Hari Terakhir! Yuk Ikut Pemutihan Pajak Kendaraan 2018 DKI Jakarta

Kabar pemutihan pajak kendaraan alias penghapusan denda pajak kendaraan bermotor selalu membawa angin segar bagi banyak orang. Pemutihan ini telah diterapkan beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir.

Cara ini dianggap mampu mendorong wajib pajak buat melunasi tunggakan pajaknya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menggelar pemutihan denda pajak sejak 22 Juni silam, dan akan berakhir pada Jumat, tanggal 31 Agustus 2018 hari ini. Buat kamu yang masih nunggak pajak, saatnya manfaatkan kesempatan emas ini.

Nah, biar gak ada salah pemahaman soal pajak kendaraan dan pemutihan ini, yuk simak dulu ulasannya di bawah ini.

[Baca: Cek Denda Tilang 2018 Berikut Ini Saat Lakukan Pelanggaran Lalu Lintas]

Denda pajak kendaraan

pemutihan pajak
(Image: Sidomi)

Sebagai pemilik kendaraan bermotor, mungkin kamu udah tahu kalau tiap satu tahun sekali, kamu perlu membayar pajak kendaraan bermotor motor atau perpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Prosedur ini wajib dilakukan biar kendaraan yang kamu punya diakui resmi oleh negara dan bebas tilang saat ada razia.

Tapi, masih banyak pemilik motor yang abai bayar pajak. Entah karena gak ada waktu atau belum punya biayanya. Alhasil, denda telat pajak motor pun mengikuti mereka. Semakin lama menunggak, dendanya tentu semakin membengkak.

Denda yang harus kamu bayar saat telat bayar pajak ini adalah denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Rincian hitungannya sebagai berikut:

Perhitungan denda PKB: 25 persen per tahun

Jika terlambat tiga bulan =  PKB x 25 persen x 3/12

Jika terlambat sembilan bulan = PKB x 25 persen x 9/12

Sementara denda SWDKLLJ maksimal sebesar Rp 100 ribu, mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 16 Tahun 2017 Pasal 7 ayat 3.

Kamu perlu ingat kalau pemutihan gak serta-merta membebaskanmu dari kewajiban membayar pajak ya. Pemutihan ini cuma bikin kamu gak perlu membayar sejumlah denda dari tunggakan pajakmu. Ya lumayan deh, hitung-hitung buat uang beli bensin.

[Baca: 4 Cara Cek Pajak Kendaraan Tanpa Harus Lihat STNK]

Syarat ikut pemutihan pajak

pemutihan pajak
(Image: satuharapan)

Biar bisa memanfaatkan penghapusan denda pajak ini, kamu bisa langsung ke kantor samsat di DKI dengan membawa persyaratan administrasi sebagai berikut:

  1. STNK
  2. KTP (sama dengan data di STNK)
  3. BPKB (fotokopi)
  4. Sejumlah uang buat membayar pokok pajak

Kalau malas ke kantor samsat, kamu juga bisa mengurus pembayaran di samsat corner, samsat keliling, atau samsat drive thru. Prosesnya gak makan waktu lama. Cukup serahkan berkas yang diperlukan ke loket, lalu bayar deh.

Jika kendaraanmu belum balik nama, kamu juga bisa urus di sana sekalian. Tentu biayanya beda ya. Jelas lebih mahal.

[Baca: Mau Balik Nama Motor? Ini Biaya yang Harus Kamu Keluarkan]

Perlu kamu ketahui nih, biasanya saat pemutihan pajak diterapkan, tim gabungan BPRD dan Ditlantas Polda Metro Jaya bakal melakukan razia besar-besaran atau razia gabungan buat menjerat pemilik kendaraan yang masih malas membayar pajak.

Nah mereka yang terciduk razia ini gak bisa mendapatkan penghapusan denda pajak kendaraan. Jadi nombok banyak deh karena harus bayar tilang dan denda pajak.

Jadi pastikan kamu gak melewatkan kesempatan pemutihan pajak kendaraan mendatang yah.

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →