UKM – Cari Tahu Informasi Lengkap dan Regulasinya

Telah Ditinjau: Lifepal Lifepal
ukm

UKM atau usaha kecil menengah adalah usaha yang dijalankan dalam skala kecil dan menengah, dan bukan anak perusahaan atau cabang perusahaan. Mudahnya, UKM atau usaha kecil menengah umumnya dimulai dari usaha rumahan.

UKM dibedakan lagi menjadi usaha kecil dengan omset di bawah Rp300 juta dan jumlah karyawan di bawah 20 orang. Sedangkan usaha menengah memiliki pemasukan di bawah Rp500 juta dengan jumlah karyawan di bawah 30 orang.

Meski terbilang usaha kecil, manfaat yang dirasakan negara dari kehadiran UKM di Indonesia sangat besar. Menurut data dari Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, di tahun 2018 tenaga kerja yang terserap dari sektor UMKM sebanyak 117 juta orang.

Dengan rincian 107,4 juta dari usaha mikro, 5,8 juta dari usaha kecil, dan 3,7 juta usaha menengah. Angka ini naik sedikit dari tahun sebelumnya dengan jumlah 116,4 juta orang.

Lalu apa bedanya dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)? Yuk, ketahui informasi lengkapnya lewat pembahasan Lifepal berikut.

Apa perbedaan UKM dan UMKM?

Mayoritas masyarakat mengira UMKM dan UKM adalah jenis usaha yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan, meski gak signifikan.

Keduanya memiliki tiga perbedaan, yaitu:

  1. Aset
  2. Omset
  3. Karyawan

Aset

Pengertian aset di sini adalah modal di luar tanah atau bangunan yang dibuat usaha. Perbedaan keduanya terletak pada jumlah aset atau modal yang dimiliki. Jika ingin memulai UKM modal yang harus disiapkan minimal sebesar Rp50 juta. Berbeda dengan UMKM untuk memulainya membutuhkan modal hingga Rp300 juta.

Omset

Jika dilihat dari perolehan omset, jenis usaha UMKM paling gak harus memperoleh omset mulai dari Rp300 juta hingga miliaran rupiah. Ini dikarenakan ruang lingkup UMKM yang lebih luas dibanding UKM maka target omset pun harus besar juga. Dibanding jenis usaha UKM yang perolehan omsetnya ditarget di bawah Rp200 juta saja.

Karyawan

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pekerja yang bekerja di jenis usaha UKM dan UMKM juga punya perbedaan signifikan. Jumlah pekerja pada UKM berkisar antara 1 – 5 orang, karena biasanya jenis usaha ini bersifat rumahan. Sedangkan pekerja yang bekerja di usaha UMKM punya karyawan lebih banyak hingga 30 orang.

Perbedaan antara UKM dan UMKM perlu dicermati dan pahami untuk pelaku usaha yang ingin memulai bisnisnya. Apakah usaha yang dilakukan itu tergolong jenis usaha UKM atau UMKM.

Undang-undang yang mengatur UKM di Indonesia

Beberapa regulasi yang dibuat untuk melindungi UKM, adalah:

Kriteria UKM 

Lalu, kriteria seperti apa sehingga sebuah usaha bisa dikatakan sebagai UKM?

Menurut beberapa literasi usaha kecil merupakan kegiatan usaha yang memiliki modal yang kecil dan nilai kekayaan atau aset yang kecil dengan jumlah pekerjaan yang juga kecil.

Sedangkan kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 Tahun 1995, sebagai berikut:

  1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp200 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
  2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp1 miliar
  3. Milik WNI
  4. Berdiri sendiri bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau usaha besar
  5. Berbentuk usaha orang perorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum termasuk koperasi.

Selain kriteria di atas, UKM dan UMKM didefinisikan juga menurut beberapa sumber seperti World Bank, UU Nomor 20 Tahun 2008. Penjelasannya sebagai berikut:

Klasifikasi UMKM menurut World Bank 

World Bank membagi UMKM menjadi tiga jenis berdasarkan jumlah karyawan, pendapatan dan aset yang dimiliki. Klasifikasinya sebagai berikut:

Usaha mikro

  • Jumlah karyawan < 10 orang
  • Pendapatan setahun < US$100 ribu
  • Kepemilikan aset < US$100 ribu

Usaha kecil 

  • Jumlah karyawan <30 orang
  • Pendapatan setahun < US$3 juta
  • Kepemilikan aset < US$3 juta

Usaha menengah 

  • Jumlah karyawan maksimal 300 orang
  • Pendapatan setahun US$15 juta
  • Kepemilikan aset mencapai US$15 juta.

Klasifikasi UMKM menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2008

Sedangkan klasifikasi UMKM di Indonesia sesuai dengan payung hukum UU no. 20 Tahun 2008 dilihat dari aset dan omset adalah sebagai berikut:

Ukuran Usaha  Kriteria 
Aset (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha)  Omzet (dalam 1 tahun) 
Usaha mikro Maksimal Rp50 juta Maksimal Rp300 juta
Usaha kecil Lebih dari Rp50 juta – Rp500 juta Lebih dari Rp300 juta – Rp2,5 miliar
Usaha menengah Lebih dari Rp500 juta – Rp10 miliar Lebih dari Rp2,5 miliar – Rp50 miliar

Contoh UKM yang potensial dan prospektif

Berwirausaha atau berbisnis di Indonesia beberapa tahun ke belakang ini menjadi sesuatu yang diimpikan. Usaha kecil menengah atau UKM menjadi solusi terbaik, karena usaha ini gak membutuhkan modal besar untuk memulainya.

Bahkan, banyak UKM di Indonesia yang akhirnya berhasil dan brand-nya terkenal di pasarnya. Hanya saja, kamu harus pintar melihat peluang yang ada untuk meraih kesuksesan yang sama.

Lalu, UKM apa saja sih yang menjanjikan dan prospektif untuk dijalankan? Berikut, beberapa di antaranya:

Kuliner

Berbisnis makanan memang gak ada matinya. Bahkan terus tumbuh, karena ini termasuk kebutuhan pokok. Untuk memulainya pun kamu gak harus punya modal besar dulu. Cukup dengan modal kecil seperti berjualan camilan atau snack, sudah bisa memulai bisnis ini. Ini beberapa kumpulan UKM yang sukses seperti keripik Maicih. Lele Lela dan Es Teler 77.

Fashion

Kebutuhan pokok lain yang bisa dijadikan bisnis atau usaha kecil-kecilan adalah usaha fashion. Seiring dengan perkembangan zaman, mode pakaian pun ikut terus berkembang. Gak salah kalau kemudian bidang fashion jadi salah usaha kecil yang cukup prospektif.

Kamu bisa coba dengan fashion khusus hijab, karena saat ini peminat baju muslim sangat tinggi. Peluang ini yang dulu dilihat Rabbani membidik pasar kaum muslim, hingga saat ini brand-nya sudah terkenal di Indonesia bahkan negara tetangga.

Otomotif

Tingginya penjualan kendaraan bermotor bisa menjadi peluang untuk membangun usaha otomotif seperti membuka bengkel. Nah, kamu bisa memulai dengan menjadi penjual spare part motor atau mobil dan menyediakan bengkel juga. Fasilitas cuci mobil motor dan helm juga diperlukan lho! Bahkan, dengan membuat ini dalam satu tempat kamu bisa dapat keuntungan berlipat.

Agrobisnis

Agrobisnis adalah bisnis berdasar usaha pertanian atau bisa juga usaha lain yang mendukung. Ada banyak peluang untuk kamu berusaha di bidang ini. Seperti saat pandemi Covid-19 ini, di mana orang banyak memiliki waktu luang dan menghabiskannya dengan cara berkebun atau bercocok tanam. Kamu bisa menjual bibit tanaman atau membudidayakan tanaman hias untuk kemudian dijual secara online.

Berapa pajak untuk UKM? 

Menurut PP No. 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang memiliki Peredaran Bruto Tertentu. Dalam aturan tersebut juga dijelaskan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang memiliki omset maksimal Rp4,8 miliar setahun dikenai tarif pajak penghasilan (PPh) final sebesar 0,5%.

Pelaku UMKM yang tergolong subjek pajak adalah sebagai berikut:

  • Orang pribadi yang dikenakan pajak selama 7 tahun pajak
  • Badan usaha berbentuk PT yang dikenakan pajak selama 3 tahun  dan berbentuk CV, firma, hingga koperasi selama jangka waktu 4 tahun.

Kelebihan UKM

Apakah usaha kecil punya kelebihan? Masyarakat seringkali memandang UKM dengan sebelah mata. Anggapan yang ada di masyarakat umumnya menganggap usaha kecil tidak potensial dan kurang menguntungkan.

Padahal, jika dibandingkan dengan usaha berskala besar, banyak kelebihan yang dimiliki UKM. Beberapa kelebihan UKM adalah sebagai berikut:

1. Produk inovatif

Sistem operasional bisnis yang simpel dan gak rumit seperti usaha besar, membuat UKM mudah mengeksekusi ide-ide baru untuk melahirkan produk yang inovatif. Kelebihan ini membuat pelaku usaha gampang masuk ke target pasar sehingga bisa menarik minat calon pelanggan.

2. Fokus pada satu bidang 

Dijelaskan sebelumnya, usaha kecil merupakan bisnis yang dilakukan dengan modal, kekayaan dan jumlah pekerjaan yang kecil. Kecilnya lingkup UKM malah menjadi kelebihan untuk lebih fokus pada bidang yang digelutinya. Misalnya, pelaku usaha mukena bordir, maka produk utama ini yang fokus dijual atau dikenalkan ke calon konsumen.

3. Modal kecil

Jika usaha besar baru bisa berjalan dengan modal yang besar juga, lain halnya dengan UKM yang bisa berjalan dengan modal terbatas atau kecil. Siapa pun bisa langsung memulai usaha kecil, meski modal awalnya gak terlalu besar.

Kekurangan UKM

Sedangkan kelemahan dari UKM adalah sebagai berikut:

1. Anggaran operasional terbatas

Modal kecil selain menjadi kelebihan, malah juga menjadi kelemahan UKM. Dengan modal yang kecil menyebabkan anggaran operasional menjadi terbatas. Kondisi ini bisa memperburuk pelaku UKM untuk mengembangkan bisnisnya. Untuk mengatasinya, pemilik usaha kecil harus punya kemampuan dalam mengelola dana yang dimiliki agar usahanya gak terancam bangkrut.

2. Tenaga ahli minim 

Selain anggaran operasional yang terbatas, modal kecil juga berpengaruh pada ketersediaan tenaga ahli. Tidak adanya tenaga ahli yang profesional, membuat usaha kecil sulit berkembang dan produk yang dihasilkan menjadi kurang optimal.

3. Kapasitas produksi sedikit

Selain modal kecil, produksi yang dihasilkan UKM pun sifatnya gak banyak. Plus tenaga yang terbatas sehingga membuat usaha kecil sulit mengambil pesanan dalam jumlah banyak.

Strategi untuk mengembangkan UKM

Agar usaha kecil menengah dapat berkembang dan besar, perlu beberapa upaya yang bisa dilakukan pelaku UKM. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

1. Promosi

Agar produk usaha kecil menengah bisa sukses, perlu strategi khusus seperti promosi. Langkah ini dianggap efektif karena bisa mengenalkan produk pada calon pembeli. Di era digital ini, pelaku usaha kecil menengah bisa memanfaatkan teknologi internet untuk melakukan promosi secara online agar menjangkau pasar lebih luas. Gak hanya itu, promosi offline pun perlu dilakukan untuk mengimbanginya.

2. Kenali kompetitor

Berbisnis dengan menjalankan UKM dituntut untuk selalu berinovasi dan kreatif. Alih-alih meniru produk UKM lain, pelaku usaha kecil menengah harus mengenali kompetitornya untuk bersaing secara sehat. Lagipula, dalam Kepres No. 99 tahun 1998 dijelaskan pengertian UKM yaitu usaha kecil yang perlu dilindungi untuk mencegah persaingan gak sehat.

3. Perluas jaringan 

Agar brand produk yang diproduksi bisa dikenal masyarakat, manfaatkan peluang franchise atau kemitraan. Selain bisa mempromosikan produk yang dijual, secara gak langsung juga membuka lapangan pekerjaan baru.

4. Jalin hubungan baik dengan pelanggan

Pelaku UKM gak hanya dituntut memperluas jaringan dan pasar saja, tapi juga mempertahankan konsumen agar loyal dengan produk yang dijual. Bila ini berhasil dilakukan, otomatis berimbas pada keberlangsungan UKM.

5. Peningkatan sumber daya 

Gak mau kan usaha terhenti hanya karena produknya gak inovatif? Nah, agar bisa bertahan di persaingan UKM, pelaku usaha harus mengembangkan sumber daya. Baik itu mengembangkan produk, diversifikasi usaha hingga merekrut SDM ahli bisa jadi beberapa cara yang bisa dilakukan.

Manfaat asuransi agar UKM tidak gulung tikar

Meski usaha kecil, namun UKM banyak memberi keuntungan untuk negara. Antara lain penyerapan tenaga kerja dan pemasukan devisa atas hasil ekspor produk usaha kecil menengah.

Sayangnya, kelebihan tersebut gak dibarengi dengan modal yang besar. Alhasil, banyak UKM yang terpaksa gulung tikar akibat beberapa risiko.

Asuransi dianggap jadi solusi efektif bagi pelaku usaha kecil menengah dalam memproteksi usahanya. Apa saja sih manfaat yang bisa diberikan asuransi untuk melindungi pelaku UKM dari risiko yang bakal timbul? Berikut beberapa manfaat yang bisa didapat:

Perlindungan aset

Manfaat ini sangat dibutuhkan bagi pelaku UMKM untuk menyelamatkan aset dari berbagai risiko yang bisa menimpa usahanya. Melalui asuransi, perlindungan akan diberikan untuk kepemilikan aset seperti gerobak, warung, toko, kantor bahkan hingga seluruh produk usaha yang dimiliki dari risiko kebakaran. Bahkan, ada juga asuransi yang menawarkan manfaat perlindungan dari perampokan atau pencurian.

Proteksi terhadap karyawan

Gak hanya perlindungan terhadap aset saja, asuransi juga memberi manfaat perlindungan untuk pekerja. Manfaat yang diberikan seperti meng-cover karyawan dari berbagai risiko kecelakaan dan cacat bahkan meninggal dunia. Selain itu, pengusaha UMKM pun juga bisa memberi jaminan kesehatan termasuk rawat inap dari asuransi untuk karyawannya.

Perlindungan proses bisnis

Melalui asuransi juga memberi manfaat perlindungan proses bisnis yang sedang dikerjakan. Termasuk kegiatan ekspor-impor dan aktivitas lain yang berisiko rusak atau hilang karena pencurian.

Pertanyaan seputar UKM

UKM adalah singkatan dari Usaha Kecil dan Menengah. Istilah ini sering digunakan untuk menjelaskan unit usaha kecil dan menengah.

Istilah UKM mulai muncul pada tahun 1993, namun pada tahun 2008, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2008 dan membagi UKM menjadi dua yaitu UKM dan UMKM. UKM adalah usaha dengan kriteria Rp50 juta - Rp500 juta dan beromzet antara Rp300 juta - Rp2,5 miliar. Sedangkan UMKM memiliki aset dengan nilai Rp50 juta dan omset maksimal Rp300 juta.

Usaha kecil menengah yang menjanjikan antara lain bidang fashion, pendidikan, kuliner, otomotif, agrobisnis dan UKM bidang teknologi internet.

Aset adalah modal atau barang yang dimiliki oleh seseorang dan biasanya mempunyai nilai atau berharga. Sedangkan omset merupakan pendapatan yang diterima dari sebuah usaha.
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →