Untuk Pemula, Begini Lah Cara Kerja Investasi Reksa Dana dan Simulasinya Secara Sederhana

reksa dana

Masyarakat Indonesia makin melek investasi dari hari ke hari. Salah satu instrumen investasi yang kerap kita dengar adalah reksa dana.

Namun, sebelum membahas lebih jauh soal reksa dana, tahu gak sih kamu kenapa investasi satu ini diminati banyak orang?

Singkatnya, karena bisa memberikan return atau imbal hasil besar dengan modal minim, kamu dapat terjun ke instrumen satu ini dengan hanya mengeluarkan modal sebesar Rp 10 saja.

Menariknya lagi, kita juga gak perlu bolak-balik melihat pergerakan harga saham. Kita hanya perlu duduk manis dan menunggu uangmu beranak pinak. Kok bisa?

Ya, karena semua dana kita akan dikelola langsung oleh manajer investasi yang memang sudah ahli di bidangnya. Sederhananya, kita hanya perlu menggelontorkan dana dan biar manajer investasi yang mengelola uang kita hingga terus berlipat ganda.

Untuk lebih jelasnya, yuk simak ulasan lebih lengkap tentang reksa dana di bawah ini:

Apa itu reksa dana?

Reksa dana (Shutterstock)

Menurut  Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 sih, reksa dana adalah wadah yang digunakan masyarakat untuk menghimpun dana.

Dana tersebut lantas dikelola sebagai investasi oleh manajer investasi ke dalam portofolio efek. Portofolio efek adalah kumpulan surat berharga seperti saham, obligasi, deposito dan lainnya di mana reksa dana dapat menempatkan investasi.

Jadi, dengan melakukan portofolio efek, maka investasi satu ini harus melakukan diversifikasi investasi ke berbagai instrumen, tidak boleh hanya ke satu instrumen saja.

Seperti reksa dana pendapatan tetap, akan menggelontorkan dananya ke obligasi milik pemerintah dan swasta. Sisa dananya akan dialihkan ke pasar uang yang pergerakannya lebih stabil.

Nah, yang mengelola uang konsumen disebut manajer investasi. Manajer investasi itu adalah pihak yang mengelola portofolio efek berdasarkan kebijakan investasi yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak, yakni investor dan juga manajer investasi. 

Nantinya, manajer investasi itulah yang memutuskan untuk membeli, menjual atau mempertahankan instrumen investasi yang dipilih.

Kelebihan dan kekurangan investasi reksa dana

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan investasi reksa dana, berikut ulasannya:

Kelebihan

  • Dana akan dikelola oleh manajer investasi yang sudah ahli di bidangnya.
  • Dana yang digelontorkan akan dibagi ke beberapa instrumen investasi untuk meminimalisir terjadinya kerugian.
  • Minimal investasi kecil. Bahkan, ada beberapa manajer investasi yang menawarkan modal minim yaitu sebesar Rp 10 ribu.
  • Manajer investasi akan rutin memberikan informasi terkait dengan perkembangan portofolio dan juga biaya, sehingga para pemegang Unit Penyertaan dapat memantau keuntungan, biaya dan risiko setiap saat.
  • Terdapat fitur autodebit yang memudahkan investor untuk melakukan top up secara rutin setiap bulan.
  • Tingkat risikonya terbilang kecil ketimbang investasi saham dengan bunga yang lebih besar dari deposito.

Kekurangan

  • Adanya penurunan NAB (Nilai Aktiva Bersih) Unit Penyertaan yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kinerja bursa saham yang memburuk, situasi politik dan ekonomi yang tidak menentu dan lainnya.
  • Ada juga risiko pasar, di mana harga instrumen investasi mengalami penurunan yang disebabkan oleh kinerja saham atau pasar obligasi secara drastis. Karena itulah, jika ingin membeli jenis reksa dana tertentu, investor juga harus jeli melihat tren pasar dari instrumen portofolio efek.

Cara kerja investasi reksa dana

Risiko minimum

 

Seperti dijelaskan di atas, risiko investasi satu ini relatif lebih kecil. Tapi, bukan cuma itu yang bikin produk ini populer. Reksa dana itu gampang diakses oleh masyarakat. Return atau imbal baliknya pun terbilang cukup besar.

Produk ini bisa dibeli di lembaga pengelola dan penerbit produk reksa dana. Atau, manajer investasi dan bank yang bekerja sama dengan manajer investasi. [Baca: Cara Beli Reksa Dana di Bank]

Saat ini sudah banyak bank yang memiliki izin sebagai agen penjual investasi satu ini. Salah satu kelebihan investasi reksa dana lewat bank adalah adanya fasilitas autodebet dari rekening tabungan, sehingga nasabah gak perlu repot dalam melakukan transaksi pembelian.

Lanjut lagi, urutan cara kerja investasi reksa dana secara garis besar:

  1. Manajer investasi menghimpun dana dari nasabah.
  2. Total dana yang dihimpun diinvestasikan ke sejumlah instrumen investasi sesuai dengan kesepakatan dengan nasabah.
  3. Nasabah menerima laporan investasi dari manajer investasi tentang dananya yang diinvestasikan secara berkala. Isinya seputar:

a.) kinerja produk,

b.) komposisi aset,

c.) dan portofolio efek.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah:

Nilai Aktiva Bersih (NAB).

Unit Penyertaan (UP)

Transaksi reksa dana diproses berdasarkan NAB  per UP yang diinformasikan lewat media massa. Namun, Banyak orang yang keliru mengira NAB adalah harga reksa dana. 

NAB adalah jumlah dana yang dikelola dalam suatu reksa dana. NAB inilah yang dipecah-pecah ke dalam instrumen investasi yang dikelola reksa dana itu yang disebut sebagai Unit Penyertaan (UP).

Simulasi reksa dana

Untuk lebih memperjelas cara kerja reksa dana, berikut ini adalah simulasi sederhana perhitungan imbal balik investasi reksa dana. Misalnya, Reza membeli reksa dana ABC senilai Rp 100.000 ketika NAB per UP 1.000.

Artinya, Reza mendapatkan:

= Rp 100.000/ 1.000 = 100 UP

Jika dua bulan berikutnya NAB per UP reksa dana ABC naik menjadi 1.200 dan Reza menjual seluruh UP-nya, dia akan mendapat:

= 1.200 x 100 UP = Rp. 120.000 

Maka dalam dua bulan, dia sudah meraup keuntungan:

= Rp. 120.000 – Rp. 100.000 = Rp. 20.000

Tapi, jika NAB per UP turun jadi 900 dan Reza menjual seluruh unitnya, dia akan menderita kerugian:

= 900 x 100 UP = Rp. 90.000

= Rp. 90.000 – Rp 100.000 = – Rp 10.000

Untuk diingat, hasil perhitungan imbal balik ini masih dikurangi sejumlah biaya, antara lain:

  • Biaya pembelian unit penyertaan (subscription fee)
  • Biaya pengalihan unit penyertaan (switching fee)
  • Biaya penjualan kembali unit penyertaan (redemption fee). 

Transaksi reksa dana oleh manajer investasi sangatlah transparan karena bisa diakses melalui Fund Fact Sheet. Jika merasa kurang jelas, kita bisa menghubungi manajer investasi terkait untuk meminta penjelasan lebih detail.

Daftar manajer investasi yang terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) ada di situs lembaga resmi milik negara itu. Begitu juga dengan daftar bank yang telah mendapat lisensi agen penjual.

Karena itu, ketimbang uang kamu habis hanya untuk hal-hal tidak penting, lebih baik tanam di investasi satu ini dan hasilkan banyak pundi-pundi rupiah. Yuk, jadi petani uang di ladang reksa dana! (Editor: Chaerunnisa)