Terjawab

Ada gak sih cara mengurangi beban pajak pribadi saya?

Mei 26, 2020

Sebagai warga negara yang taat hukum dan memenuhi kualifikasi sebagai wajib pajak, maka  Anda wajib membayar pajak.

Agar kewajiban membayar pajak tidak menjadi sebuah hal yang membebani, Anda bisa memikirkan beberapa strategi mengurangi beban pajak pribadi dengan cara berikut:

1.Bayar zakat

Bila Anda beragama Islam dan memiliki kewajian membayar zakat, Anda bisa memanfaatkan aktivitas pembayaran zakat ini untuk mendukung efisiensi beban pajak.

Zakat yang dibayarkan oleh seseorang melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bisa menjadi pengurang beban pajak Anda, yaitu pajak penghasilan (Pph).

Mekanismenya, cantumkan jumlah zakat yang telah Anda bayarkan melalui BAZNAS di kolom penghasilan bruto. Jangan lupa pula melampirkan bukti setor zakat dari BAZNAS dalam laporan pajak tahunan Anda. Ketentuan ini sudah berlaku sejak tahun 2001.

2. Alihkan menjadi pajak final

Penghasilan yang jumlahnya di atas batas PTKP (Pendapatan Tidak kena Pajak), akan dikenakan pajak penghasilan. Obyek pajak penghasilan antara lain gaji, honorarium, upah, tunjangan, dan lain sebagainya.

Nah, bila Anda mendapatkan penghasilan tersebut, Anda bisa mengalihkan menjadi penghasilan yang tidak dikenakan Pph.

Misalnya, Anda mendapatkan warisan dari orangtua lalu Anda jual pada orang lain. Hasil penjualan itu Anda masukkan ke deposito. Pada laporan SPT tahunan, aset Anda tersebut tidak akan terkena pajak penghasilan. Pasalnya, deposito terkena pajak final.

3. Alihkan aset pada orang lain

Beberapa pajak dikenakan dengan skema progresif, misalnya, kendaraan bermotor seperti mobil. Anggaplah Anda hendak membeli mobil kedua dan ketiga.

Agar beban pajak tidak banyak, Anda bisa mengatasnamakan mobil tersebut atas nama orang lain sehingga tidak terkena pajak progresif.

Misalnya, atas namakan menjadi ayah/ibu mertua atau kakak/adik kandung. Selama tidak dalam satu kartu keluarga, Anda tidak terkena pajak progresif.

4. Simpan bukti potongan pajak

Setiap kali Anda mendapatkan penghasilan atau honor, misalnya dalam kapasitas Anda sebagai profesional, jangan pernah lupa meminta bukti pemotongan pajak.

Selain bisa membantu tertib administrasi keuangan, Anda juga bisa menghindarkan diri dari pembayaran pajak dobel hanya karena Anda tidak bisa membuktikan bahwa pendapatan tersebut telah dipotong pajak.

5. Tingkatkan tabungan pensiun

Kontribusi terhadap dana pensiun merupakan salah satu pengurang pajak penghasilan. Bila Anda menempatkan dana rutin sebagai tabungan pensiun di produk dana pensiun, maka nilai penghasilan Anda yang terkena pajak menjadi lebih sedikit.

Jawaban

Lifepal
0 Komentar

Sebagai warga negara yang taat hukum dan memenuhi kualifikasi sebagai wajib pajak, maka  Anda wajib membayar pajak.

Agar kewajiban membayar pajak tidak menjadi sebuah hal yang membebani, Anda bisa memikirkan beberapa strategi mengurangi beban pajak pribadi dengan cara berikut:

1. Bayar zakat

Bila Anda beragama Islam dan memiliki kewajian membayar zakat, Anda bisa memanfaatkan aktivitas pembayaran zakat ini untuk mendukung efisiensi beban pajak.

Zakat yang dibayarkan oleh seseorang melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bisa menjadi pengurang beban pajak Anda, yaitu pajak penghasilan (Pph).

Mekanismenya, cantumkan jumlah zakat yang telah Anda bayarkan melalui BAZNAS di kolom penghasilan bruto. Jangan lupa pula melampirkan bukti setor zakat dari BAZNAS dalam laporan pajak tahunan Anda. Ketentuan ini sudah berlaku sejak tahun 2001.

2. Alihkan menjadi pajak final

Penghasilan yang jumlahnya di atas batas PTKP (Pendapatan Tidak kena Pajak), akan dikenakan pajak penghasilan. Obyek pajak penghasilan antara lain gaji, honorarium, upah, tunjangan, dan lain sebagainya.

Nah, bila Anda mendapatkan penghasilan tersebut, Anda bisa mengalihkan menjadi penghasilan yang tidak dikenakan Pph.

Misalnya, Anda mendapatkan warisan dari orangtua lalu Anda jual pada orang lain. Hasil penjualan itu Anda masukkan ke deposito. Pada laporan SPT tahunan, aset Anda tersebut tidak akan terkena pajak penghasilan. Pasalnya, deposito terkena pajak final.

3. Alihkan aset pada orang lain

Beberapa pajak dikenakan dengan skema progresif, misalnya, kendaraan bermotor seperti mobil. Anggaplah Anda hendak membeli mobil kedua dan ketiga.

Agar beban pajak tidak banyak, Anda bisa mengatasnamakan mobil tersebut atas nama orang lain sehingga tidak terkena pajak progresif.

Misalnya, atas namakan menjadi ayah/ibu mertua atau kakak/adik kandung. Selama tidak dalam satu kartu keluarga, Anda tidak terkena pajak progresif.

4. Simpan bukti potongan pajak

Setiap kali Anda mendapatkan penghasilan atau honor, misalnya dalam kapasitas Anda sebagai profesional, jangan pernah lupa meminta bukti pemotongan pajak.

Selain bisa membantu tertib administrasi keuangan, Anda juga bisa menghindarkan diri dari pembayaran pajak dobel hanya karena Anda tidak bisa membuktikan bahwa pendapatan tersebut telah dipotong pajak.

5. Tingkatkan tabungan pensiun

Kontribusi terhadap dana pensiun merupakan salah satu pengurang pajak penghasilan. Bila Anda menempatkan dana rutin sebagai tabungan pensiun di produk dana pensiun, maka nilai penghasilan Anda yang terkena pajak menjadi lebih sedikit.