Terjawab

Apakah menyimpan tabungan di bank itu baik? Atau lebih baik beli emas?

Desember 28, 2020

Saya ingin bertanya, sebenarnya apakah membiarkan tabungan di bank itu bagus? Atau lebih baik dibelikan emas? Bukankah jika dibelikan emas akan repot beli dan repot menjaganya? Lalu jika ingin jual harus ke butik lagi? Mohon pencerahannya Pak/Bu

Jawaban

Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.
0 Komentar

Liquidity vs Return

Kamu sedang menghadapi masalah klasik dalam bidang keuangan, liquidity vs return. Masalah yang juga dihadapi institusi keuangan besar seperti bank, asuransi, dan manajemen investasi.

Uang yang disimpan di bank sering disebut idle fund, karena tidak memberikan return. Kelebihannya adalah jika dibutuhkan sewaktu-waktu, kamu tinggal ke mesin atm dan menarik sejumlah uang. Karena tidak menghasilkan return, maka nilainya akan terus tergerus inflasi. Oleh karena itu sangat disayangkan jika seluruh uang hanya disimpan di bank.

Uang yang diinvestasikan (misal dalam emas, reksa dana, obligasi negara, dll) akan menghasilkan return yang bisa menjaga nilainya tetap di atas inflasi. Namun untuk mencairkannya menjadi cash dibutuhkan waktu. Misal dalam hal emas kamu harus datang ke butik dulu atau dalam hal reksa dana kamu menunggu waktu pencairan dana setelah pengajuan. Kamu tidak bisa menggunakan uang tersebut untuk hal yang segera.

Khusus investasi emas, ada jenis investasi emas dalam bentuk tabungan. Sehingga kamu tidak perlu menjaganya secara fisik. Jika kamu menginginkan emas secara fisik, kamu bisa mengajukan pencetakan emas fisik dari tabungan emasmu. Hal ini bisa menjadi solusi untuk masalah kesulitan menyimpan emas di rumah.

Lebih Baik Mana? Simpan Uang di Bank atau Diinvestasikan?

Jadi apakah sebaiknya menyimpan uang di bank atau menginvestasikannya? Tentu jawabannya adalah harus menyeimbangkan satu dengan lainnya. Tidak bisa seluruh uang disimpan di bank atau diinvestasikan.

Rekomendasi untuk Anda

Untuk uang yang akan digunakan dalam waktu dekat (misal 2-3 bulan) sebaiknya tetap disimpan di bank saja, agar bisa digunakan sewaktu-waktu. Untuk uang yang akan digunakan dalam waktu menengah (misal 3-12 bulan) bisa diinvestasikan ke instrumen yang cukup likuid seperti deposito atau reksa dana pasar uang. Selain itu bisa diinvestasikan ke instrumen lainnya yang lebih agresif. Namun hal ini perlu disesuaikan dengan pola keuangan dan profil risikomu.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Praktisi Keuangan Syariah
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Certified Financial Planner
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Independent Financial Planner
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.