Terjawab

Apa sih konsep yang benar terkait debit dan kredit?

Oleh : Laras Aditya
November 15, 2020

Jawaban

Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
0 Komentar

Sederhananya, debit adalah arus uang keluar dan kredit adalah arus uang masuk.

Uang keluar adalah dana yang kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan kita, sedangkan uang masuk adalah dana yang kita hasilkan dan masuk dalam rekening atau pembukuan kita.

Hal yang harus diperhatikan dengan baik adalah porsi yang seimbang antara debit dan kredit. Yang bisa dikatakan seimbang adalah jika besaran debit sama dengan kredit atau jumlah kredit lebih besar dari debit kita.

Keadaan akan berbeda jika debit lebih besar dari kredit. Artinya, pengeluaran kita lebih besar dari pendapatan.

Semua hal yang dijelaskan di atas berkaitan jika kita melihat debit dan kredit dari segi liabilitas, modal, pendapatan, dan biaya dalam pembukuan. Tetapi jika kita melihat pada segi aset, maka dalam hal ini debit adalah penambahan dan kredit adalah pengurangan.

Jika ada penambahan aset maka dimasukkan sisi debit dan begitu sebaliknya jika ada pengurangan aset maka dicatat di sisi kredit. Jadi penggunaan debit dan kredit harus ditentukan terlebih dahulu untuk hal apa sehingga kita tidak terbalik dalam pencatatan dalam pembukuan kita.

Perlindungan yang Cocok untuk Menjamin Keuangan Kita

Menjaga keseimbangan debit dan kredit memang bukan perkara mudah. Misalnya, gaji kita tergolong UMP, namun berbalik dengan biaya berobat di rumah sakit yang cenderung mahal. Uang tabungan yang kita jaga tiap bulan bisa saja langsung ludes karena tiga hari berobat rawat inap di rumah sakit.

Namun, ada solusinya untuk menyikapi keadaan ini, yaitu asuransi kesehatan. Asuransi kesehatan akan memberi kita jaminan bahwa tagihan rumah sakit akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Bahkan ada sebagian perusahaan asuransi kesehatan yang menanggung biaya berobat kita sepenuhnya.

Cukup dengan membayar premi asuransi bulanan yang tidak mahal, kita bisa mendapatkan jaminan biaya kesehatan hingga jutaan bahkan puluhan juta dalam setahun.

Kalau sudah menjadi nasabah asuransi kesehatan, maka kita tidak perlu khawatir lagi dengan mahalnya biaya rumah sakit. Kita pun bisa lebih leluasa mengatur perencanaan keuangan yang lain.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Perencana Keuangan, fasilitator Financial Planning Class & CFP Preparation Class, Pembicara, Narasumber
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.
Berapa budget yang diperlukan untuk mendirikan CV? Saya ingin mengetahui informasi terkait berapakah budget yang diperlukan untuk mendirikan CV. Selain itu, apa saja syarat - syarat pendiriannya? Terima kasih.  
73
1
Terjawab
Mengapa nasabah bank syariah lebih sedikit daripada bank konvensional? Kembali Mengapa nasabah bank syariah lebih sedikit daripada bank konvensional? Oleh : Suci Tegar 4 hari ago Meski fatwa MUI menyebutkan bahwa bunga bank adalah riba, masih banyak orang Muslim yang memilih menyimpan uang di bank konvensional. Mengapa nasabah bank syariah masih sangat sedikit dibandingkan bank konvensional, padahal mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim? Balas Jawaban Tulis jawaban Anda Dapatkan solusi dari para ahli keuangan Benny Fajarai CIP® CFP® Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner Eko Endarto, CFP, RFA Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun. Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP® Perencana Keuangan, fasilitator Financial Planning Class
195
1
Terjawab
Bagaimana caranya agar tidak terjerat konsultan keuangan? Agar lebih melek literasi keuangan, saya ingin mencoba berkonsultasi pada konsultan keuangan. Bagaimana caranya agar tidak terjerat konsultan keuangan?
136
1
Terjawab
Mengapa OJK memberi izin perusahaan kredit dengan suku bunga tinggi? Di tengah pandemi ini saya dan suami berencana mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) kepada salah satu developer. Tapi, suku bunga bank yang tinggi membuat kami berpikir ulang. Mengapa OJK memberikan izin kepada perusahaan kredit dengan suku bunga bank tinggi, bukankah itu semakin menambah beban kepada pihak peminjam?
134
1
Terjawab
Bagaimana cara menghemat uang dengan mengubah gaya hidup? Kembali Bagaimana cara menghemat uang dengan mengubah gaya hidup? Oleh : Tiwi Radmila Desember 1, 2020 Saya seorang karyawan swasta yang biasa mendapat gaji Rp12 juta per bulan. Setelah di-PHK karena pandemi, saya pindah kerja dan harus menyesuaikan diri dengan pendapatan yang kini hanya setengahnya. Dengan gaji dua digit, saya selalu bergaya hidup hedonisme yang sangat berpengaruh pada biaya hidup di setiap harinya. Namun, kini gaji saya tidak sampai dua digit, dan saya harus bisa menghemat. Bagaimana cara menghemat uang yang dilakukan dengan mengubah gaya hidup? Balas Jawaban Tulis jawaban Anda Dapatkan solusi dari para ahli keuangan Ade Wikasyah Praktisi Keuangan Syariah
423
1
Terjawab