Terjawab

Apa usaha sampingan karyawan yang tepat dijalani saat pandemi?

Oleh : Sigit Putra
Januari 5, 2021

Saya seorang karyawan dengan jam kerja 9-5. Sejak pandemi, saya sampai saat ini masih bekerja dari rumah (WFH). Sehingga membuat saya berpikir untuk menjalani usaha sampingan.

Tapi, saya masih bingung apa usaha sampingan karyawan yang tepat saya jalani mengingat saat ini sedang pandemi? Mohon masukannya ya. Terima kasih.

Jawaban

Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
0 Komentar

Usaha sampingan ini menjadi hal yang sangat menarik dikala pandemi seperti saat ini. Dengan banyak nya waktu luang atau waktu yang fleksibel membuat kita memiliki waktu untuk mengerjakan sesuatu yang bukan rutinitas kita selama ini, termasuk mulai melakukan bisnis atau usaha tambahan. Dan tidak menutup kemungkinan jika usaha sampingan ini kedepannya bisa menjadi pendapatan utama kita jika memang ternyata lebih menguntungkan.

Mulai dari Sesuatu yang Anda Sukai

Tapi seperti halnya ketika kita memulai suatu hal yang baru pasti ada rasa takut atau bingung bagaimana harus memulainya. Saran saya mulai dari sesuatu yang Anda sukai atau sudah sering Anda lakukan selama ini atau hobby. Bahkan jika Anda seorang yang suka berjualan dalam kehidupan kesehariannya, maka akan lebih mempermudah dalam menentukan bisnis yang akan dimulai, karena secara otomatis Anda sudah memiliki seorang marketing, yaitu Anda sendiri.

Sesuaikan Modal dengan Bidang yang Anda Akan Tekuni

Kedua, hal yang perlu Anda pertimbangkan adalah seberapa besar modal yang Anda miliki. Sesuaikan modal dengan jenis atau bidang yang Anda akan tekuni sebagai usaha tersebut. Gunakan dana idle atau dana yang bukan merupakan budget operasional bulanan Anda.

Lihat Peluang Bisnis yang Sedang Naik Daun

Ketiga, lihat peluang bisnis yang sedang naik daun disaat pendemi dan kesesuaian dengan kemampuan Anda tidak hanya dari segi modal, tetapi waktu, tempat dan karakter Anda sendiri. Di saat pandemi ini banyak yang akhirnya orang memulai usaha di bidang kuliner, tanaman hias bahkan ikan cupang. Apakah Anda memiliki waktu dan ruang untuk memulai usaha tersebut? Jika iya, maka mulai dari sesuatu yang memang saat ini orang banyak cari, manfaatkan momentnya. Jika tidak, maka Anda bisa memulai dengan menjadi distributor dari produk-produk yang sudah ada. Selain tidak perlu proses pembuatan, Anda hanya perlu modal, ruangan untuk menyimpan barang dan waktu untuk memasarkan. Dan channel pemasaraan di era digital ini sangat banyak. Asalkan Anda bisa membagi waktu dan kuota yang cukup, maka hal ini bisa Anda lakukan.

Jangan Terlalu Banyak Menunda

Dan hal terkahir adalah mulai dari sekarang tanpa terlalu banyak menunda karena Anda takut atau ragu. Penyesuaian akan terjadi di tengah jalan, tetapi jika tidak memulai maka akan ada orang lain yang mengambil posisi tersebut.

Semoga berhasil.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Perencana Keuangan, fasilitator Financial Planning Class & CFP Preparation Class, Pembicara, Narasumber
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.
Berapa budget yang diperlukan untuk mendirikan CV? Saya ingin mengetahui informasi terkait berapakah budget yang diperlukan untuk mendirikan CV. Selain itu, apa saja syarat - syarat pendiriannya? Terima kasih.  
73
1
Terjawab
Mengapa nasabah bank syariah lebih sedikit daripada bank konvensional? Kembali Mengapa nasabah bank syariah lebih sedikit daripada bank konvensional? Oleh : Suci Tegar 4 hari ago Meski fatwa MUI menyebutkan bahwa bunga bank adalah riba, masih banyak orang Muslim yang memilih menyimpan uang di bank konvensional. Mengapa nasabah bank syariah masih sangat sedikit dibandingkan bank konvensional, padahal mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim? Balas Jawaban Tulis jawaban Anda Dapatkan solusi dari para ahli keuangan Benny Fajarai CIP® CFP® Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner Eko Endarto, CFP, RFA Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun. Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP® Perencana Keuangan, fasilitator Financial Planning Class
195
1
Terjawab
Bagaimana caranya agar tidak terjerat konsultan keuangan? Agar lebih melek literasi keuangan, saya ingin mencoba berkonsultasi pada konsultan keuangan. Bagaimana caranya agar tidak terjerat konsultan keuangan?
136
1
Terjawab
Mengapa OJK memberi izin perusahaan kredit dengan suku bunga tinggi? Di tengah pandemi ini saya dan suami berencana mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) kepada salah satu developer. Tapi, suku bunga bank yang tinggi membuat kami berpikir ulang. Mengapa OJK memberikan izin kepada perusahaan kredit dengan suku bunga bank tinggi, bukankah itu semakin menambah beban kepada pihak peminjam?
134
1
Terjawab
Bagaimana cara menghemat uang dengan mengubah gaya hidup? Kembali Bagaimana cara menghemat uang dengan mengubah gaya hidup? Oleh : Tiwi Radmila Desember 1, 2020 Saya seorang karyawan swasta yang biasa mendapat gaji Rp12 juta per bulan. Setelah di-PHK karena pandemi, saya pindah kerja dan harus menyesuaikan diri dengan pendapatan yang kini hanya setengahnya. Dengan gaji dua digit, saya selalu bergaya hidup hedonisme yang sangat berpengaruh pada biaya hidup di setiap harinya. Namun, kini gaji saya tidak sampai dua digit, dan saya harus bisa menghemat. Bagaimana cara menghemat uang yang dilakukan dengan mengubah gaya hidup? Balas Jawaban Tulis jawaban Anda Dapatkan solusi dari para ahli keuangan Ade Wikasyah Praktisi Keuangan Syariah
423
1
Terjawab