Warung vs Mini market, Kamu Lebih Sering Jajan di Mana?

warung vs mini market

”Enggak papa. Bawa dulu aja belanjaannya nanti kekurangannya bisa digenapi belakangan.”

 

Kira-kira kalimat itu milik siapa? Kok baik hati sekali?

 

Bisa ditebak, kalimat itu keluar dari pemilik warung atau toko kelontong. Mereka cenderung bersikap kekeluargaan kepada pembeli. Sesuatu yang tak mungkin didapat kalau belanja di supermarket atau mini market.

 

Di lokasi belanja modern itu, tak ada istilah berutang dulu buat belanjaan. Pokoknya belanjaan baru bisa dibawa pulang bila lunas dibayar. Hampir tak ada sisi humanis. Semua konsumen diperlakukan sebagai ‘orang yang punya uang’.

 

Meski tiada sisi humanis, tetap saja orang lebih sreg ke mini market. Banyak alasan sih orang belanja ke supermarket atau mini market. Lokasinya bersih, sejuk karena ada AC, nyaman, barang-barangnya variatif.

 

Kadang kala, pilih belanja di mini market juga dipicu faktor gengsi. Di situ seseorang bisa ‘pamer’ sesuatu. Mulai dari aksesori yang dikenakan sampai deretan kartu kredit. Ujung-ujungnya ingin dianggap sebagai ‘kaum the have’.

 

Sudah begitu, keberadaannya sudah menjamur. Hampir di tiap sudut berdiri dengan megah mini market.

 

Di depannya terpampang harga-harga promo barang sembako. Diskon, beli satu gratis satu, ubah nilai belanja jadi cicilan nol persen, dan sederet promo lainnya.

 

[Baca: Trik yang Bikin Belanja di Supermarket Lebih Untung]

 

Tergoda? Pastinya dong. Harus diakui, kenikmatan belanja di supermarket ini yang membius dan bikin nagih. Padahal apa sih yang dibeli di supermarket? Barang kebutuhan sehari-hari? Makanan? Minuman? Atau sekadar banding-bandingkan harga saja?

 

warung vs mini market

 Keberadaan warung jangan disepelekan, kalau nggak mau keluar duit buat parkir mending ke warung saja

 

 

Pertanyaan utamanya, apakah semua barang itu hanya eksklusif di mini market? Apakah di warung tidak tersedia? Tentu tak ada jawaban valid. Bisa jadi barang yang di warung tak tersedia di mini market. Begitu juga sebaliknya.

 

Warung vs mini market. Tentu susah untuk membandingkan keduanya karena saling melengkapi. Walaupun kesannya kurang modern, belanja di warung tetap memiliki kelebihan. Apa saja itu?

 

1.Gampang dapat uang kecil

Sudah jamak, pengelola warung atau toko kelontong sudah siap uang recehan untuk kembalian. Jadi enggak perlu menukarkan ke bank ketika butuh recehan. Sedangkan kalau belanja di mini market kadang kembaliannya dikasih permen atau diminta buat masuk sumbangan yang entah kepada siapa.

 

2.Harga tak beda jauh

Mungkin kesannya belanja di mini market lebih murah, benarkah? Sebenarnya tidak demikian. Bila mau lebih teliti, ada barang yang dibeli di mini market harganya jauh lebih mahal daripada warung. Belum lagi ke mini market perlu ongkos transportasi dan parkirnya. Hitung deh totalnya.

 

3.Tak ada sales yang pengaruhi beli barang lain

Itu pasti karena beli di warung, pengelola hanya memberikan barang yang diminta. Mereka tak pernah merayu pembeli untuk beli barang A atau barang B.

 

warung vs mini market

 Seringkali pas hendak membayar belanjaan di kasir, seorang SPG tiba-tiba nyelonong menawarkan barang yang nggak diperlukan

 

4. Silaturahmi

Pernahkah tersadar kalau beli di warung atau kelontong itu sama saja dengan silaturahmi. Jadi tujuannya tak semata-mata ingin belanja saja.

 

5.Kadang bisa berutang

Ketika lagi kepepet, kadang warung memberi kemudahan kepada pembelinya dengan berutang. Cuma jangan sampai keterusan yak! Mereka kan tetap butuh keuntungan untuk memutar modalnya.

 

Lantas apakah kelebihan warung itu mendorong untuk menjauhi mini market? Ya tidak begitu juga kali. Silakan saja ke mini market sewaktu-waktu jika ingin atau berniat gunakan kartu kredit saat bertransaksi.

 

[Baca: 4 Kartu Kredit Spesialis Belanja di Supermarket]

 

Tapi sekalian saja bandingkan nilai yang dihabiskan di mini market sama di warung untuk belanjaan yang sama. Ketika belanja di warung lebih hemat, kenapa tidak menjadi andalan untuk keperluan sehari-hari. Toh kadang kala kalau beli banyak biasanya dikasih kortingan sama si pemilik warung, hehehe.

 

[Baca: 10 Hal yang Bikin Struk Belanjaan di Supermarket Lebih Panjang]

 

 

 

Image credit:

  •  http://www.indonesia.travel/public/media/images/upload/photoessay/18_traditional_warung.jpg
  • http://akumassa.org/wp-content/uploads/2010/02/para-customer-yang-mencicipi-susu-sereal-470×353.jpg
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →