Terjawab

Apakah kartu BPJS dapat digunakan jika sudah melunasi tunggakannya?

Oleh : 
Februari 4, 2021

Halo, Kak. Mau bertanya dong. Apakah kartu BPJS bisa langsung digunakan kalau kita sudah melunasi tunggakannya? Terima kasih.

Jawaban

Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
0 Komentar

Apa itu BPJS?

Kartu BPJS yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan, merupakan kartu keanggotaan bagi masyarakat Indonesia untuk memperoleh jaminan pelayanan kesehatan. Pembiayaan jaminan kesehatan tersebut selain dari APBN juga dari iuran yang dibayarkan oleh pemegang kartu BPJS sesuai dengan pilihan masing-masing sebagai peserta mandiri. Peserta mandiri adalah masyarakat Indonesia yang membayar iuran BPJS secara penuh, kecuali kelas III yang masih mendapatkan subsidi dari APBN.

Iuran BPJS Berdasarkan PP No. 64/2020

Berdasarkan Peraturan Presiden No.64 Tahun 2020, iuran BPJS adalah sebagai berikut:

1. Jaminan kesehatan untuk masyarakat miskin Penerima Bantuan Iuran (PBI), dibayarkan seluruhnya oleh Pemerintah.

2. Iuran peserta mandiri:

  • Kelas III sebesar Rp42.000 perbulan, dengan bantuan iuran dari Pemerintah sebesar Rp7.000, sehingga iuran perbulan menjadi sebesar Rp42.000,-.
  • Kelas II sebesar Rp100.000,- perbulan; dan
  • Kelas I sebesar Rp150.000,- perbulan.

Pastikan Anda memilih kelas sesuai dengan kemampuan pembayaran Anda.

3. Iuran peserta pekerja penerima upah

Untuk Pegawai Negeri Sipil, anggota TNI/Polri, pejabat negara dan pegawai pemerintah non-PNS, sebesar 5% dari gaji/upah perbulan.

4. Iuran jaminan kesehatan bagi veteran

Iuran sebesar 5% dari 45% gaji pokok PNS golongan III/a dengan masa kerja 14 tahun per bulan, dibayar oleh Pemerintah.

Pembayaran dilakukan selambatnya pada tanggal 10 setiap bulannya.

Terlambat Membayar Iuran BPJS

Apa yang terjadi apabila Anda terlambat membayar iuran atau bahkan menunggak? Apabila Anda terlambat membayar iuran bulanan BPJS, maka yang akan terjadi adalah:

1. Status peserta BPJS Anda akan dihentikan sementara sejak tanggal 1 bulan berikutnya, dengan demikian pelayanan kesehatan menggunakan BPJS juga akan terhenti sementara.

2. Status peserta BPJS akan kembali aktif apabila iuran tunggakan telah dibayar paling banyak 24 bulan dan pembayaran iuran bulanan tetap berjalan.

3. Apabila Anda membutuhkan pelayanan rawat inap dalam kurun waktu 45 hari setelah status kembali aktif, maka akan dikenakan denda pelayanan.

4. Keanggotaan BPJS Anda tetap Anda namun statusnya non aktif dan Anda tetap harus membayar tunggakan iuran.

5. Selama tunggakan belum dilunasi, maka anggota keluarga lainnya yang ingin mendaftar BPJS Kesehatan tidak akan bisa mendaftar sampai tunggakan dilunasi.

Bagaimana dengan denda tunggakan? Berikut ketentuan denda pelayanan iuran BPJS:

1. Anda akan dikenakan denda sebesar 2,5% x jumlah bulan tertunggak x biaya rawat inap. Denda pelayanan untuk rawat inap dihitung untuk setiap diagnosis. Sedangkan mulai tahun 2021, tingkat denda baru yang berlaku adalah sebesar 5%. Oleh sebab itu pastikan Anda tidak menunggak iuran. Semakin lama menunggak maka denda yang harus dibayarkan semakin besar.

2. Jika dalam jangka waktu 45 hari tersebut, Anda dirawat inap lebih dari sekali dengan diagnosis yang berbeda-beda, denda dikenakan untuk setiap diagnosis.

3. Jumlah bulan tertunggak maksimal adalah 12 bulan (artinya kalau tunggakan lebih dari 12 bulan, tetap dihitung 12).

4. Jumlah total total denda adalah Rp30 juta. Artinya kalau pun dihitung sesuai ternyata denda melebihi Rp30 juta, tetap akan tetap dikenakan Rp30 juta.

Pada Tahun 2020, pemerintah memberikan keringanan pembayaran tunggakan berupa program relaksasi, yang sudah berakhir pada tanggal 31 Januari 2021. Anda dapat menanyakan ke kantor BPJS terdekat apakah ada program serupa untuk tahun ini.

Sebelum membayar tunggakan, Anda dapat melakukan pengecekan tunggakan dengan cara berikut ini:

1. Mengecek tagihan lewat website resmi BPJS Kesehatan di https://bpjs-kesehatan.go.id/

2. Mengunjungi ATM bank pemerintah (BNI, Mandiri, BRI). Pilih tagihan BPJS Kesehatan dan masukkan nomor Virtual Account (VA) BPJS Kesehatan (didapatkan ketika registrasi akun).

3. Mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan di PlayStore.

4. Menghubungi layanan kontak BPJS di nomor 1500 400 atau Layanan Mobile Customer Service (MCS) BPJS Kesehatan.

Setelah itu, Anda dapat melakukan pembayaran tunggakan. Untuk membayar tunggakan iuran antara 1 s.d 6 bulan, dapat dilakukan di ATM, kantor pos, Indomaret atau Alfamart. Namun jika Anda menunggak 1 tahun atau lebih maka pembayarannya berikut denda hanya dapat dilakukan melalui kantor BPJS Kesehatan terdekat. Setelah tunggakan lunas, maka status kepesertaan akan diaktifkan kembali dan Anda dapat menggunakan layanan BPJS untuk berobat, kecuali untuk rawat inap. Jika ingin menggunakan rawat inap maka disarankan untuk menunggu selama 45 hari setelah status diaktifkan kembali, karena jika Anda menggunakan fasilitas rawat inap pada rentan waktu 45 hari tersebut maka akan dikenakan biaya sebesar 5% dari biaya rawat inap tersebut.

Oleh sebab itu, untuk dapat memperoleh layanan BPJS serta menghindari denda dan tunggakan yang menumpuk, sebaiknya Anda selalu membayar iuran tepat waktu. Semoga penjelasan ini dapat membantu.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.