Terjawab

Apakah tujuan laporan keuangan?

Oleh : Tegar Mataya
Oktober 26, 2020

Jawaban

Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
0 Komentar

Tujuan laporan keuangan dalam standar akuntansi keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.

Dengan laporan keuangan, sebuah perusahaan dapat memantau perkembangan bisnisnya. Informasi dalam laporan keuangan, tidak hanya digunakan oleh pemilik atau manajemen, melainkan juga beberapa pihak yang ditunjuk untuk dapat menggunakannya.

Laporan keuangan harus disusun dengan kaidah-kaidah dan prinsip akuntansi yang berlaku umum, di Indonesia adalah Standar Akuntansi Keuangan (SAK).

Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan.

Laporan keuangan tak hanya berlaku untuk perusahaan saja, untuk diri sendiri juga dibutuhkan. Berikut ini tujuan laporan keuangan pribadi:

Mempelajari Penggunaan Uang

Tujuan dasar laporan keuangan adalah untuk mempelajari penggunaan uang yang kita miliki apakah sudah efektif atau belum.

Dengan mengetahui pengelolaan sumber daya keuangan tentu saja dapat membuat seseorang bisa lebih leluasa merencanakan pendidikan anak, menyusun anggaran untuk pengeluaran setiap bulan, dan lain sebagainya.

Jujur pada Diri Sendiri

Lebih dalam lagi tujuannya adalah kita bisa belajar lebih jujur dengan diri sendiri dan membiasakan diri kita sendiri untuk mencatat semua pengeluaran kita.

Kenapa jujur? Karena ketika kita membuat laporan keuangan terkadang tidak semua pengeluaran atau asset kita sebutkan.

Terkadang banyak dari kita masih suka denial akan kebiasaan kita sehari-hari. Dan sebagian lainnya banyak juga yang malas mencatat sehingga lupa uangnya habis untuk apa saja.

Apalagi, laporan keuangan biasanya dibuat secara tahunan. Sehingga banyak yang di atas kertas seharusnya memiliki dana tabungan atau sisa tapi kenyataan dalam kehidupan nyata dana tersebut tidak ada dan bahkan cenderung keuangannya minus.

Lalu jika laporan keuangan ini sudah kita buat dengan sejujur dan sedetail mungkin, data tersebut bisa kita gunakan untuk mengambil langkah selanjutnya. Tentunya disesuaikan dari hasil yang didapat.

Misalkan ternyata keuangan minus, maka budget atau post pengeluaran mana yang harus diperbaiki, mana yang tidak efektif, dan mana yang bisa dimaksimalkan.

Sedangkan jika keuangan kita surplus, kita bisa mencari instrument apa yang cocok untuk bisa lebih memaksimalkan dana tersebut agar tidak sia-sia.

Buat lebih jelasnya mengenai laporan keuangan, kamu bisa membacanya di sini:

Bikin Laporan hingga Membatasi Belanja, Begini Cara Mengatur Keuangan Keluarga Tanpa Ribet
Pengertian Laporan Keuangan dan Esensi Penunjangnya
Perbedaan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan
Begini Cara Membaca Laporan Keuangan Perusahaan