Menguak Kode-Kode Rahasia di Balik Uang Rupiah

ciri uang kartal

Uang rupiah atau rupiah adalah mata uang yang resmi di Indonesia dan dipergunakan sebagai alat pembayaran untuk transaksi jual beli. Dalam penggunaan dan pencetakannya, mata uang ini telah diatur dengan kode ISO 4217 IDR.

Fungsinya yang amat penting tersebut sayangnya sering dijadikan target penipuan dengan mengedarkan uang palsu. Oleh sebab itu, mari ketahui ciri-ciri uang rupiah dan sebagai tambahan, cari tahu juga berapa nilai tukar rupiah dari zaman ke zaman di bawah ini.

Ciri-Ciri Uang Rupiah

Destinasi Wisata di Gambar Uang Rupiah

Uang rupiah Indonesia tentu memiliki ciri-ciri khusus yang bertujuan menghindarkan adanya pemalsuan uang rupiah. Secara umum, ciri-ciri tersebut terbagi menjadi dua, yaitu adanya kode tuna netra dan ciri-ciri yang hanya bisa dilihat menggunakan sinar ultraviolet. Lebih jelasnya, yuk simak selengkapnya.

Kode tuna netra 

Kode tuna netra atau blind code tidak hanya bertujuan untuk mempermudah penyandang tuna netra dalam menggunakan uang, namun juga sebagai penanda suatu keaslian uang. Kode pada setiap uang pun tentu berbeda-beda, namun umumnya terletak pada sisi kanan dan kiri uang.

Berikut adalah daftar kode tuna netra pada masing-masing uang.

  • Rp1.000 memiliki 7 kode.
  • Rp2.000 memiliki 6 kode.
  • Rp5.000 memiliki 5 kode.
  • Rp10 ribu memiliki 4 kode.
  • Rp20 ribu memiliki 3 kode.
  • Rp50 ribu memiliki 2 kode.
  • Rp100 ribu memiliki 1 kode.

Kode ultraviolet

Selain kode tuna netra, ciri uang rupiah selanjutnya adalah adanya gambar tertentu yang berpendar apabila kita melihat menggunakan sinar ultraviolet.

Pecahan uang Rp1.000

Pada uang Rp1.000, gambar berpendar yang bisa kita lihat pada bagian depan antara lain:

  • Bidang persegi empat yang berisikan tulisan BI berwarna kuning.
  • Angka nominal berwarna kuning.
  • Ornamen batik berwarna kuning.
  • Gambar peta wilayah Indonesia berwarna kuning.
  • Bidang persegi empat berwarna kuning.

Sedangkan pada bagian belakang, gambar berpendar yang dapat kita lihat adalah:

  • Nomor seri berwarna merah berubah menjadi jingga dan nomor seri berwarna hitam berubah menjadi hijau.
  • Bunga anggrek larat berwarna jingga.
  • Benang pengaman memendar berwarna merah.

Pecahan uang Rp2.000

Pada uang Rp2.000, gambar berpendar yang bisa kita lihat pada bagian depan antara lain:

  • Bidang persegi empat yang berisikan tulisan BI berwarna hijau.
  • Benang pengaman memendar berwarna merah.
  • Angka nominal berwarna hijau.
  • Ornamen batik berwarna hijau.
  • Gambar peta wilayah Indonesia berwarna hijau.
  • Bidang persegi empat berwarna hijau.

Sedangkan pada bagian belakang, gambar berpendar yang dapat kita lihat adalah:

  • Nomor seri berwarna merah berubah menjadi jingga dan nomor seri berwarna hitam berubah menjadi hijau.
  • Bunga jeumpa berwarna hijau.

Pecahan uang Rp5.000

Pada uang Rp5.000, gambar berpendar yang bisa kita lihat pada bagian depan antara lain:

  • Bidang persegi empat yang berisikan tulisan BI berwarna biru.
  • Angka nominal berwarna biru.
  • Ornamen batik berwarna biru.
  • Gambar peta wilayah Indonesia berwarna biru.
  • Bidang persegi empat berwarna biru.

Sedangkan pada bagian belakang, gambar berpendar yang dapat kita lihat adalah:

  • Nomor seri berwarna merah berubah menjadi jingga dan nomor seri berwarna hitam berubah menjadi hijau.
  • Bidang persegi empat berisi tulisan BI berwarna hijau.
  • Bunga sedap malam berwarna hijau.
  • Lingkaran-lingkaran kecil berwarna hijau.
  • Benang pengaman memendar berwarna hijau dan kuning.

Pecahan uang Rp10 ribu

Pada uang Rp10 ribu gambar berpendar yang bisa kita lihat pada bagian depan antara lain:

  • Bidang persegi empat yang berisikan tulisan BI berwarna biru.
  • Ornamen batik berwarna kuning dan biru.
  • Gambar peta wilayah Indonesia berwarna kuning dan biru.
  • Angka nominal berwarna biru dan kuning.
  • Bidang persegi empat berwarna biru.

Sedangkan pada bagian belakang, gambar berpendar yang dapat kita lihat adalah:

  • Nomor seri berwarna merah berubah menjadi jingga dan nomor seri berwarna hitam berubah menjadi hijau.
  • Benang pengaman memendar berwarna merah.
  • Bidang persegi empat berisi tulisan BI berwarna hijau.
  • Bunga cempaka hutan kasar berwarna biru dan kuning.
  • Lingkaran-lingkaran kecil berwarna kuning.
  • Tangkai berwarna kuning dan biru.

Pecahan uang Rp20 ribu

Pada uang Rp20 ribu, gambar berpendar yang bisa kita lihat pada bagian depan antara lain:

  • Bidang persegi empat yang berisikan tulisan BI berwarna jingga.
  • Ornamen batik berwarna hijau.
  • Gambar peta Indonesia berwarna hijau dan jingga.
  • Angka nominal berwarna jingga dan hijau.
  • Bidang persegi empat berwarna jingga.

Sedangkan pada bagian belakang, gambar berpendar yang dapat kita lihat adalah:

  • Nomor seri berwarna merah berubah menjadi jingga dan nomor seri berwarna hitam berubah menjadi hijau
  • Burung Enggang Gading berwarna jingga hijau.
  • Benang pengaman memendar berwarna merah, kuning, dan biru.
  • Bunga anggrek hitam berwarna hijau dan jingga.
  • Lingkaran-lingkaran kecil berwarna jingga.
  • Bidang persegi empat yang berisi tulisan BI berwarna hijau.

Pecahan uang Rp50 ribu

Pada uang Rp50 ribu, gambar berpendar yang bisa kita lihat pada bagian depan antara lain:

  • Bidang persegi empat yang berisikan tulisan BI berwarna jingga.
  • Ornamen batik berwarna biru dan jingga.
  • Gambar peta Indonesia berwarna biru dan jingga.
  • Angka nominal berwarna jingga dan biru.
  • Bidang persegi empat berwarna jingga.

Sedangkan pada bagian belakang, gambar berpendar yang dapat kita lihat adalah:

  • Nomor seri berwarna merah berubah menjadi jingga dan nomor seri berwarna hitam berubah menjadi hijau
  • Burung jalak bali berwarna jingga dan biru.
  • Bunga jepun bali berwarna biru dan jingga.
  • Lingkaran-lingkaran kecil berwarna jingga.
  • Bidang persegi empat yang berisi tulisan BI berwarna hijau.

Pecahan uang Rp100 ribu

Pada uang Rp100 ribu, gambar berpendar yang bisa kita lihat pada bagian depan antara lain:

  • Bidang persegi empat yang berisikan tulisan BI berwarna putih.
  • Ornamen batik berwarna merah dan putih.
  • Gambar peta Indonesia berwarna merah dan putih.
  • Angka nominal berwarna putih dan merah.
  • Bidang persegi empat berwarna putih.

Sedangkan pada bagian belakang, gambar berpendar yang dapat kita lihat adalah:

  • Nomor seri berwarna merah berubah menjadi jingga dan nomor seri berwarna hitam berubah menjadi hijau
  • Bunga anggrek bulan berwarna putih dan merah.
  • Bidang persegi empat yang berisi tulisan BI berwarna hijau.
  • Lingkaran-lingkaran kecil berwarna merah.
  • Burung elang bandol berwarna merah dan putih.

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar

uang rupiah

Dari awal Indonesia merdeka nilai tukar rupiah terhadap dolar terus saja berganti.Tergantung tingkat inflasi yang terjadi. Agar pengetahuan kita terhadap uang rupiah terus bertambah, mari ketahui berapa saja nilai tukar rupiah terhadap 1 dolar dari tahun 1946 hingga tahun 2019 berikut ini.

Tahun 1946 hingga 1970

Di masa awal kemerdekaan Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap satu dolar Amerika tergolong kecil, yuk ketahui berapa saja nilai tukarnya.

Tahun Per Dolar AS
1946-1948 Pada masa ini nilai tukar rupiah masih belum tersedia,

sebab masih dalam taraf mencari pengakuan dari luar negeri.

1949 Rp3,80
1950 Rp7,60
1952 Rp11,40
1956 Rp31
1957 Rp49
1958 Rp90
1962 Rp1,205
1966 Rp250
1970 Rp378

Dari tabel di atas, kita bisa mengetahui bahwa nilai tukar Indonesia sempat menyentuh angka Rp3,80 pada awal kemerdekaan dan tertinggi pada tahun 1962 dengan Rp1.205.

Tahun 1971 hingga 1997

Pada masa ini nilai tukar rupiah terhadap satu dolar Amerika sudah mulai meninggi, berikut adalah daftar nilai tukarnya.

Tahun Per Dolar AS
1971 Rp415
1978 Rp625
1980 Rp626
1982 Rp702,5
1983 Rp970
1985 Rp1.110
1986 Rp1334
1990 Rp1.842
1995 Rp2.248
1997 Rp5.915

Sedangkan dari tahun 1971 hingga tahun 1970, nilai tukar rupiah terus meninggi hingga mencapai Rp5.915 pada tahun 1997.

Tahun 1998 hingga 2007

Untuk nilai tukar rupiah terhadap satu dolar Amerika Serikat periode tahun 1998 hingga 2006 ialah sebagai berikut

Tahun Per Dolar AS
Januari 1998 Rp14.000
Juni 1998 Rp16,8 ribu
1999 Rp6.800
2000 Rp9.725
2001 Rp10.265
2002 Rp9.260
2003 Rp8.570
2004 Rp8.985
2005 Rp9.705
2006 Rp9.200
2007 Rp9.125

Dikarenakan adanya krisis ekonomi dunia, akibatnya nilai tukar rupiah sempat mengalami titik tertinggi, yaitu pada Juni 1998 dengan nilai tukar RP16,8 ribu.

Tahun 2008 hingga sekarang

Untuk nilai tukar rupiah terhadap satu dolar Amerika Serikat periode tahun 2008 hingga sekarang antara lain sebagai berikut

Tahun Per Dolar AS
2008 Rp9.666
2009 Rp9.447
2010 Rp9.036
2011 Rp9.113
2012 Rp9.718
2013 Rp12.250
2014 Rp12.550
2015 Rp14 ribu
2016 Rp13.4 ribu
2017 Rp13.3 ribu
Oktober 2018 Rp15.180
September 2019 Rp14,060

Dari tabel di atas, kita dapat mengetahui uang rupiah Indonesia sempat melejit mencapai RP15.180 pada bulan Oktober 2018, dan sekarang nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.060.

Dengan demikian, itulah informasi seputar uang rupiah yang bisa kita ketahui. Dengan mengetahui ciri-ciri uang maka kita bisa membedakan mana uang rupiah yang asli maupun tidak. 

Selain itu dengan nilai tukar uang rupiah terhadap dolar yang semakin tinggi, maka harga barang-barang di pasaran pun akan ikut meningkat. Hal ini tentu mengharuskan kita membuat sebuah perencanaan keuangan sebaik mungkin agar kita sendiri terhindar dari defisit di tengah bulan, nih!

Jangan ragu untuk mengunjungi Lifepal sebagai marketplace produk-produk asuransi terbaik untuk keluarga dan perusahaan. Selain itu, Lifepal menyediakan berbagai ulasan bermanfaat tentang manajemen keuangan pribadi dan bisnis. 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →