Terjawab

Apakah aman jika TKI membuat ATM di negara penempatan kerja?

Oleh : 
November 13, 2020

Jawaban

Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
0 Komentar

Keberadaan bank sangat penting bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) karena bank merupakan tempat untuk menyimpan uang hasil bekerja. Penyimpanan uang di bank dianggap lebih aman dibandingkan dengan menyimpan uang dalam bentuk tunai yang rentan hilang apabila di simpan di rumah. Selain itu, penyimpanan di bank membuat pekerja mudah dalam mengontrol keuangan setiap bulan. Maka dari itu, penting bagi pekerja migran untuk memiliki rekening pada saat berada di negara penempatan.

Untuk menjawab pertanyaan Anda, mari kita ambil contoh negara Malaysia.

Tahapan yang Harus Dilakukan untuk Membuka Bank di Malaysia

  1. Rekening bank hanya boleh dibuat oleh warga asing yang memiliki permanent residence (PR), izin kerja (majikan harus memiliki rekening di bank yang sama) atau seorang pelajar yang belajar di Malaysia.
  2. Dokumen yang harus dibawa
    – Paspor
    – Izin kerja yang sah, visa pelajar atau entry visa sebagaimana terlampir dalam paspor
    – Minimal satu dokumen tambahan seperti E-card, surat pengenalan dari kampus, SIM, buku rekening bank negara asal ataupun kartu debit dari negara asal
    – Membawa surat pengesahan dari majikan yang mensahkan identitas pekerja dan status pekerja;
  3. Pergi ke bank cabang terdekat
  4. Mengisi formulir yang disediakan oleh bank
  5. Untuk pembukaan pertama, deposit minimum yang harus diberikan adalah RM20,00
  6. Keputusan dibukanya rekening adalah mutlak diputuskan oleh pihak bank terkait.

Pada tahun 2014, finance.detik.com mengeluarkan artikel berjudul “Potongan Biaya Administrasi Tabungan Bank Malaysia Lebih Kecil Daripada Indonesia”. Sesuai dengan judulnya, disebutkan bahwa bank-bank di Malaysia hanya mendebet biaya admin sebesar RM 8 setahun satu kali, atau Rp 29.600/tahun dengan kurs RM1 setara Rp 3.700. Sedangkan bank swasta atau swasta asing di indonesia bisa dikenakan biaya admin sebesar belasan ribu.

Tulis jawaban Anda