Terjawab

Apa sih asuransi kesehatan terbaik di Indonesia?

Oktober 26, 2020

Jawaban

Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
4 Komentar

Asuransi kesehatan yang berlaku di Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu asuransi kesehatan sosial dari pemerintah dan asuransi kesehatan swasta.

Asuransi Kesehatan Sosial

Populernya disebut dengan BPJS Kesehatan, asuransi kesehatan sosial ini dicetuskan oleh negara dengan tujuan mempermudah seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) mendapatkan akses ke pelayanan kesehatan secara merata. Asuransi BPJS kesehatan bisa dimiliki dengan premi yang terjangkau dan pertanggungannya relatif tidak terbatas.

Setiap WNI diwajibkan untuk menjadi nasabah BPJS Kesehatan yang mana tiap bulan diharuskan membayar premi asuransi sesuai dengan kelas perawatan yang dipilih, yaitu:

  • Kelas 1: Rp150.000
  • Kelas 2: Rp100.000
  • Kelas 3: Rp42.000

Dengan iuran yang terbilang murah, nasabah mendapatkan pertanggungan rawat inap untuk berbagai jenis penyakit, baik penyakit kritis dan bukan kritis.

Selama iuran bulanan tetap dibayarkan dan status keanggotan terus aktif, nasabah BPJS Kesehatan dapat mengajukan klaim asuransi kapan saja. Meski begitu untuk bisa mendapatkan layanan perawatan di rumah sakit, nasabah BPJS harus mengikuti sistem rujukan dari Faskes 1 (Puskesmas atau klinik). Dengan kata lain, nasabah tidak bisa langsung berobat ke rumah sakit jika ingin menggunakan BPJS Kesehatan.

Asuransi Kesehatan Swasta

Secara garis besar, penerapan produk asuransi kesehatan yang ditawarkan oleh perusahaan swasta bertolak belakang dengan BPJS Kesehatan.

Dari segi premi asuransi, perusahaan swasta menetapkan iuran yang lebih mahal dan bahkan seakan-akan tidak terbatas tergantung dengan seberapa luas pertanggungan yang diminta calon nasabah.

Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa cakupan pertanggungan yang ditawarkan dari produk asuransi kesehatan dasar sangat terbatas, jadi banyak nasabah yang membayar lebih mahal untuk mendapatkan pertanggungan yang lebih luas.

Meski begitu, keuntungan memiliki asuransi kesehatan swasta adalah nasabah tidak perlu melalui sistem rujukan seperti BPJS Kesehatan. Jadi jika nasabah tiba-tiba mengalami sakit keras dan butuh penanganan medis darurat, maka dia bisa langsung berobat ke rumah sakit hanya dengan menunjukkan bukti keanggotaan asuransi kesehatan swasta.

Mana yang Lebih Baik dari Keduanya?

Masing-masing memiliki keunggulan, jadi calon nasabah sebaiknya lebih bijaksana dalam memilih. Sebagaimana keanggotaan BPJS Kesehatan bersifat wajib, maka kamu sudah pasti harus memilikinya, jadi sebenarnya kamu sudah terproteksi dengan asuransi kesehatan. Namun jika kamu butuh pertanggungan yang lebih luas dan berharap bisa dapat penanganan medis yang lebih cepat di rumah sakit, maka tidak salah jika membeli asuransi kesehatan swasta.

Memiliki keduanya tentu lebih baik, hanya saja sesuaikan gabungan iuran premi asuransinya agar tidak membebani pengeluaran wajib bulananmu yang lain.

TerimakasihMaks

Lebih baik BPJS atau asuransi swasta?yubol

Kalau sudah punya BPJS perlu asuransi swasta juga?Eko

Terima kasih!Lifepal