Terjawab

Bagaimana cara efektif untuk mengatur keuangan?

Oleh : Tiwi Radmila
November 25, 2020

Sebagai pekerja swasta yang berstatus single, saya sering mendapat tambahan uang yang cukup banyak dari pekerjaan sampingan. Tapi, entah kenapa selalu habis untuk berbagai keperluan. Karena itu, saya sangat ingin mengetahui bagaimana caranya mengatur keuangan.

Saat ini, saya masih membelanjakan keperluan untuk hidup di setiap awal bulan, baru menyisihkan uang untuk tabungan dan investasi ketika ada sisa uang. Cara tersebut tampaknya tak tepat untuk dilakukan karena membuat saya jadi boros.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara yang efektif untuk mengatur keuangan? Minta masukannya ya. Terima kasih banyak.

Jawaban

Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
0 Komentar

Sisihkan untuk Kebutuhan Prioritas

Konsep yang ideal untuk kita, mau single ataupun sudah berkeluarga, dalam mengatur keuangan adalah menyisihkan lalu menyisakan. Apa yang harus disisihkan adalah porsi untuk kebutuhan prioritas kita dan dilakukan diawal pada saat ini mendapatkan penghasilan. Apa saja kebutuhan prioritas itu balik lagi kepribadi masing-masing apa yang menjadi prioritas dalam hidupnya. Entah itu untuk persiapan pension, sekolah anak, dana darurat, jalan-jalan keluar negeri, beli rumah, ibadah atau hal lainnya. Pembayaran cicilan hutang juga menjadi salah satu prioritas yang harus diutamakan.

Setelah Sisihkan, Gunakan untuk Kebutuhan Sehari – hari

Setelah selesai menyisihkan untuk prioritas tersebut maka sisanya bisa kita gunakan untuk kebutuhan sehari-hari kita atau untuk menjaga gaya hidup kita. Urutannya harus seperti itu, menyisihkan dahulu untuk kebutuhan prioritas kemudian sisanya untuk gaya hidup. Memang tidak mudah jika kita sudah punya standar gaya hidup yang lumayan besar kemudian harus menggunakan sisa pengeluaran untuk gaya hidup.

Catat Budgeting Setiap Bulan

Proses yang bisa mulai dilatih adalah dengan membuat pencatatan budgeting setiap bulannya. Bagi menjadi dua bagian, yaitu penghasilan dan pengeluaran.

Penghasilan di bagi dua lagi, penghasilan tetap dan tidak tetap (penghasilan tambahan). Lalu buat daftar pengeluaran dengan membagi kategori menjadi:

  • 5-10% untuk porsi ibadah anda, sumbangan, sedekah atau hal yang serupa.
  • Investasi (dana darurat, persiapan pension, Pendidikan anak, dll), yang porsi idealnya adalah minimal 10% dari penghasilan tetap.
  • Pembayaran premi asuransi, minimal 10% dari penghasilan tetap.
  • 35% untuk porsi cicilan hutang, usahakan hanya hutang produktif, jika ada hutang konsumtif maksimal hanya 15% dari porsi cicilan hutang tadi.
  • Sisanya untuk gaya hidup anda

Lalu penghasilan tambahan tadi fungsinya untuk apa jika tidak dimasukkan dalam perhitungan pengeluaran? Konsep pengeluaran bulanan atau tahunan ini biasanya berupa pengeluaran tetap, yang jika kita masukkan porsi dari penghasilan tidak tetap, akan membahayakan anda suatu saat jika pendapatan tidak tetap tersebut terjadi fluktuasi yang sangat besar. Terutama di porsi cicilan hutang yang akan sangat berbahaya jika 35% tersebut dihitung dari porsi seluruh pendapatan anda, Disaat pendapatan tambahan anda tidak sama dengan bulan sebelumnya, porsi pengeluaran yang lain harus bisa menutupi porsi pembayaran hutang.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.
Apa saja kunci sukses untuk mengatur keuangan keluarga? Saya dan suami baru saja menikah delapan bulan terakhir ini, dan saya sedang mengandung 4 bulan. Setelah hamil, saya diminta suami untuk mundur dari pekerjaan dan menjadi ibu rumah tangga. Sebagai ibu rumah tangga, tentu saja saya harus memiliki kepiawaian mengatur keuangan, karena kami sebentar lagi akan dikaruniai keturunan. Pertanyaan saya sekarang, apa kunci sukses mengatur keuangan keluarga? Mohon masukannya. Terima kasih.
352
0
Bagaimana hukum menggunakan kartu kredit secara syariah? Banyak kaum muslim yang menggunakan kartu kredit di dalam melakukan transaksi jual beli karena dirasa lebih efesien, aman, dan praktis dibandingkan membawa uang tunai ke mana-mana. Bagaimana hukum menggunakan kartu kredit tersebut? Mohon informasinya. Terima kasih.
213
0
Bagaimana cara menyisihkan uang dari hasil usaha? Saya seorang pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di bidang makanan yang masih baru belajar berwirausaha. Saat ini, pendapatan bersih dari usaha saya berkisar antara Rp5 juta per bulan. Pertanyaan saya sekarang, bagaimana cara menyisihkan uang dari hasil usaha?
444
0
Bagaimana cara menghemat uang dengan mengubah gaya hidup? Saya seorang karyawan swasta yang biasa mendapat gaji Rp12 juta per bulan. Setelah di-PHK karena pandemi, saya pindah kerja dan harus menyesuaikan diri dengan pendapatan yang kini hanya setengahnya. Dengan gaji dua digit, saya selalu bergaya hidup hedonisme yang sangat berpengaruh pada biaya hidup di setiap harinya. Namun, kini gaji saya tidak sampai dua digit, dan saya harus bisa menghemat. Bagaimana cara menghemat uang yang dilakukan dengan mengubah gaya hidup?
442
1
Terjawab
Mengapa nasabah bank syariah lebih sedikit daripada bank konvensional?
222
1
Terjawab