Terjawab

Apakah aman berhutang demi membeli rumah dan mobil saat mau nikah?

Oleh : yoga
November 25, 2020

Di tengah persiapan pernikahan, saya diminta untuk juga memikirkan memiliki rumah dan mobil. Banyak orang yang rela berhutang untuk memiliki hunian dan kendaraan roda empat. Namun, saya masih bingung karena tengah fokus mempersiapkan pernikahan.

Mengapa sih seseorang rela berhutang demi memiliki rumah atau mobil? Apakah aman kalau saya juga mengajukan hutang untuk properti dan kendaraan di tengah kondisi mempersiapkan pernikahan?

Jawaban

Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
0 Komentar

Sebagai karyawan, sangat penting untuk Anda punya yang namanya kemampuan untuk mengelola keuangan. Ini bukan hanya untuk mengatur penghasilan, tapi juga untuk menciptakan kenyamanan bekerja. Karena jika kondisi keuangan tidak kondusif, akibatnya akan membuat gelisah dan gak nyaman dalam pekerjaan. Banyak orang mengalami stress di kantor bukan karena lingkungan pekerjaanya, akan tetapi lebih karena permasalahan keuangan yang dialaminya. Salah satu permasalahan terberat adalah lilitan utang yang gak bisa terbayar.

So, saran saya untuk Anda adalah fokus pada satu tujuan Anda yakni menikah. Itu aja dulu. Lainnya dapat dipikirkan setelah Anda sudah melalui tahapan menikah. Tapi ingat, untuk menutupi biaya pernikahan tidak perlu overbujet, tidak perlu berutang. Menikah dengan anggaran yang minimal untuk kondisi pandemi seperti ini sangat memungkinkan, karena pemerintah sudah memperbolehkan calon pengantin melangsungkan akad nikah di KUA ataupun di rumah dengan protocol kesehatan.

Pendaftaran nikah dapat dilakukan online, dan peserta yang hadir di acara akad nikah di KUA maksimal 10 orang. Seandainya Anda ingin merayakan pernikahan di gedung misalnya, maka dibatasi maksimal hanya untuk 30 orang atau sebanyak-banyaknya 20% dari kapasitas ruangan. Ini amat sangat menghemat biaya kan ?

Rincian Alokasi Dana yang Diperlukan untuk Pernikahan

  1. Tempat akad nikah, jika dilakukan di KUA maka tidak ada biaya sewa tempat. Jika dilakukan di gedung, maka Anda dapat menyiapkan alokasi dana sebesar 5 juta sampai dengan 10 juta, tergantung kualitas gedungnya.
  2. Catering, dengan memastikan jumlah tamu yang akan hadir, maka Anda dapat menghitung biaya catering. Misalnya jika jumlah undangan sebanyak 50 orang maka biaya catering dapat Anda hitung sebesar 50 orang x 2 ( jika tamu mengajak pasangan ) x Rp. 60.000 ( misalnya harga per porsi catering yang disepakati ) . Setelah dihitung, maka biaya catering yang Anda butuhkan adalah sebesar Rp. 6 juta.
  3. Busana dan rias pengantin, saat pandemi ada beberapa vendor yang memberikan diskon untuk busana dan rias pengantin ini. Contoh biaya versi hemat untuk busana dan rias pengantin ada di kisaran 5 juta, ini untuk tata rias yang sederhana namun elegan. Tata rias pengantin, bisa juga dijadikan satu paket dengan dekorai dan fotografi, Anda dapat menawar di harga yang lebih murah kan jadinya. Apalagi jika undangan yang Anda gunakan adalah undangan digital. Anda gak perlu keluar ongkos cetak undangan.

Seperti itu kira-kira gambaran menikah saat pandemic. Jadi, fokus ke acara pernikahan Anda dulu, jangan pikirkan utang yang lainnya seperti utang property dan kendaraan. Setelah menikah, boleh deh Anda berpikir untuk melakukan kredit rumah, tapi ingat batas untuk mengajukan utang KPR adalah maksimal sebesar 20% dari penghasilan per bulan dan siapkan down paymentnya terlebih dahulu.

Semoga Bermanfaat
Salam
Erlina Juwita

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.
Bagaimana hukum menggunakan kartu kredit secara syariah? Banyak kaum muslim yang menggunakan kartu kredit di dalam melakukan transaksi jual beli karena dirasa lebih efesien, aman, dan praktis dibandingkan membawa uang tunai ke mana-mana. Bagaimana hukum menggunakan kartu kredit tersebut? Mohon informasinya. Terima kasih.
215
0
Apakah kartu kredit yang tidak diaktifkan akan ada terkena biaya ? Saya mempunyai kartu kredit bank D*S tetapi tidak saya aktifkan. Saya tertarik membuat karena ditawari free selamanya iuran tahunan dan bnyak bonusnya dari telemarketing, tetapi setelah lihat review di sosial media soal yang tiba tiba ditagih iuran tahunan yang jumlahnya besar, saya tidak jadi mengaktifkan kartu tersebut setelah saya terima. Apa ada pengaruhnya jika kartu tersebut tidak aktif? Bagaimana jika kartu tersebut hilang? Apakah kartu tersebut bisa dikenai biaya? Tolong dijawab. Terima kasih.
379
1
Terjawab
Mengapa para pengusaha mengambil utang untuk menjalankan bisnisnya? Saya Raisa, seorang karyawan yang tertarik berbisnis.Baik pengusaha pemula ataupun pro mampu menjadi pengusaha sukses dengan terlebih dahulu berutang. Pinjaman dari bank alias utang produktif bisa menjadi solusi untuk mengoptimalkan kegiatan bisnis,. Karena saya baru akan berkecimpung di bidang ini, saya ingin tahu mengapa para pengusaha memilih mengambil utang untuk menjalankan bisnisnya?
263
1
Terjawab
Saya sedang mencicil kartu kredit. Kapan limit kartu kredit kembali normal? Saya Reza, seorang pekerja berusia 32 tahun yang sedang mencicil kartu kredit. Sebagai pemegang kartu kredit tentu hal seperti ini sudah biasa, sudah wajar karena limit digunakan. Tinggal nunggu waktunya saja. Nah, kapan sih limit kartu kredit bisa kembali normal?
247
1
Terjawab
Apakah bisa mengajukan pinjaman di lembaga keuangan bukan bank? Saya Adhi (32), seorang wirausaha sedang mencari tambahan dana untuk usaha, namun tidak melalui bank melainkan pada lembaga keuangan lain. Saat ini, saya sedang membutuhkan kucuran dana untuk modal usaha. Namun, saya masih memiliki tanggungan di bank. Apa yang dimaksud dengan lembaga keuangan bukan bank? Apakah bisa mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan non bank tersebut?
204
1
Terjawab
1 2 5