Terjawab

Apakah cuci darah ditanggung asuransi kesehatan? Cara mengeceknya?

Oleh : Suci Tegar
Mei 26, 2020

Jawaban

Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
0 Komentar

Pada umumnya, cuci darah gak termasuk ke dalam pertanggungan dasar asuransi kesehatan swasta. Alasannya, cuci darah merupakan salah satu prosedur dari pengobatan gagal ginjal yang tergolong ke dalam penyakit kritis (critical illnes).

Penyakit kritis adalah penyakit yang menyebabkan pasien berada di kondisi kritis dengan harapan hidup lebih rendah dari pasien penyakit lainnya. Sehingga untuk sembuh juga memakan waktu. Oleh sebab itu, perawatan medis penyakit kritis memakan biaya besar karena prosesnya lama. 

Contoh penyakit kritis adalah gagal ginjal, stroke, kanker, penyakit hati kronis, transplantasi organ vital, dan lain-lain.

Dalam asuransi kesehatan, perlindungan terhadap penyakit kritis umumnya gak ditanggung manfaat dasar. Untuk mendapatkannya, Anda harus membeli tambahan (rider) untuk meng-cover penyakit kritis atau polis yang khusus menanggung penyakit kritis. Bila Anda menderita penyakit kritis, maka asuransi akan memberikan uang santunan.

Perlu dicatat, asuransi ini gak menanggung biaya perawatan medis secara langsung, tetapi memberikan sejumlah santunan tunai jika nasabah menderita penyakit kritis.

Berikut ini adalah rekomendasi beberapa asuransi kesehatan yang meng-cover cuci darah dan penyakit kritis lainnya:

  • MiUltimate Critical Care dari Manulife: menanggung biaya pengobatan 50 penyakit kritis, termasuk gagal ginjal selama 20 tahun dengan uang pertanggungan maksimal Rp200 juta. Maksimal usia untuk mendaftar produk ini adalah 65 tahun.
  • PRUCover Benefit Plus dari Prudential: asuransi tambahan dari produk PRULink Generasi Baru yang menanggung penyakit kritis stadium akhir dengan manfaat maksimal Rp200 juta.

Sebenarnya BPJS Kesehatan sebagai asuransi sosial yang diberikan pemerintah Indonesia telah menanggung biaya cuci darah. Namun, bila Anda ingin mendapatkan pelayanan lebih dan memiliki budget, membeli asuransi penyakit kritis dari asuransi swasta gak ada salahnya. 

Selain itu, kita tahu bahwa keuangan BPJS Kesehatan masih defisit sehingga jika memang kita mampu, ada baiknya membeli asuransi swasta daripada mengajukan klaim ke BPJS.

Perhatikan pre-existing condition

Beberapa asuransi menetapkan pre-existing condition ke dalam pengecualian klaim. Artinya, kita gak bisa mengajukan klaim kalau penyakit sudah ada sebelum mendaftar atau beberapa hari setelah polis aktif. Pastikan asuransi yang Anda beli bisa meng-cover kondisi ini.

Cara cek pertanggungan cuci darah pada polis asuransi kesehatan yang sudah kamu punya

Untuk mengecek apakah polis asuransi kesehatan yang Anda punya menanggung cuci darah atau gak, ikuti beberapa langkah berikut:

  1. Buka dokumen polis asuransi kesehatan yang kamu punya.
  2. Cari daftar Manfaat dan Pertanggungan asuransi kesehatan, apakah terdapat pertanggungan biaya perawatan penyakit kritis atau katastropik?
  3. Cek daftar Pengecualian Klaim, apakah terdapat kata penyakit kritis atau katastropik?
  4. Bila gak ada, cek lagi rincian polis asuransi kesehatan, apakah terdapat asuransi tambahan (rider) penyakit kritis?

Selain itu, kamu juga bisa langsung berkonsultasi gratis dengan tim Lifepal dengan cara mengisi formulir di halaman depan situs ini ya!

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.