6 Cara Menentukan Uang Saku Ideal Untuk Anak

manajemen keuangan untuk anak

Sebelum anak berangkat sekolah, pemberian uang saku dari Anda menjadi momen yang paling mereka tunggu-tunggu.
Jatah uang saku untuk anak memang merupakan hal yang wajar karena uang saku dapat anak pergunakan untuk membeli makanan maupun alat-alat tulis yang mendukung program belajarnya.

Saat memberikan uang saku, ada baiknya jumlah diperhatikan secara saksama, yaitu tidak terlalu banyak yang bisa mengakibatkan anak menjadi boros dan juga tidak terlalu sedikit yang bisa membuat anak kekurangan. Berikut ini adalah beberapa tips memberikan uang saku ideal untuk anak yang bisa Anda terapkan.

1. Sesuaikan Uang Saku dengan Kondisi Keuangan Saat Ini

Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak di Indonesia

Cara pertama yang dapat Anda lakukan untuk menentukan uang saku ideal anak adalah dengan menyesuaikan kebutuhan anak dengan kondisi keuangan saat ini. Penyesuaian ini penting untuk dilakukan agar Anda mengetahui kemampuan Anda dalam memberikan uang saku. 

Idealnya jumlah uang yang akan diberikan pada anak sebagai uang saku merupakan jumlah uang yang sudah Anda masukkan ke dalam anggaran pendidikan anak yang mencakup biaya sekolah, ekstrakurikuler, dan termasuk uang saku tersebut. Dengan begitu, Anda menjadi lebih mudah dalam menentukan jumlah uang saku.

Misalnya, saat ini anak Anda sedang menempuh pendidikan jenjang SD dan anggaran kebutuhan sekolah anak yang telah disisihkan adalah Rp2 juta dengan perincian berikut.

  • Biaya pendidikan anak Rp1,6 juta.
  • Biaya ekstrakurikuler Rp250 ribu.
  • Biaya simpanan tidak terduga Rp130 ribu.

Maka uang saku yang harus Anda berikan untuk anak adalah Rp20 ribu agar sesuai dengan anggaran yang telah ditentukan.

2. Sebaiknya Uang Saku Tiap Anak Dibedakan

asuransi pendidikan anak

Sangat penting bagi Anda untuk tidak menyamakan jumlah uang saku anak yang masih berusia SD dengan anak yang berusia SMP maupun SMA. Dikarenakan kebutuhan mereka yang berbeda dan semakin bertambahnya usia maka kebutuhan anak pun akan bertambah.

Tidak seperti usia TK yang mana anak belum membutuhkan uang saku, anak di yang berada di jenjang SD tentu sudah membutuhkan uang saku baik untuk transportasi ke sekolah, membeli makan ketika istirahat, maupun untuk melatihnya menabung. Pastikan juga untuk menambah uang saku seiring tingkat pendidikannya semakin tinggi.

Rata-rata uang saku anak SD di Indonesia berkisar antara Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per hari, sedangkan untuk anak jenjang SMP berkisar antara Rp20 ribu sampai Rp30 ribu, dan anak jenjang SMA berkisar antara Rp25 ribu sampai Rp40 ribu per hari.

Namun, tentu saja ada faktor-faktor lain yang bisa memengaruhi ketentuan Anda dalam menentukan anggaran uang saku anak, misalnya:

  • Ongkos transportasi umum.
  • Harga makan siang di area sekolah.
  • Iuran mingguan atau bulanan anak, misalnya iuran untuk kas kelas.

3. Diskusikan Kapan Waktu yang Tepat Memberikan Uang Saku

Tips Menabung di Bank dengan Aman

Sebelum Anda memberikan uang saku untuk anak, ada baiknya untuk mendiskusikan terlebih dahulu kapan waktu yang tepat untuk memberikannya, apakah tiap hari, tiap minggu, atau tiap bulan.

Berikan juga simulasi keuangan mereka dengan gambaran yang mudah dipahami. Selain itu, jelaskan juga kelebihan dan kekurangan maupun cara menghemat dan menabung sisa uang saku yang dapat mereka terapkan. Dengan diskusi ini, diharapkan anak mengerti dan paham bagaimana mengatur keuangan yang baik.

4. Ajari Mereka Mengelola Uang Saku secara Bertahap

Kelompok Bermain (KB)

Menurut pakar perencana keuangan Tatadana Consulting, Diana Sandjaja, pemberian uang saku secara harian merupakan langkah awal anak dalam mengelola keuangannya.

Ketika anak beranjak kelas 6 SD atau sudah memasuki masa SMP, maka pemberian uang saku dapat ditingkatkan menjadi mingguan. Di sini anak akan diajarkan bagaimana mengatur keuangan untuk jangka waktu seminggu. 

Apabila anak terlihat mampu mengelola keuangannya dengan uang saku seminggu, maka Anda dapat meningkatkan frekuensi pemberian uang saku menjadi bulanan. Namun, jika uang tersebut sudah habis sebelum waktunya, maka frekuensi pemberian uang saku anak harus disesuaikan kembali.

5. Tanamkan Kebiasaan Menabung Sejak Dini

Tanamkan Kebiasaan Menabung Sejak Dini

Salah satu tujuan memberikan uang saku adalah untuk mengajari anak pentingnya mengatur keuangan dengan baik. Anda dapat memberi tahu mereka bahwa uang saku tidaklah harus dihabiskan melainkan dapat ditabung sebagian.

Ajari juga mereka apa itu keinginan dan apa itu kebutuhan. Contohnya, membeli alat tulis yang merupakan kebutuhan dirinya di sekolah. Apabila kebutuhan untuk membeli alat tulis sudah terpenuhi maka sebagian uangnya dapat dia tabung. Uang yang ditabungkan dapat dimanfaatkan untuk membeli barang yang dia inginkan, seperti mainan, buku cerita, dan pernak-pernik.

Melalui adanya kesadaran untuk menabung sejak dini, pada akhirnya mereka akan lebih menghargai uang hasil jerih payah saat sudah berpenghasilan sendiri di usia dewasa nanti. Kesukaan menabung akan menghindarkan mereka dari sifat konsumtif berlebihan yang dapat berujung kepada masalah keuangan.

6. Hindari Memberinya Uang Saku Tambahan

Hindari Memberinya Uang Saku Tambahan

Seringnya orang tua memberikan uang saku tambahan pada anak karena uang mereka sudah habis sebelum waktunya. Hati-hati, pemberian uang saku tambahan justru bisa membuat anak tidak bertanggung jawab terhadap pengelolaan uang sakunya.. Apabila hal ini terus berulang, anak akan menjadi boros dan selalu mengandalkan orang tua.

Namun pada kasus tertentu, pemberian uang saku tambahan boleh dilakukan jika untuk membayar biaya ekstrakurikuler, buku sekolah untuk pemantapan, atau uang sumbangan yang sifatnya tidak rutin.

Nah, intinya adalah pemberian uang saku anak harus disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhannya. Jangan sampai uang yang diberikan terlalu banyak ataupun terlalu sedikit sehingga mengganggu anggaran rumah tangga kita. Semoga tips-tips di atas dapat bermanfaat untuk membantu Anda menentukan jumlah uang saku yang ideal untuknya.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →