Terjawab

Apakah kuliah jurusan keuangan membuat melek literasi keuangan?

Oleh : Genta Arya
4 hari ago

Saya masih belum memutuskan akan mengambil prodi apa, tapi saya tertarik untuk mengambil jurusan keuangan.

Apakah kuliah jurusan keuangan membuat melek literasi keuangan?

Jawaban

Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
0 Komentar

Memilih jurusan/program studi selain berdasarkan minat, juga harus mempertimbangkan pilihan karir kedepannya. Kita harus bisa menjawab pertanyaan: Karir seperti apa yang kita inginkan? Apakah sebagai profesional? Atau karyawan? Atau pebisnis? Karir apapun yang dipilih, apakah itu bidang keuangan atau bukan tidak masalah. Kita tetap bisa belajar tentang keuangan pribadi dan melek keuangan.

Kalau yang dimaksud jurusan keuangan dalam hal ini adalah Manajemen Keuangan, maka yang akan kita pelajari nanti di bangku kuliah adalah bagaimana merencanakan dan mengelola keuangan perusahaan, bukan keuangan pribadi. Topik yang diajarkan diantaranya adalah: bagaimana melakukan analisa keuangan dan bisnis, perbankan dan organisasi pada umumnya, prinsip akuntansi, manajemen kas, manajemen utang, serta manajemen investasi. Semuanya dilihat dari sisi suatu organisasi perusahaan.

Keuangan Perusahaan dan Pribadi adalah Hal yang Berbeda

Tentunya keuangan perusahaan dan pribadi adalah dua hal yang berbeda. Namun demikian ada materi-materi umum di program studi manajemen keuangan yang dapat mempermudah kita pada saat kita mempelajari keuangan pribadi.

Keuangan pribadi sendiri siklusnya berbeda dengan perusahaan. Dalam keuangan pribadi kita mempelajari siklus manusia mulai dari lahir hingga dewasa, bekerja, menikah, punya keluarga dan akhirnya pensiun. Setiap fase kehidupan manusia, tentunya berbeda cara mengelola keuangannya. Contohnya: seorang murid SMA belum punya penghasilan sendiri jadi hanya perlu mengelola uang saku dari orang tua dan belum punya tanggungan. Sementara seorang pegawai sekaligus orang tua harus mengelola keuangan keluarga termasuk kebutuhan sekolah untuk anak-anaknya. Dalam keuangan pribadi, kita akan mempelajari bagaimana mengelola kas, membuat perencanaan sesuai tujuan hidup seperti: sekolah, pernikahan, membeli rumah. Kita juga akan mempelajari bagaimana merencanakan asuransi, investasi pribadi, dana pensiun dan waris.

Sedangkan siklus keuangan perusahaan tentunya tidak seperti itu. Keuangan perusahaan lebih kompleks dan terbagi atas bidang-bidang usaha seperti: manufaktur, dagang, jasa dan sebagainya. Setiap bidang usaha juga memiliki siklus dan cara pengelolaan keuangan yang berbeda. Contohnya: untuk usaha dagang, terdapat siklus pembelian, persediaan, pembayaran gaji, pemasaran, operasional, pengadaan dan sewa aset, penjualan, dan seterusnya. Pengelolaan keuangan pada usaha dagang dilakukan disetiap siklus usaha tersebut.

Materi Program Studi Manajemen Keuangan untuk Menambah Literasi Keuangan

Materi program studi manajemen keuangan yang akan sangat memudahkan kita untuk lebih menambah literasi keuangan pribadi antara lain:

Manajemen kas dan prinsip akuntansi

Materi ini akan mengajarkan kita bagaimana mengelola arus kas masuk dan keluar suatu perusahaan serta menyusun laporan arus kas. Dalam keuangan pribadi, kita juga perlu memahami bagaimana mengelola arus kas, bagaimana mengatur pendapatan dan pengeluaran supaya tujuan keuangan kita dapat tercapai serta bagaimana menyusun catatan arus kas pribadi.

Manajemen investasi

Materi ini mengajarkan kita bagaimana mengelola investasi suatu perusahaan termasuk bagaimana proses menilai saham, bagaimana melakukan analisa atas saham suatu perusahaan. Nah, materi ini pastinya sangat berguna saat kita mempelajari bagaimana membuat perencanaan investasi pribadi, khususnya untuk instrumen investasi saham.

Banyak Aspek Keuangan Pribadi yang Tidak Tercakup dalam Program Studi Manajemen Keuangan

Jadi kita bisa lihat ya, bahwa bila kita mengambil program studi manajemen keuangan, ada beberapa materi yang memang terkait dengan keuangan pribadi. Namun demikian, masih banyak aspek dalam keuangan pribadi yang tidak tercakup dalam program studi manajemen keuangan, seperti: perencanaan asuransi, perencanaan investasi menyeluruh, perencanaan pensiun dan waris. Untuk aspek-aspek tersebut, kita harus belajar lagi diluar materi yang nanti kita peroleh di bangku kuliah program studi manajemen keuangan. Kita bisa peroleh dari banyak sumber, antara lain dari buku, media cetak seperti koran dan majalah, akun media sosial bidang perencanaan keuangan serta platform perencanaan keuangan seperti Lifepal. Untuk pemahaman yang lebih menyeluruh, kita dapat berkonsultasi dan belajar dari seorang perencana keuangan bersertifikat (Certified Financial Planner).

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Perencana Keuangan, fasilitator Financial Planning Class & CFP Preparation Class, Pembicara, Narasumber
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.
Berapa budget yang diperlukan untuk mendirikan CV? Saya ingin mengetahui informasi terkait berapakah budget yang diperlukan untuk mendirikan CV. Selain itu, apa saja syarat - syarat pendiriannya? Terima kasih.  
73
1
Terjawab
Mengapa nasabah bank syariah lebih sedikit daripada bank konvensional? Kembali Mengapa nasabah bank syariah lebih sedikit daripada bank konvensional? Oleh : Suci Tegar 4 hari ago Meski fatwa MUI menyebutkan bahwa bunga bank adalah riba, masih banyak orang Muslim yang memilih menyimpan uang di bank konvensional. Mengapa nasabah bank syariah masih sangat sedikit dibandingkan bank konvensional, padahal mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim? Balas Jawaban Tulis jawaban Anda Dapatkan solusi dari para ahli keuangan Benny Fajarai CIP® CFP® Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner Eko Endarto, CFP, RFA Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun. Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP® Perencana Keuangan, fasilitator Financial Planning Class
195
1
Terjawab
Bagaimana caranya agar tidak terjerat konsultan keuangan? Agar lebih melek literasi keuangan, saya ingin mencoba berkonsultasi pada konsultan keuangan. Bagaimana caranya agar tidak terjerat konsultan keuangan?
136
1
Terjawab
Mengapa OJK memberi izin perusahaan kredit dengan suku bunga tinggi? Di tengah pandemi ini saya dan suami berencana mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) kepada salah satu developer. Tapi, suku bunga bank yang tinggi membuat kami berpikir ulang. Mengapa OJK memberikan izin kepada perusahaan kredit dengan suku bunga bank tinggi, bukankah itu semakin menambah beban kepada pihak peminjam?
134
1
Terjawab
Bagaimana cara menghemat uang dengan mengubah gaya hidup? Kembali Bagaimana cara menghemat uang dengan mengubah gaya hidup? Oleh : Tiwi Radmila Desember 1, 2020 Saya seorang karyawan swasta yang biasa mendapat gaji Rp12 juta per bulan. Setelah di-PHK karena pandemi, saya pindah kerja dan harus menyesuaikan diri dengan pendapatan yang kini hanya setengahnya. Dengan gaji dua digit, saya selalu bergaya hidup hedonisme yang sangat berpengaruh pada biaya hidup di setiap harinya. Namun, kini gaji saya tidak sampai dua digit, dan saya harus bisa menghemat. Bagaimana cara menghemat uang yang dilakukan dengan mengubah gaya hidup? Balas Jawaban Tulis jawaban Anda Dapatkan solusi dari para ahli keuangan Ade Wikasyah Praktisi Keuangan Syariah
423
1
Terjawab