Terjawab

Apa hukumnya seorang karyawan mengundurkan diri tanpa pemberitahuan? Apakah hak-haknya tidak akan diterima?

September 15, 2020

Answer

Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
0 Comments

Secara umum, pengaturan ketenagakerjaan di Indonesia saat ini didasarkan pada UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam Pasal 162 ayat (3) mengatur mengenai syarat bagi pekerja/buruh yang mengundurkan diri adalah:

  1. mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri;
  2. tidak terikat dalam ikatan dinas; dan
  3. tetap melaksanakan kewajibannya sampai tanggal mulai pengunduran diri.

Dalam hal pekerja tersebut ternyata mengundurkan diri sebelum berakhirnya jangka waktu dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (“PKWT”), maka berlakulah Pasal 62 UUK yang menentukan bahwa:

Apabila salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu, atau berakhirnya hubungan kerja bukan karena ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (1), pihak yang mengakhiri hubungan kerja diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah pekerja/buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja.”

Oleh karena itu apabila karyawan yang mengundurkan diri tanpa pemberitahuan berstatus sebagai PKWT, maka dapat dimintakan pembayaran ganti rugi. Hal ini tidak berlaku dalam PKWTT.

Langkah lain yang bisa dilakukan oleh pihak perusahaan ada baiknya memanggil pekerja yang bersangkutan secara patut dan tertulis untuk dilakukan perundingan dan atau untuk diminta mengundurkan diri sesuai prosedur yang berlaku. Selanjutnya, jika upaya kekeluargaan atau perundingan tidak membuahkan hasil, upaya lainnya dapat dilakukan melalui penyelesaian melalui pengadilan hubungan industrial.