Terjawab

Apa faktor yang mempengaruhi inflasi? Apa saja pengaruhnya?

Desember 1, 2020

Saya seorang ASN di Kabupaten Tangerang dengan gaji UMP. Dari tahun ke tahun saya merasakan dampak inflasi membuat nilai uang merosot setiap tahun.

10 tahun lalu, beli semangkok bakso cuma Rp1000. Kalau sekarang, bayar segitu yang ada malah dibalas sumpah serapah sama abang-abangnya.

Pertanyaan saya, apa saja sih faktor yang mempengaruhi inflasi? Apa saja pengaruh inflasi terhadap keuangan, dan apa yang harus dilakukan untuk bisa menghadapinya? Terima kasih.

Jawaban

Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
0 Komentar

Penyebab Inflasi dan Contohnya

Inflasi bisa disebabkan oleh beberapa hal. Ada inflasi yang disebabkan karena terlalu banyak uang beredar (hal ini berkaitan dengan tingkat konsumsi yang meningkat), inflasi yang disebabkan karena permintaan atas suatu barang atau jasa meningkat, inflasi karena meningkatnya biaya produksi suatu barang atau jasa, atau bahkan system perekonomian yang terlalu kaku bisa mengakibatkan inflasi.

Jika kita ambil contoh harga satu mangkok bakso sepuluh tahun yang lalu Rp 1.000, lalu sekarang bisa mencapai Rp 15.000, kemungkinan terbesarnya adalah karena biaya produksi satu mangkok bakso sudah meningkat. Dari harga dagingnya, bumbu-bumbunya, dan bahkan sewa tempatnya sudah mengalami peningkatan yang sangat tinggi mengakibatkan penjual harus menyesuaikannya agar usaha dagang baksonya bisa tetap untung.

Tentunya hal ini mempengaruhi nilai uang yang kita miliki. Masih berhubungan dengan contoh tadi, uang Rp 1.000 sudah tidak sama nilainya sekarang dibandingkan dengan sepuluh tahun yang lalu. Begitu juga jika kita memiliki asset seperti tabungan senilai Rp 10 juta, mungkin sepuluh tahun yang lalu nilai itu bisa digunakan untuk membayar anak masuk sekolah SD swasta tapi saat ini nilai tersebut belum cukup.

Apa yang Harus Kita Lakukan?

Lalu yang harus kita lakukan adalah tidak cukup dengan hanya menyimpan uang kita di tabungan. Mulai berinvestasi agar nilai (bukan sekedar nominal) uang yang kita miliki bisa berkembang mengimbangi inflasi. Suku bunga tabungan biasanya dibawah nilai inflasi, saat ini tingkat inflasi pokok berada di angka 3,75% sedangkan bunga tabungan hanya sekitar 1-2% tergantung dari besaran jumlah tabungan kita. Artinya uang kita jika disimpan ditabungan akan selalu kalah dengan kenaikan barang-barang kebutuhan pokok.

Begitu juga dengan deposito yang hanya memiliki tingkat suku bunga sekitar 3-4% gross tergantung dari besaran uang yang disimpan. Mungkin masih bisa untuk menjaga konsumsi dasar kita, tetapi jika dana tersebut akan digunakan untuk biaya sekolah anak, sedangkan inflasi Pendidikan bisa mencapai angka 10%, maka sangat jauh sekali untuk mengejar nilai tersebut. Maka dari itu untuk bisa mengejar angka inflasi gunakan instrument investasi yang mudah dan murah seperti reksa dana, obligasi dan saham yang bisa memberikan kenaikan nilai secara rata-rata dikisaran 7-15% (disesuaikan dengan produk dan jangka waktunya).

Tentu saja untuk mencapai angka tersebut kita harus mempelajari kembali dengan baik pilihan-pilihan dari masing-masing instrument investasi tersebut. Karena konsep semakin besar keuntungan yang bisa didapat maka resiko yang besar juga akan mengiringinya. Langkah awal sebaiknya anda menentukan tujuan investasinya untuk apa, sehingga bisa diperkirakan kapan anda memerlukan dana tersebut, kemudian anda akan bisa memilih produk mana yang paling tepat dan sesuaikan juga dengan tingkat resiko yang bisa anda terima.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Praktisi Keuangan Syariah
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Certified Financial Planner
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Independent Financial Planner
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.