebab ini menjadi tolok ukur atau patokan investor yang masih ingin menempatkan uang mereka atau tidak di pasar modal Indonesia. 

3. Suku bunga

Bukan rahasia kalau suku bunga di Indonesia masih terbilang yang tinggi di Asia. Ini menandakan pemerintah masih berpihak pada sektor lembaga keuangan, yakni perbankan.

Suku bunga menjadi sentimen pasar yang cukup berpengaruh. Saat bunga tinggi, investor memilih untuk menempatkan dananya ke perbankan.

Sebaliknya, saat suku bunga turun dan semakin rendah, investor memilih untuk menempatkan dananya di instrumen pasar saham. 

4. Produk investasi tidak bisa langsung di jual

Tidak seperti tabungan atau deposito yang sewaktu-waktu diperlukan dapat segera dimiliki, tidak instrumen investasi tidaklah seperti itu. Butuh waktu yang cukup lama untuk menjualnya. Misalnya aja properti yang gak bisa langsung dijual dalam waktu cepat.

Nah, itu tadi beberapa tujuan investasi yang bermanfaat dalam membuat keuangan tetap sehat. Semakin cepat dimulai, semakin terjamin keuangan di masa depan. Buat yang tertarik investasi baca artikel tips investasi lainnya di Lifepal.