Saat Bulan Pelantikan Presiden, Wisman ke Indonesia Anjlok

Wisman ke Indonesia Turun (Shutterstock)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada bulan Oktober 2019 mencapai 1,35 juta kunjungan. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan September 2019 sebesar 3,28 persen.

Jumlah ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 856,35 ribu kunjungan. Pintu masuk laut sebanyak 336,04 ribu kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 162,01 ribu kunjungan.

Secara kumulatif (Januari–Oktober 2019), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 13,62 juta kunjungan. Angka itu naik 2,85 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2018 yang berjumlah 13,25 juta kunjungan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dari 1,35 juta kunjungan, wisman yang datang dari wilayah ASEAN memiliki persentase kenaikan paling tinggi dibanding Oktober 2018, yaitu sebesar 20,14 persen. Sedangkan persentase penurunan hanya terjadi pada wisman yang datang dari wilayah ASIA selain ASEAN, yaitu sebesar 14,10 persen.

Lama Turis Menginap

Sementara menurut kebangsaan, kunjungan turis asing yang datang ke Indonesia paling banyak berasal dari negara Malaysia sebanyak 241,1 ribu kunjungan. Kemudian Tiongkok 160,4 ribu kunjungan, Singapura  145,2 ribu kunjungan, Australia 131,9 ribu kunjungan, dan  Timor Leste 92,0 ribu kunjungan.

Sementara itu, menurut kebangsaan, kunjungan turis bule yang datang ke Indonesia selama 2019 paling banyak berasal dari turis berkebangsaan Malaysia sebanyak 2,58 juta kunjungan. Lalu Tiongkok 1,77 juta kunjungan, Singapura 1,55 juta kunjungan, Australia 1,15 juta kunjungan, dan Timor Leste 1,02 ribu kunjungan.

Sedangkan rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang di Indonesia mencapai 1,80 hari selama Oktober 2019. Terjadi penurunan sebesar 0,10 poin jika dibanding rata-rata lama menginap pada Oktober 2018.

Begitu pula jika dibandingkan dengan September 2019, rata-rata lama menginap pada Oktober 2019 mengalami penurunan sebesar 0,04 poin. Secara umum, rata-rata lama menginap tamu asing Oktober 2019 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu Indonesia. Angkanya masing-masing 2,91 hari dan 1,64 hari.