Persiapkan Hal Ini Sebelum Mencapai Usia Pensiun!

Sudah mendekati usia pensiun, tapi belum punya persiapan apa pun? Jika sudah begitu, kita jelas merasa khawatir. Pasalnya saat pensiun, produktivitas dan penghasilan kita akan menurun. Kita tidak bisa leluasa untuk beraktivitas seperti ketika masih muda.

Tidak siap menghadapi masa pensiun merupakan masalah yang terus dialami oleh karyawan. Padahal jika kita sudah bersiap-siap sebelumnya, ada banyak keuntungan yang bisa kita rasakan.

Di antaranya, kita mengetahui berapa jumlah uang yang kita butuhkan saat pensiun dan berapa lama harus berinvestasi untuk menyiapkan dana pensiun tersebut. Dengan demikian, kita dapat mempertahankan gaya hidup saat pensiun nanti.

Persiapan yang matang juga bisa menghindarkan kita dari terjebak investasi bodong karena terjebak iming-iming yang menggiurkan. Pokoknya, banyak manfaatnya, deh.

Berapa Batas Usia Pensiun Karyawan?

Kini kita sudah tahu pentingnya persiapan yang matang menghadapi masa pensiun. Namun sebenarnya berapa sih batas usia pensiun seorang karyawan?

Usia pensiun karyawan sebenarnya tidak diatur oleh undang-undang. Pasalnya, UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan tidak mengatur kapan saatnya pensiun dan berapa Batas Usia Pensiun (BUP) untuk pekerja sektor swasta.

Sedangkan dalam pasal 167 ayat 1 UU Ketenagakerjaan disebutkan bahwa salah satu alasan pemutusan hubungan kerja (PHK) adalah karena pekerja telah memasuki usia pensiun. Akan tetapi tidak diatur secara jelas dan tegas pada usia berapa batas usia pensiun berlaku.

Nah, ketentuan mengenai batas usia pensiun biasanya ditetapkan dalam Perjanjian Kerja (PK), Peraturan Perusahaan (PP) / Perjanjian Kerja Bersama (PKB) atau Peraturan Perundangan yang berkaitan dengan masa pensiun menurut Pasal 154 huruf c UU Ketenagakerjaan.

Apabila tidak ada peraturan tegas dari UU Ketenagakerjaan, lalu berapa batas usia pensiun yang rata-rata diterapkan oleh perusahaan?

Penentuan mengenai batas usia pensiun biasanya tergantung pada keputusan perusahaan atau berpedoman pada beberapa UU yang mengatur hak-hak berkaitan dengan masa pensiun. Seperti UU Jamsostek, UU mengenai Dana Pensiun atau UU Kepegawaian serta UU mengenai profesi tertentu.

Aturan yang berbeda berlaku perihal usia pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS). Secara umum, batas maksimal usia kerja PNS adalah 65 tahun dan minimalnya 53 tahun. Batas usia pensiun ini bergantung pada jabatan dan jenis pekerjaan yang dimiliki. Tidak semua instansi atau profesi memiliki ketentuan yang sama.

Misalnya berdasarkan Pasal 40 ayat 4 UU No.4 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, batas usia pensiun guru adalah 60 tahun. Sedangkan untuk Guru Besar/Profesor/Dosen mencapai 65 tahun berdasarkan Pasal 67 ayat 5 UU No.4 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Apa yang Harus Disiapkan Sebelum Pensiun?

Jika kita masih kebingungan apa saja yang harus disiapkan, simak yuk beberapa hal ini.

1. Hitung kebutuhan saat pensiun

Pertama-tama, kita perlu tahu berapa kebutuhan yang kita butuhkan saat masa pensiun. Kita seringkali enggan meninggalkan zona nyaman, termasuk gaya hidup yang selama ini kita jalani saat masih bekerja. Maka hitung dengan cermat berapa yang kita butuhkan agar dapat mempertahankan gaya hidup tersebut dengan produktivitas yang menurun. Jangan sampai pendapatan yang kita miliki tidak sebanding dengan pengeluaran.

2. Sisihkan penghasilan

Setelah tahu kebutuhan, kita bisa mulai menyisihkan penghasilan untuk ditabung. Tabungan tersebut bisa digunakan untuk membiayai kebutuhan atau modal membuka usaha saat kita pensiun nanti. Lakukanlah secara konsisten dan tanpa jeda, ya.

3. Siapkan usaha sampingan

Memilliki usaha sampingan juga menjadi salah satu jurus jitu untuk menghadapi masa pensiun. Kumpulkan modal dari penghasilan yang kita sisihkan dan mulailah merintis usaha sampingan sejak masih aktif di kantor. Tapi ingat, selama kita masih aktif bekerja tetaplah bersikap profesional. Usaha yang mulai kita rintis bisa kita percayakan kepada orang lain terlebih dahulu. Ketika tiba saatnya pensiun, barulah fokus untuk mengembangkan usaha yang bisa menjadi sumber pendapatan baru kita.

4. Investasi sejak dini

Selain merintis usaha sampingan, investasi juga bisa jadi pilihan selanjutnya. Idealnya kita sudah berinvestasi sejak masih bekerja. Semakin cepat semakin baik. Apalagi kini banyak pilihan yang bisa kita pilih untuk berinvestasi seperti reksadana, saham, dan lain-lain. Namun jangan sampai salah langkah. Pastikan dana yang kita investasikan berada di tangan yang benar, misalnya diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jangan tertipu investasi bodong yang kerap menjanjikan imbal hasil yang menggiurkan.

5. Miliki aset menguntungkan

Jika kita punya cukup dana, kita bisa mempertimbangkan untuk mulai memiliki aset yang menguntungkan. Misalnya seperti tanah atau rumah yang harganya cenderung terus meningkat seiring waktu. Pastikan juga aset yang kita miliki akan punya nilai jual lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Kendaraan memang termasuk aset, tapi nilai jualnya cenderung menurun. 

6. Menekuni hobi

Kita pasti punya hobi atau aktivitas di luar pekerjaan yang kita sukai. Ketika menghadapi masa pensiun, cobalah tekuni lebih serius hobi kita. Pasalnya hobi akan menjadi aktivitas positif yang bisa menepis kebosanan saat kita tidak lagi bekerja. Bahkan bukan tidak mungkin hobi kita akan menjadi sumber pendapatan baru di masa pensiun.

7. Pelajari keterampilan baru dan membangun jaringan usaha

Pensiun bukan berarti berhenti beraktivitas. Anggap saja pensiun sebagai kesempatan memiliki banyak waktu luang untuk melakukan hal baru dan bertemu orang-orang baru. Maka sebelum pensiun, ada baiknya kita mulai mempelajari hal baru dan memperluas jaringan. 

Kita bisa belajar keterampilan baru secara otodidak dengan membaca buku atau menonton Youtube. Pertimbangkan juga untuk bergabung dengan sebuah klub. Ibaratnya sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Kita bisa mendapatkan pengetahuan dan kenalan baru.

8. Bayar semua cicilan sebelum pensiun

Ingin menikmati masa pensiun dengan tenang dan nyaman? Usahakan untuk membayar semua cicilan sebelum memasuki masa pensiun. Terutama cicilan yang cukup berat, seperti kredit rumah atau kendaraan.

9. Menjadi peserta BPJS Kesehatan dan asuransi lainnya

Menjadi peserta BPJS Kesehatan hak bagi setiap karyawan. Ini akan sangat berguna saat kita memasuki masa pensiun. Setidaknya memiliki BPJS Kesehatan akan meringankan beban keuangan ketika kita mengalami sakit. Nah, jika kita merasa BPJS Kesehatan kurang memenuhi kebutuhan, kita bisa membeli produk asuransi lain, seperti asuransi jiwa, asuransi pendidikan untuk anak, atau produk asuransi kesehatan swasta lainnya.

10. Jaga kesehatan

Setiap orang tentu berharap agar selalu sehat tetapi sakit tidak bisa kita prediksi datangnya. Selain menyiapkan asuransi, kita perlu menjaga kesehatan sejak dini. Pasalnya semakin berumur, kita umumnya semakin rentan dengan masalah kesehatan karena kondisi fisik yang menurun. Ada baiknya mulai membiasakan diri untuk memiliki pola hidup sehat dan rajin berolahraga dari sekarang, ya.

Pensiun merupakan hal yang tidak bisa kita hindari. Ada banyak hal yang bisa terjadi saat kita memasuki masa tersebut. Maka kesiapan diri kita untuk menghadapinya perlu dimiliki. Persiapan yang matang akan membuat kita bisa menikmati pensiun dengan tenang. Jangan sampai kita baru sadar saat sudah mendekati usia pensiun, ya

Untuk mendapatkan informasi mengenai asuransi pensiun dan produk asuransi terbaik lainnya yang sesuai dengan kebutuhan kita dan keluarga, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim kami di Lifepal!