Terjawab

Apa jenis reksadana yang paling menguntungkan?

Desember 1, 2020

Jawaban

Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
0 Komentar

Halo Wini, pemilihan reksa dana bisa disesuaikan dengan profil risiko investor serta jangka waktu investasinya. Jika anak masih berusia 3 bulan, maka investasi biaya pendidikan cenderung untuk jangka menengah dan panjang.

Semakin pendek jangka waktu investasi, maka pilihan reksa dana yang disarankan adalah reksa dana yang volatilitasnya nilai aktiva bersih (NAB)nya rendah. Namun untuk jangka panjang, maka pilihan reksa dananya akan semakin fleksibel, boleh yang rendah volatilitas atau yang tinggi karena mengharap imbal hasil yang besar. 

Jangka Waktu Pendek

Untuk jangka waktu pendek (1-3 tahun), sangat disarankan untuk memilih reksa dana yang rendah fluktuasi seperti reksa dana pasar uang, atau pendapatan tetap. 

Jangka Menengah

Untuk jangka menengah (3-5 tahun) reksa dana pasar uang, pendapatan tetap dan campuran. 

Dan untuk kebutuhan dana pendidikan di atas 5 tahun, maka reksa dana campuran dan saham boleh dicoba. Namun bila Anda adalah investor dengan profil konservatif, tidak ada salahnya pula memilih pasar uang atau pendapatan tetap, hanya saja mengingat imbal hasil pasar uang dan pendapatan tetap tidak sebesar reksa dana saham dalam jangka panjang, maka modal investasi yang harus disisihkan per bulan cenderung lebih besar.

Tips Mempersiapkan Dana Pendidikan untuk Anak 

Tidak bisa dipungkiri, biaya pendidikan setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Menurut data BPS, kenaikan biaya pendidikan di tahun 2019 mencapai 3,77%. Oleh sebabnya, Anda perlu mempersiapkannya sedini mungkin. 

Berikut ini tips yang bisa Anda lakukan demi mempersiapkan pendidikan sang buah hati. 

1. Cari tahu biaya sekolah yang hendak dituju

Pertama Anda bisa mencari tahu terlebih dahulu tentang informasi biaya pendidikan di sekolah-sekolah yang Anda inginkan. Kalau sekolah negeri mungkin biayanya hampir sama saja, tapi kalau swasta biasanya masing-masing sekolah memiliki biaya yang berbeda.

2. Hitung perubahan biaya pendidikan sesuai dengan asumsi inflasi tahunan

Jangan lupa, biaya pendidikan naik setiap tahunnya, jadi Anda perlu menghitung asumsi inflasi tahunannya. 

Untuk menentukan besaran inflasi tahunan, Anda bisa menggunakan acuan berupa inflasi biaya pendidikan tahunan dari BPS yang sebesar 3,77% atau 10% sesuai dengan opini yang sering beredar di media massa.

Tidak ada salahnya untuk menghitung menggunakan yang 10%, agar lebih siap nantinya. 

3. Gunakan produk asuransi yang meng-cover biaya pendidikan anak

Sebagai orang tua, tentu saja kita harus bisa menjamin ketersediaan dana pendidikan yang cukup bagi buah hati. Namun risiko meninggal dunia di usia produktif masih tetap ada, begitu pun dengan risiko cacat total hingga kita tak lagi bisa mencari nafkah.

Oleh karena itu, pastikan bahwa kita memiliki asuransi jiwa dengan uang pertanggungan (UP) yang cukup untuk menanggung biaya hidup serta biaya pendidikan buah hati kita. 

Atau kalau perlu Anda bisa memilih produk asuransi pendidikan anak yang mampu memberikan manfaat jiwa sekaligus manfaat pendidikan. 

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Perencana Keuangan, fasilitator Financial Planning Class & CFP Preparation Class, Pembicara, Narasumber
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.