Wah, Mulai Musim Hujan Nih, Saatnya Buka Usaha Cuci Motor dan Mobil

buka usaha cuci motor

“Craaaatttt….,” bunyi cipratan air di jalan itu bikin dongkol. Apalagi jika pakai sepeda motor. Sudah basah kuyup, motor jadi tambah kotor.

Tapi, di balik rasa dongkol itu, ada yang lagi senyum-senyum sendiri. Dialah pengusaha bisnis cuci kendaraan.

Musim hujan adalah masa panen buat mereka. Kendaraan jadi sering kotor akibat kena hujan dan cipratan air campur pasir.

Tak pelak, tempat cucian ramai-ramai didatangi orang-orang yang mau memandikan kendaraannya. Apalagi saat akhir pekan. Yang mau keluar pacaran atau sekadar nongkrong, tengsin kalau tunggangannya dekil dong.

Sebenarnya, seberapa oke sih peluang bisnis cuci kendaraan? Modalnya berapa? Apa hanya untung saat musim hujan doang? Untuk menjawab sederet pertanyaan itu, mari kita bahas bersama-sama.

Modal Bisnis Cuci Kendaraan

Hanya dengan duit Rp 5 juta, kita bisa kok langsung buka bisnis cuci kendaraan. Apalagi jika sudah punya lahan, misalnya pekarangan rumah.

buka usaha cuci motor
Ayo mas tolong dicuci yang bersih ya, biar pelanggan balik lagi hehehe (Tempat Cuci Motor / Blogspot)

Jika belum ada lokasi, kita tetap bisa pakai duit Rp 5 juta untuk jadi pengusaha cuci kendaraan. Tapi tentu dengan senjata yang minimalis dulu dan target pasar khusus, yakni sepeda motor. Di bawah ini kalkulasinya:

Satu set kompresor mesin cuci motor: Rp 3 juta

Bahan bakar kompresor dan listrik: Rp 500 ribu

Perlengkapan selang, sampo, kain/kanebo, dan spons:

– Selang 10 meter: Rp 5.000 per meter x 10 = Rp 50.000

– Sampo 5 liter: Rp 30 ribu per liter x 5 = Rp 35.000

– Kain/kanebo: bisa pakai kaus yang sudah tak terpakai; kanebo 4 unit x Rp 10.000 = Rp 40.000

– Spons: Rp 5.000 x 4 unit = Rp 20.000

Upah 2 pegawai: Rp 500 ribu x 2 = Rp 1 juta

Total: Rp 4.645.000

Pemasukan:

Dengan ongkos cuci motor Rp 10.000 dan rata-rata kendaraan yang dicuci per hari 10, perkiraan omzet per hari Rp 10.000 x 10 = Rp 100.000. Per bulan, omzetnya Rp 100.000 x 30 = Rp 3 juta.

Cukup menggiurkan bukan? Memang, motor yang bisa dicuci per hari gak bisa diprediksi. Jadi, kalkulasi di atas hanya hitungan kasar.

buka usaha cuci motor
Siapa sih yang gak mau dapat uang buanyak kayak gini hehehe (Lembaran Rupiah / Tstatic)

Karena itu, kita mesti punya cara untuk mengakalinya. Lanjut ke poin di bawah ini.

Panen Bisnis

Hampir setiap bisnis punya masa panen. Ada yang panen sampai berbulan-bulan, berhari-hari, bahkan cuma hitungan jam—misalnya warung makan, yang panen ketika jam sarapan, makan siang, dan makan malam.

Tapi apakah bisnis itu lesu ketika tidak masuk masa panen? Jelas tidak. Justru ketika masuk masa panen tapi gak ada perkembangan berarti pada bisnis, bisa dibilang lagi ada guncangan.

Buat yang berinsting bisnis mumpuni, masa penantian panen bisa dimanfaatkan untuk meraih peluang menambah pendapatan. Seperti petani, mereka menanam jagung dan padi secara bersamaan.

Masa panen jagung lebih cepat datang. Jadi, sembari menunggu padi bisa dipanen, bisa memetik jagung dan menjualnya. Walhasil, ada pendapatan sampingan.

Begitu juga dengan bisnis cuci kendaraan. Di samping buka cucian, kita bisa sambil bisnis kelontong. Tapi bukan dagang beras dan bahan pokok semacamnya.

Rokok, snack, dan minuman botol dalam kulkas juga sudah cukup. Khusus soal minuman di kulkas, kita bisa sewa ke produsen, misalnya Coca Cola.

buka usaha cuci motor
Buat nambah pemasukan, bisa juga sediain minuman dingin loh, kan lumayan (Jual Minuman Dingin / Tribunnews)

Cukup hubungi pihak pabrik atau sales di lapangan, nanti akan disurvei lokasinya. Jika layak, kulkas akan datang lengkap dengan isinya. Soal harga, bisa dinego dengan sales terkait.

Barang dagangan ini pun bisa dijajakan ke mereka yang sedang menunggu kendaraan dicuci. Dengan demikian, kita gak hanya mengandalkan bisnis cuci kendaraan untuk mendapat pemasukan.

Terlebih ketika sedang masa paceklik. Namun tentu harus disesuaikan dengan kemampuan modal masing-masing.

Sekiranya modal cukup, cara di atas bisa dipraktikkan. Jika belum, jalan saja dulu bisnis utamanya. Di tengah perjalanan, himpun modal untuk bisnis turunan.

Atau bisa juga pinjam modal ke bank. Sekarang makin gampang cari pinjaman, bahkan gak perlu datang langsung ke kantornya alias lewat online.

Yang mesti diingat, jika pinjam modal usaha harus dipastikan bisa melunasinya. Hitung kira-kira berapa cicilan yang bisa dibayar per bulan.

Jangan sampai udah pinjam modal tapi salah kalkulasi. Risikonya gak main-main, lho. Bisa-bisa bisnis hilang, yang tersisa utang.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Bikin Bisnis Kok Stagnan, Kamu Bisa Tiru Jurus Jitu Mengembangkan Usaha Ini]

[Baca: Jangan Jadikan Modal untuk Buka Usaha Sebagai Alasan untuk Menyerah]

[Baca: Seberapa Aman Fitur Pinjaman Dana Online? Kenalan Dulu Yuk]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →