Utang untuk Usaha Boleh Saja, Tapi Jangan Sampai Mengantarkanmu ke Jurang Kebangkrutan

Utang itu bisa baik dan buruk (Shutterstock)

Sudah jamak diketahui, utang itu bisa digunakan buat apa saja. Asal bijak dan bertanggung jawab. Termasuk salah satunya penggunaan utang untuk usaha.

Banyak pengusaha yang memulai usahanya mulai dari utang. Banyak pula yang menggunakan utang untuk memperluas bisnis atau merealisasikan ide-ide.

Contoh deh, kisah pengusaha sawit asal Jawa Tengah yang sempat bangkrut dengan utang Rp 62 miliar. Kebangkrutannya disebabkan karena mengambil pinjaman terlalu besar demi ekspansi. Karena gak ada kalkulasi, walhasil bisnisnya ambruk.

Yang jadi pertanyaan adalah berapa besaran utang untuk usaha yang aman? Jawaban ini tentu berbeda-beda bagi setiap orang.

Semuanya butuh pertimbangan dan perhitungan matang. Gak bisa asal utang saja. Coba yuk, kita simak beberapa pertimbangan ini sebelum mulai mengajukan utang untuk usaha.

1. Rencana bisnis

Business plan adalah satu hal penting sebelum memulai sebuah usaha. Mau buka warung kelontong atau restoran tetap saja butuh rencana bisnis.

Isi dari rencana bisnis ini kurang lebih berupa strategi dan proyeksi. Strategi ini meliputi marketing, modal dan keuangan. Sementara proyeksi itu mirip survei serta prediksi; kira-kira akan jadi apa bisnismu dalam lima tahun ke depan.

Pasalnya, lima tahun itu jangka waktu yang krusial. Menurut seorang konsultan bisnis, banyak usaha yang gulung tikar dalam jangka waktu tersebut.

2. Beda usaha, beda risiko

Beda usaha tentu beda pula risikonya. Jangan mentang-mentang teman meminjam duit Rp 30 juta buat usaha, kamu juga tertarik mengajukan angka segitu. Tetap berpegang pada rencana bisnismu.

3. Modal

Modal bisa datang dari mana saja. Bisa dari tabungan, meminjam keluarga atau meminjam ke bank berupa kredit tanpa agunan (KTA). Modal dengan tabungan pribadi jelas lebih minim risiko. Kalaupun kamu harus kehilangan modal, setidaknya kamu gak memiliki utang.

Kalau modal usahamu bersumber dari KTA, kamu harus lebih hati-hati, pasalnya setiap bulan kamu harus membayar cicilan plus bunga. Kamu harus memastikan bahwa usahamu bisa menghasilkan laba untuk membayar utang ke bank.

4. Bagaimana pangsa pasarmu

Pada saat membuka usaha, paling nggak kamu sudah harus mengenal pangsa pasar yang disasar. Kalau cuma membuka warung kelontong di depan rumah dalam kampung, mungkin pelangganmu ya cuma warga sekitar atau sesekali orang lewat.

Pilihlah jenis usaha yang bisa menjangkau pasar yang luas dan gak segmented. Dengan begitu, usahamu bakal lebih dikenal luas.

Contohnya kalau membuka restoran, pilihlah jenis makanan yang sudah akrab di lidah orang indonesia. Kalaupun ingin berinovasi, jangan jauh-jauh dari akar budaya kuliner Indonesia.

5. Utang untuk mengembangkan usaha

Kalau modal awalmu sudah bersumber dari utang, sebisa mungkin jangan sampai menambah utang lagi untuk mengembangkan usaha. Kecuali usahamu sudah memiliki pemasukan/cash flow yang stabil.

Kalau keuangan lancar (termasuk membayar cicilan dan biaya operasional) sah-sah saja untuk berutang lagi. Apakah utang itu untuk membeli peralatan operasional, barang atau menyewa tempat usaha. Yang jelas utang tersebut jangan sampai melebihi 50% dari total asetmu.

Besaran utang ini juga harus disesuaikan dengan kebutuhan usahamu. Jangan asal ekspansi tanpa kalkulasi dan melebihi kemampuan. Jangan lupa soal prospek dan survei pasar.

6. Lihat kembali keuanganmu

Lihat kembali keuangan pribadi dan usahamu. Apakah sudah terpisah? Apakah keuangan usaha sudah mampu menopang operasional tanpa mengganggu keuangan pribadimu?

Kalau keuangan usaha sudah gak terganggu oleh kehidupan pribadimu, itu bagus. Berarti usahamu berkembang dan mampu berjalan mandiri. Jadi sah-sah saja kalau mau meminjam dana.

7. Plan B

Selalu punya rencana cadangan. Bagaimana kalau bisnismu mentok dan gak berkembang? Bagaimana kalau bisnismu gagal dan memiliki utang?

Selalu siap dengan skenario terburuk. Berbisnis itu menuntut keberanian, kalaupun gagal, kamu bisa menjual aset (peralatan misalnya) untuk menutup utang.

Jadi lihat dulu diri dan keuangan usahamu. Apakah memang sudah siap untuk meminjam utang lagi demi ekspansi usaha.  

Banyak orang yang bilang kalau mau buka usaha mah, nekat saja. Nekat di sini bukan berarti tanpa persiapan sama sekali lho. Dengan pengelolaan matang, dampak risiko akan seminimal mungkin kamu rasakan.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →