Terjawab

Apa skema dan prinsip asuransi syariah yang perlu diketahui?

Oleh : Tiwi Radmila
November 4, 2020

Jawaban

Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
0 Komentar

Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 240

Dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 240, Allah SWT meminta kita untuk :
“Dan orang-orang yang akan mati di antara kamu dan meninggalkan istri-istri, hendaklah membuat wasiat untuk istri-istrinya, (yaitu) nafkah sampai setahun tanpa mengeluarkannya (dari rumah). Tetapi jika mereka keluar (sendiri), maka tidak ada dosa bagimu (mengenai apa) yang mereka lakukan terhadap diri mereka sendiri dalam hal-hal yang baik. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”

Hadist : Al Bukhari, Al Janaiz No.1295 & muslim, Kitab Al-Washiyyah No.1628.

Suatu saat Sa’d bin Abi Waqash meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk mewasiatkan dua pertiga hartanya (untuk disedekahkan). Beliau berkata, “Tidak boleh”. Lalu Sa’d berkata lagi, “Kalau begitu sepertiganya.” Lalu Rasulullah bersabda, “Sepertiganya. Sepertiga itu cukup banyak”. Sesungguhnya jika engkau meninggalkan para ahli warismu dalam keadaan kaya (cukup) itu lebih baik daripada engkau meninggalkan mereka dalam keadaan miskin sehingga meminta-minta kepada orang lain”.

Hadist : Muslim dari Abu Hurairah

“Barang siapa melepaskan dari seorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulitan darinya pada hari kiamat dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama ia (suka) menolong saudaranya”

Dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) Nomor 21/DSN-MUI/X/2001 , Asuransi Syariah (Ta’min, Takaful atau Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan tolong-menolong di antara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan / atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah. Artinya Asuransi Syariah adalah salah satu bentuk ikhtiar (usaha) dalam menghadapi risiko.

Pada asuransi konvensional menggunakan skema pengalihan risiko (transfer of risk) dimana pengelolaan dana proteksi dapat didistribusikan pada instrumen yang mengandung unsur riba, sedangkan dalam asuransi syariah menggunakan prinsip tolong menolong (tabarru’) dengan metode berbagi risiko (sharing of risk).

Asuransi Syariah terbebas dari Riba, Gharar yang terlarang, Maysir, zhulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram dan maksiat.

Serta adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS) dimana seluruh pengelolaan dana dan investasi yang dilakukan murni syariah, diawasi, wajib dikonsultasikan dan merujuk kepada DPS terlebih dahulu.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Praktisi Keuangan Syariah
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Certified Financial Planner
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Independent Financial Planner
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.