Gak Nyangka Warna Mobil Ternyata Pengaruhi Risiko Kecelakaan

warna mobil pengaruhi risiko kecelakaan

Gak cuma harus pintar saat beli obat masuk angin, kita sekarang pun mesti pintar saat mau beli mobil juga! Alasannya gak sepele lho karena ternyata faktor warna eksterior bisa berpengaruh terhadap tingkat risiko terjadinya kecelakaan. Pastinya ini wow, ‘kan?

Apa aja warna mobil yang dianggap wow tadi?

Nah berbicara mengenai faktor wow yang dimaksud, sebuah lembaga akademik berskala internasional telah membuktikan melalui penelitian mereka di tahun 2007 bahwa pilihan warna dasar tertentu dapat meningkatkan risiko pengendaranya mengalami kecelakaan lalu lintas.

Jadi apa aja ya warna-warnanya?

1. Hitam: Berisiko paling tinggi!

mobil berwarna hitam

Sebenarnya cukup simpel kalau dipikir-pikir kenapa warna hitam dinyatakan sebagai yang paling berisiko. Hitam sering kali tersamar dengan objek-objek di sekitarnya, terutama di malam hingga dini hari.

Dinyatakan pula bahwa si Pengendara dihadapkan kepada peningkatan risiko mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengendarai mobilnya yang berwarna hitam hingga 10-20 persen. Hal ini diperkuat dengan adanya asumsi bahwa pengendara lain menjadi lebih sulit untuk menyadari wujudnya secara utuh.

2. Perak dan abu-abu: Terpopuler, tapi berisiko tertinggi kedua

Risiko tertinggi kedua setelah warna hitam jatuh kepada pemilik kendaraan berwarna perak dan abu-abu dengan peningkatan risiko antara 10-11 persen lebih tinggi untuk mengalami kecelakaan lalu lintas. 

Terbalik dengan warna mobil yang gelap, warna perak dan abu-abu terlihat lebih kontras dengan keadaan di sekitarnya di siang hari. Hal ini dinilai menjadi faktor utama pendukung risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Tapi apakah mungkin kondisi ini didukung oleh fakta bahwa perak dan abu-abu adalah warna terpopuler sehingga jumlah unitnya lebih banyak? Nyatanya tidak juga karena berdasarkan penelitian, pemilik mobil berwarna perak lebih mungkin terhindar dari kecelakaan berat dibandingkan warna mobil yang lebih cerah hingga 50 persen!

3. Biru dan merah: banyak yang mirip jadi bikin bingung

Kedua warna mobil ini mempersembahkan para pengendaranya dengan peningkatan risiko mengalami kecelakaan lalu lintas hingga 7 persen. Kenapa demikian?

Biru dan merah adalah warna-warna yang banyak mengisi objek-objek di sekitar kita, seperti warna langit, lampu lalu lintas, lampu rem, dan banyak lainnya lagi. Kebiasaan mata kita untuk memandang warna pada objek-objek tersebut mungkin kerap menyamarkan pandangan pengendara terhadap mobil dengan warna-warna sejenis.

Lebih aman pilih warna-warna yang ini, Guys!

Pada dasarnya yang namanya berkendara sudah ada risiko tersendiri, namun bukan berarti tidak ada yang bisa dilakukan untuk meminimalkannya, ‘kan? Nah mengenai itu, coba deh lebih utamakan memilih warna-warna berikut untuk mobil kita.

1. Putih bersih dengan risiko paling rendah

mobil warna putih

Dibandingkan dengan objek-objek di sekitarnya, warna putih dinilai tidak kontras. Hal ini tidak berlaku cuma di malam hari, tapi di siang hari juga. Yang suka dengan warna putih pada mobilnya akan diuntungkan dengan penurunan risiko mengalami kecelakaan lalu lintas hingga 12 persen.

2. Kuning, jingga, dan emas: Jarang ada, sekalinya ada mencolok

Kamu punya warna mobil kuning, jingga, atau emas? Atau temanmu mungkin ada yang punya? Wajar saja jika memang tidak ada karena nyatanya jumlah mobil dengan ketiga warna tersebut tidak banyak beredar. Keberadaan mereka di jalan raya pun umumnya bisa terlihat lebih jelas dibandingkan warna-warna lain. 

Tapi bagi kamu yang suka warna kuning, jingga, atau emas pada bodi mobil pribadinya, maka selamat karena kamu termasuk pengendara dengan penurunan risiko mengalami kecelakaan lalu lintas hingga 10 persen.

Bukan cuma faktor warna, ada lagi yang musti diperhatikan

Fakta berbicara, namun selera tetap utama. Biasanya memang begitu, ‘kan? 

Selera warna kesukaan nyatanya bersifat subjektif dan akhirnya tentu akan berimbas kepada penentuan pemilihan warna pilihan pada mobil yang dibeli. Jadi walau sudah ada maklumat yang mengatakan mobil berwarna hitam dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama di malam hari, keinginan untuk memiliki mobil hitam tetap hajar terus!

Tentu seseorang dengan sikap yang demikian tidak bisa dikatakan sebagai pewatak keras kepala begitu aja. Nyatanya, masih ada faktor-faktor lain yang jelas-jelas dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas secara lebih signifikan, yaitu:

  • Karakter berkendara yang ugal-ugalan dan agresif.
  • Berkendara dalam keadaan mabuk.
  • Berkendara di tengah hujan deras.
  • Memaksakan berkendara dalam keadaan sakit.
  • Mengebut di jalan yang rusak.

Kelima poin di atas disebut dengan faktor perilaku pengendara. Poin-poin ini dinilai masih dapat dicegah demi menghindari diri dan orang lain mengalami kecelakaan lalu lintas.

Sebaik-baiknya tindakan yang kita bisa lakukan adalah mengantisipasi risiko terjadinya musibah. Tapi sebenarnya ada cara yang paling efektif untuk melindungi diri dari kerugian finansial akibat kerusakan yang menimpa mobil kita.

Lindungi mobil kita dengan asuransi yuk!

asuransi mobil

Kenapa harus punya asuransi? Memiliki perlindungan dari asuransi berarti kita telah berpikir smart dengan menimpakan semua beban risiko biaya kerusakan mobil kita kepada perusahaan asuransi. Sesederhana itu aja deh.

Contoh! Ada asuransi mobil yang namanya TLO. TLO atau Total Loss Only adalah nama produk asuransi mobil yang akan mengganti mobil kita yang rusaknya parah banget akibat kecelakaan dengan unit sejenis yang masih baru. Selain rusak parah, kita bisa dapat penggantian unit baru atau uang tunai jika mobil kita hilang dicuri. Serius, diganti dengan mobil baru lho!

Selain TLO, ada juga asuransi mobil all risk. Nah produk asuransi yang ini bisa dimanfaatkan jika mobil kita mengalami berbagai kerusakan ringan, seperti:

  • Bodi mobil baret atau penyok karena terserempet mobil atau motor pengendara lain.
  • Tie Rod bermasalah karena sering menginjak lubang.
  • Kipas radiator tiba-tiba berbunyi keras.
  • Gangguan kampas kopling sehingga menghambat perpindahan perseneling.
  • Kaca spion pecah karena tersenggol stang motor.
  • Kerusakan pada kelistrikan mobil.

Lalu apa perbedaan asuransi TLO dan all risk ya? Untuk membedakannya kita bisa pahami seperti ini. Jika skala kerusakan yang dialami mencapai 75 persen atau bahkan lebih dari itu, maka asuransi TLO adalah produk yang cocok untuk menanggungnya. Tapi asuransi all risk bisa menanggung semua skala kerusakan, kasarnya mulai dari 1 sampai 100 persen. 

Yuk cari tahu lebih banyak tentang asuransi mobil dan siapa saja referensi perusahaan asuransi terbaik di Indonesia cuma di Lifepal. Di Lifepal juga, kita bisa berkonsultasi secara gratis untuk mendapatkan saran dan tips terkait memilih produk asuransi mobil yang paling pas!