4 Keuntungan Kerja di Australia dan Syarat-Syaratnya

Kerja di Australia

Kamu masih muda, produktif tapi bosan kerja di Indonesia? Mungkin kamu bisa mencoba kerja di luar negeri semisal kerja di Australia.

Asal tahu aja nih, siapa pun yang kerja di Australia berkesempatan mendapat program permanent resident. Namun, dengan kerja di Australia dan ikut programnya, bukan berarti kamu lantas berpindah kewarganegaraan ya.

Kamu tertarik kerja di Australia? Berikut ini informasi mengenai Australia dan keuntungan-keuntungan kerja di Australia.

Ini 4 keuntungan kerja di Australia

Ada empat keuntungan yang diperoleh bagi kamu yang memilih kerja di Australia, yaitu:

  1. Gaji besar
  2. Dapat permanent resident
  3. Banyak lowongan kerja
  4. Peluang membangun masa depan

1. Gaji besar

Di Australia gaji rata-rata per minggunya bisa 1.568 dolar Australia atau Rp 16 juta. Itu baru per minggu lho. Gimana kalau sebulan? Kamu bisa dapat Rp 64 juta. Tapi, jangan lupa, besaran gaji itu nantinya masih dipotong pajak ya.

Dengan gaji yang segitu besarnya, gak heran kalau banyak orang pengin kerja di Australia. Hitung-hitung, dengan hidup sederhana, sebagian penghasilanmu bisa ditabung buat modal usaha. Lumayan kan?

Gaji boleh gede, tapi harus diingat juga, biaya hidup di sana gak murah lho. Dikutip dari numbeo, harga air mineral dalam botol 330 mililiter di Australia sekitar 2,65 dolar Australia atau Rp 28 ribu. Bandingkan deh dengan harga jualnya di Indonesia yang cuma Rp 3.500. Bedanya jauh banget, kan?

2. Dapat permanent resident

Ini tadi yang udah dijelaskan di awal. Izin permanent resident diberikan bagi orang-orang dari negara lain yang kerja di Australia.

Enaknya dapat permanent resident ini status kamu sama dengan warga Australia. Jadi, dalam pemberian hak, kamu tuh gak ada bedanya dengan warga negara Australia.

Dilansir dari kerjadiaustralia, kamu juga bisa menikmati keuntungan-keuntungan, seperti:

  • Subsidi pendidikan hingga 80 persen
  • Subsidi kesehatan hingga bisa dapat layanan gratis
  • Boleh menetap selama-lamanya di Australia
  • Gak diwajibkan berganti warga negara
  • Istri atau suami juga bisa diikutkan dalam program permanent resident
  • Anak bisa jadi warga negara Australia

3. Banyak lowongan kerja

Kalau kamu sering-sering baca berita, pasti ketemu headline tentang Australia yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Seperti yang dikabarkan detik belum lama ini, lima industri di Australia lagi butuh banyak tenaga kerja.

Misalnya aja industri pelayanan kesehatan dan sosial. Industri ini butuh sekitar 250 ribu tenaga kerja baru hingga Mei 2022. Lalu ada sektor konstruksi yang butuh 120 ribu tenaga kerja baru.

Kemudian ada industri pelayanan makanan dan akomodasi yang membuka lowongan buat 97 ribu tenaga kerja baru.

Udah gitu lowongan kerja di sana terbuka gak cuma buat yang punya gelar sarjana, tapi yang gak punya pun bisa kerja di Australia. Misalnya aja buat kerja sebagai tukang. Latar belakang pendidikan gak gitu penting. Mereka butuhnya cuma orang yang mau kerja keras dan punya sedikit pengalaman.

4. Peluang membangun masa depan

Kapan lagi kan dapat gaji besar? Selain menyandang status sebagai permanent resident dan menikmati keuntungan-keuntungannya, tentu aja ini menjadi peluang emas buat membangun masa depan.

Coba deh bandingkan dengan kamu tinggal di sini. Gaji pas-pasan, layanan kesehatan masih belum bagus-bagus amat, serta pendidikan masih belum baik dan bayar pula lagi.

Sekadar pertimbangan aja nih. Bank Dunia, seperti dilansir Katadata, mengatakan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia itu masih rendah. Emang benar angka partisipasi peserta didik meningkat. Tapi sekitar 55 persen anak usia 15 tahun masih buta huruf.

Beda banget sama Australia yang tingkat melek hurufnya udah mencapai 100 persen. Kamu pastinya kepengin anak-anak kamu dapat pendidikan yang berkualitas kan? Nah, kerja di Australia bisa jadi peluang buat kamu mewujudkannya lho.

Syarat kerja di Australia

Setelah mengetahui keuntungan apa saja yang bisa didapat dengan bekerja di Australia, kamu harus memenuhi syarat dan ketentuan bekerja di sana. Apa saja syarat dan ketentuannya?

  1. Menguasai bahasa Inggris
  2. Mengurus Tax File Number (TFN)
  3. Membuka rekening bank di Australia
  4. Mengikuti training atau memiliki sertifikat
  5. Memiliki kartu provider seluler telekomunikasi Australia

1. Menguasai bahasa Inggris

Sebagai salah satu negara bekas jajahan Inggris, tentu saja Australia menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa nasional. Konsekuensinya, kamu harus menguasai bahasa Inggris bila ingin bekerja di Australia.

Meskipun demikian, kemampuan bahasa Inggris yang diperlukan akan berbeda pada setiap visa. Misalnya pada Work Holiday Visa, kamu cukup memiliki level pre intermediate English dengan nilai IELTS minimal 4,5.

Sedangkan pada visa kerja dengan keahlian khusus, kemampuan bahasa Inggris yang dibutuhkan adalah tingkat Advanced, dengan nilai IELTS 8.0-9.0 dengan 20 poin atau A plus.

2. Mengurus Tax File Number (TFN)

Tax File Number (TFN)  adalah nomor pribadi dalam sistem perpajakan di Australia. TFN merupakan syarat penting yang sebaiknya kamu miliki sebelum bekerja di Australia.

Bisa saja kamu bekerja tanpa mengurus TFN terlebih dulu, tapi kamu akan dikenai pajak lebih besar, bahkan bisa sampai 46,5 persen.

Kamu bisa mengurus TFN dengan datang langsung ke kantor Australian Taxation Office (ATO) atau melalui online di ato.gov.au. Tenang saja, pengurusan TFN tidak dikenakan biaya kok.

3. Membuka rekening bank di Australia

Jika kamu ingin bekerja di Australia, kamu harus membuka rekening bank di sana agar perusahaan tempatmu bekerja bisa mentransfer gajimu.

Dengan memiliki rekening bank, kamu juga bisa mentransfer uang ke Indonesia, atau membayar tagihan dan sewa.

Pembukaan rekening bank dapat dilakukan sejak di Indonesia atau setelah kamu tiba di Australia, tetapi sebaiknya tidak lebih dari 6 bulan sejak kedatanganmu.

Jika kurang dari 6 bulan, kamu cukup menunjukkan paspor sebagai bukti identitasmu. Tapi bila lebih dari 6 bulan, kamu perlu identitas lain seperti sertifikat lahir, SIM atau kartu kredit.

4. Mengikuti training atau memiliki sertifikat

Beberapa jenis pekerjaan di Australia mengharuskan pelamar untuk menjalani pelatihan terlebih dulu sebelum mulai bekerja.

Misalnya jika kamu ingin bekerja sebagai bartender, kamu harus mendapatkan sertifikat RSA (Responsible Service of Alcohol).

Contoh lain adalah jika kamu ingin bekerja di bidang konstruksi, kamu harus menyelesaikan pelatihan untuk mendapatkan White Card.

Jangan khawatir, pelatihan ini termasuk pelatihan entry-level dan umumnya hanya selama beberapa jam saja, jadi kamu pasti bisa menyelesaikannya.

5. Memiliki kartu provider seluler telekomunikasi Australia

Pastikan kamu memiliki kartu provider telekomunikasi (Kartu SIM) Australia untuk memudahkan calon perekrut dalam menghubungi kamu, misalnya untuk panggilan wawancara.

Hal-hal yang perlu diketahui kalau berencana kerja di Australia

Selain memastikan untuk memiliki Asuransi Kesehatan (karena biaya kesehatan rawat jalan bisa sangat mahal), ada beberapa hal penting lainnya yang harus kamu ketahui jika kamu ingin bekerja di Australia, yaitu:

  1. Kenali kondisi tempat tujuan
  2. Ketahui jenis visa yang tepat untuk bekerja
  3. Pastikan keahlianmu dibutuhkan di Australia
  4. Cari lowongan kerja
  5. Kenali hal-hal yang terkait dengan pekerjaan
  6. Cari informasi mengenai Kantor Perwakilan Republik Indonesia

1. Kenali kondisi tempat tujuan

Setiap negara pasti mempunyai budaya yang berbeda, baik budaya warga lokalnya maupun budaya yang dibawa oleh imigran atau pekerja asing di negara tersebut.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali budaya di negara bagian Australia yang menjadi tujuan kamu, agar kamu tidak mengalami culture shock.

Sebagai contoh hari Libur Umum Nasional atau libur lain yang ditetapkan oleh pemerintah negara bagian setempat. Jangan sampai kamu mengira di sana ada cuti bersama Lebaran dan kamu bisa mudik ke Indonesia, ya.

Tidak kalah penting, ketahui juga cuaca di sana dan apa saja musimnya, jadi kamu tahu apakah kamu cocok bekerja di sana dan apa saja yang harus kamu persiapkan sebelum berangkat untuk bekerja di sana.

2. Ketahui jenis visa yang tepat untuk bekerja

Ada puluhan jenis visa di Australia yang masing-masingnya memiliki fungsi, syarat dan ketentuan berbeda. Dari sejumlah visa tersebut, ada beberapa di antaranya yang bisa menjadi pilihan untuk bekerja, baik untuk bekerja sementara maupun permanen.

Sebagai contoh, Working Holiday Visa (WHV) ditujukan untuk kamu yang ingin bekerja sambil liburan dalam 1 tahun dan bisa diperpanjang. Atau bila kamu ingin mendapatkan kesempatan menjadi permanent residence atau penduduk tetap di Australia, kamu bisa memilih Skilled Migration Visa.

3. Pastikan keahlianmu dibutuhkan di Australia

Gimana cari taunya? Pertama, cek dulu Skilled Occupation List (SOL) yang dikeluarkan Pemerintah Australia.

SOL adalah daftar pekerjaan di Australia yang kekurangan sumber daya manusia terampil sehingga Pemerintah Australia membuka peluang bagi tenaga kerja dari luar Australia guna memenuhi pekerjaan tersebut.

Kamu bisa cek di immi.homeaffairs.gov.au/visas/working-in-australia/skill-occupation-list untuk mengetahui apakah kamu memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk bekerja di Australia.

4. Cari lowongan kerja

Setelah yakin keahlianmu dibutuhkan untuk bekerja di Australia, barulah kamu mencari lowongan pekerjaannya. Caranya bisa dengan mencari melalui online, misalnya lewat situs SEEK, Career One, Jora, atau Indeed.

Bagaimana jika kamu ingin bekerja sambil mengisi waktu liburan? Gampang! Kamu tinggal buka situs Alliance Abroad atau Global Work and Travel.

5. Kenali hal-hal yang terkait dengan pekerjaan

Pastikan kamu memahami deskripsi pekerjaan yang kamu pilih, budaya kerja dan kontrak kerja dengan calon perusahaanmu. Pahami juga Undang-Undang Ketenagakerjaan di negara bagian yang akan kamu tinggali.

Selain itu, kamu juga sebaiknya mencari tahu seberapa jauh jarak dari tempat tinggal kamu ke tempat kerja, bagaimana akses transportasinya dan fasilitas apa saja yang ada di dekat tempat tinggalmu.

Jangan lupa, pastikan berapa gaji yang akan kamu terima dan ketahui berapa kebutuhan harian dan biaya-biaya lain di sana.

6. Cari informasi mengenai Kantor Perwakilan Republik Indonesia

Pastikan kamu melaporkan diri ke Kantor Perwakilan RI di Australia. Selain diwajibkan oleh Undang-Undang Administrasi Kependudukan, melaporkan diri penting untuk kelancaran pelayanan dan pemberian bantuan kepada Warga Negara Indonesia di wilayah perwakilan RI tersebut.

Kamu bisa cek alamat Kedutaan Besar RI (KBRI), Konsulat Jenderal RI (KJRI) dan Konsulat RI (KRI) di Australia di peduliwni.kemlu.go.id/informasi_pelayanan/app/detail_negara/.html?negara_id=MzY=.

Itu tadi tadi informasi seputar kerja di Australia. Selagi masih sempat, gak ada salahnya persiapkan mulai dari sekarang. Semoga beruntung ya!

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →