Apa itu IPO saham?

Oleh : Sigit Putra
Oktober 26, 2020

Jawaban

Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
0 Komentar

IPO atau Initial Public Offering adalah proses di mana sebuah perusahaan untuk pertama kalinya menawarkan sahamnya agar dapat dibeli oleh masyarakat umum melalui Bursa Efek Indonesia untuk pertama kalinya. Perusahaan melakukan IPO karena ada beberapa benefit yang didapatkan.

Pertama, perusahaan bisa mendapatkan modal dari public yang membeli sahamnya ketika melakukan IPO. Sehingga dana dari IPO ini bisa digunakan untuk ekspansi usaha nya.

Kedua, Perusahaan yang melakukan IPO ini juga biasanya akan jauh lebih sering diliput oleh media baik media nasional maupun media international, sehingga tentunya akan mendapatkan perhatian lebih dari public.

Ketiga, Perusahaan go public juga akan mendapatkan potongan pajak penghasilan dari pemerintah sebesar 5%, dan pajak penjualan saham juga lebih rendah daripada perusahaan non public.

Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi perusahaan go public, perusahaan tersebut harus lolos seleksi BEI. Berikut adalah syarat yang diperlukan perusahaan jika ingin mencatatkan sahamnya di BEI:

Memiliki Struktur Jelas

Perusahaan harus memiliki struktur organisasi yang jelas dengan orang-orang yang berkompeten di bidang proses go public. Hal ini karena pada saat akan IPO, perusahaan memerlukan bantuan orang-orang tersebut. Dan perusahaan pun harus menyatakan keinginan buat IPO dengan cara mendaftar ke Bursa Efek Indonesia, dengan melampirkan dokumen dengan lengkap.

Perusahaan Sudah Harus Menghasilkan Laba

Memiliki laba merupakan salah satu syarat paling penting bagi perusahaan yang ingin IPO. Dengan minimal keuntungan yang harus diperoleh sejak dua tahun terakhir. Dan jika belum memiliki keuntungan, perusahaan masih punya kesempatan untuk melantai di BEI. Namun perusahaan tersebut akan dicatatkan di papan pengembangan, bukan di papan utama.

Memiliki Aset Nyata

Setiap perusahaan yang ingin melakukan IPO, harus memiliki aset nyata atau Tangible Assets. Ini merupakan total aset perusahaan yang sudah dikurangi dengan total kewajiban pajak. Minimal angka yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang ingin masuk papan utama BEI adalah sebesar Rp 100 miliar. Sementara untuk masuk papan pengembang cukup punya tangible assets sebesar Rp 5 miliar saja.