Apa Itu Waran? Investasi Ini Bisa Hasilkan Cuan di Atas 1.000% Sehari

waran adalah

Waran adalah sebuah instrumen investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tergolong ke dalam instrumen derivatif karena dia adalah produk turunan dari saham. Keuntungan dari waran ini bisa berkali-kali lipat dari saham lho.  

Bagi investor saham, istilah waran memang terbilang umum. Namun gak semuanya paham juga lho soal instrumen yang satu ini. 

Bila kamu sudah punya rekening efek dan rekening dana nasabah di salah satu perusahaan sekuritas, maka kamu hanya perlu menggunakan aplikasi trading saham saja untuk membeli waran di pasar reguler. Ketik saja kodenya di kolom aplikasi, misalkan kamu ingin mencari waran PT Andalan Sakti Primaindo Tbk, maka kodenya adalah ASPI-W. 

Seluruh waran menggunakan kode -W di belakangnya. Jika kodenya ASPI-W, berarti waran itu dikeluarkan oleh perusahaan yang berkode saham ASPI. Di BEI, waran ini juga akrab disebut call warrant

Oh ya, jika kamu perhatikan nih, harga waran itu sendiri bisa di bawah Rp 50 perak lho. Tapi fluktuasi nilainya sangat tinggi, dan bisa bikin jantungan. Oleh karena itu, pembelian produk yang satu ini memang seringkali ditujukan untuk keperluan trading. 

Ingin tahu lebih lanjut soal produk investasi yang satu ini? Yuk simak ulasannya

Apa itu waran?

waran adalah
Membeli waran sama halnya dengan membeli hak untuk menebus saham di harga tertentu di masa depan (Pixabay)

Sejatinya, waran adalah hak yang diberikan oleh pemegang saham, untuk membeli sejumlah “saham biasa” pada satu level harga harga eksekusinya, di “masa depan.”

Harga eksekusi bisa diartikan sebagai sebuah harga yang ditentukan oleh emiten atau perusahaan pemilik saham itu, untuk masa depan. 

Intinya, investor yang membeli waran akan mendapat hak menebus saham dari perusahaan itu dengan harga yang mungkin saja jauh murah. So, ketika berhasil ditebus dengan harga murah, tentu saja keuntungan yang didapat investor ini bisa berlipat-lipat. 

Itulah sebabnya mengapa produk ini disebut sebagai produk turunan dari saham. 

Nah informasi seputar harga eksekusi itu bisa kamu cari tahu sendiri di situs PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). KSEI akan menghimpun semua daftar waran di bagian efek terdaftar, beserta informasi kode dan maturity date atau tanggal jatuh temponya.

Karakteristik dan risiko waran

a. Sebagai pemanis

Tujuan perusahaan merilis waran adalah, agar investor tertarik memburu saham perusahaan tersebut. Jadi, bisa diartikan bahwa waran ini sifatnya adalah sebagai pemanis.

Harga waran jelas lebih jauh lebih rendah ketimbang harga saham. 

Contohnya: 

Harga saham PT Duren Sawit Perkasa Tbk adalah Rp 200 perak per lembar di tahun 2020. Mereka menerbitkan waran yang nilainya Rp 20 per lembar, sementara itu harga eksekusinya adalah Rp 250.

Jika di masa depan (2022) harga saham PT Duren Sawit Perkasa Tbk naik dan harganya jadi Rp 500 perak per lembar, maka pemegang waran perusahaan ini bisa menebusnya di angka, Rp 270 per lembar. Kok Rp 270 per lembar? 

Karena, harga eksekusi waran itu adalah  Rp 250 dan harga warannya Rp 20. Rp 250 + Rp 20 = Rp 270.  

Lantas apa kabarnya jika harga saham perusahaan ini amblas jadi Rp 100 perak? Pemegang waran itu gak wajib untuk menebusnya.  

Itulah sebabnya, mengapa waran disebut sebagai pemanis. Semakin tinggi selisih harga tebus dan harga warannya, tentu makin menarik. 

Namun seperti halnya produk derivatif lainnya, investasi dengan membeli waran itu penuh dengan spekulasi. 

Hal itu disebabkan karena gak ada yang tahu, apakah harga saham yang nanti bakal ditebus bakal naik atau malah turun. Pasar itu gak akan bisa ditebak. 

b. Waran bukan aset keuangan riil

Mengingat waran adalah produk derivatif, maka risikonya pun sangat tinggi. Jika kamu perhatikan, fluktuasi nilai sebuah waran bak roller coaster.

Waran sendiri bukan merupakan aset keuangan yang sifatnya riil seperti saham. Produk ini hanyalah “hak untuk membeli saham.”

Jika kamu membeli saham, kamu sama saja dengan memiliki perusahaan itu meski hanya punya 1 lot atau 100 lembar saja. Namun prinsip ini gak berlaku di waran.

Harga waran juga sangat dipengaruhi oleh fundamental dari perusahaan penerbitnya. Sebut saja jika saham suatu emiten turun dari Rp 1.000 per lembar jadi Rp 900, maka jika warannya adalah Rp 300, maka nilai waran itu juga bisa berpotensi tergerus jadi Rp 200.

c. Waran ada umurnya

Hal lain yang membuat nilai waran naik turun adalah karena faktor ini. Para trader waran akan berpikir bahwa cepat atau lambat mereka harus segera menjual waran ini.

Mengapa demikian? Karena semakin dekat dengan maturity date (jatuh tempo), harga waran berpotensi menjadi nol! Jika waran itu gak kunjung ditebus, maka waran itu tentu bakal hangus. 

Kalau memang mau trading waran, itu artinya kamu harus benar-benar fokus dengan kenaikan harganya di setiap saat. Jangan sampai telat jual, karena jika harganya turun maka bisa turun makin dalam.

d. Waran punya capital gain

Selain mendapat hak untuk menebus saham di harga tertentu, maka keuntungan lain dalam berinvestasi waran adalah capital gain.

Sama halnya dengan saham, waran memang ditransaksikan di pasar reguler. Oleh karena itu harganya naik turun. 

Kamu pun bisa memanfaatkan momentum volatilitas harga waran untuk melakukan profit taking. 

e. Waran berbeda dengan opsi

Dalam artikel derivatif, ada satu instrumen derivatif yang bernama option atau opsi. Asal kamu tahu, waran adalah produk yang berbeda karena umur waran memang lebih panjang, yaitu enam bulan sampai lima tahun.

Bahkan ada juga lho waran yang memang gak punya periode jatuh tempo. Waran ini disebut dengan istilah perpetual warrant.

f. Perdagangan waran gak kenal auto-reject

Ketika pergerakan harga saham telah dinilai gak wajar, maka akan terjadi proses auto-reject. Jika harganya terus naik, maka akan masuk ke auto reject atas, begitu pun sebaliknya jika turun drastis.

Batas auto reject dari saham adalah ketika saham itu naik atau turun sebesar 35 persen. 

Sayangnya, hal ini gak ada dalam perdagangan waran. Waran bisa saja naik atau turun hingga mencapai ratusan atau ribuan persen!

Sebagai contohnya, tepat pada 2019, Waran Seri I PT Bliss Properti Indonesia Tbk (POSA-W), sempat anjlok 96 persen ketika dibuka di harga Rp 490 dan ditutup di harga Rp 19, pada sesi perdagangan pertama!

Tapi pada perdagangan sesi II, kurang dari satu jam saja, harganya langsung bullish ke Rp 350 per lembar! Itu berarti naik 1.700 persen!

Bukan main, investasi Rp 1 juta dengan beli waran POSA-W saat itu, dalam hitungan jam uangmu jadi Rp 17 juta!

Cara menghitung nilai teoritis waran

waran adalah
Gimana ya cara menghitung nilai teoritis waran? (Pixabay)

Sama halnya dengan saham atau efek lainnya, wran punya nilai teoritis. Nilai teoritis bisa diartikan sebagai pada level harga berapa sebuah waran seharusnya dijual di pasaran, atau sederhananya adalah nilai wajarnya. 

Berikut rumusnya:

Nilai Teoritis Waran = (Nilai pasar harga saham biasa – harga eksekusi waran) x Jumlah saham biasa dibeli dengan satu lembar waran. 

Contoh:

PT Buaran Jaya Tbk memiliki waran yang beredar dengan harga eksekusi Rp 2.000 perlembar dengan perincian, satu lembar waran akan mendapat hak membeli tiga lembar saham biasa. Harga saham PT Buaran Jaya Tbk sekarang adalah Rp 2.500, perlembar, maka harga waran dari perusahaan ini seharusnya dijual di angka:

(Rp 2.500 – Rp 2.000) x 3 = Rp 1.500.

Berinvestasi di waran, madu atau racun?

Itulah sekilas tentang waran, sebuah instrumen produk investasi turunan dari saham yang sifatnya seperti roller coaster. 

Menyikapi karakteristiknya seperti yang disebutkan di atas, apakah produk investasi ini layak beli?

Jika investornya adalah investor pemula atau belum pernah berinvestasi, disarankan untuk tidak mencoba produk ini terlebih dulu. Butuh kebijaksanaan dan psikologis kuat untuk berinvestasi dengan membeli waran.

Dalam investasi, keuntungan dan risiko berbanding lurus. Meski untungnya bisa ratusan persen dalam periode tertentu, tetap saja, nilai waran bisa anjlok juga ratusan persen. 

Bila kamu adalah investor pemula yang belum pernah mencoba investasi tinggi risiko, cobalah untuk investasi di sektor saham terlebih dulu. 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →