Terjawab

Bagaimana cara kerja bunga berbunga. Apakah jika ingin mendapatkan bunga berbunga harus menjual dulu reksadana lalu dibelikan kembali dengan produk reksadana agar dapat bunga berbunga?

September 22, 2020

Jawaban

Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
0 Komentar

Setahu saya, istilah bunga berbunga hanya ada di bunga kartu kredit. Jadi kartu kredit yang hanya dibayarkan sebagian, bunga yang terutang akan dikenakan bunga kembali, sehingga ada istilah bunga ber bunga.

Sementara untuk reksadana, kenaikan harga reksadana atau keuntungan yang diperoleh atas meningkatnya harga reksadana semenjak harga beli, disebut dengan unrealized profit. Atau keuntungan yang belum direalisasikan, dan bukan bunga. Kenapa disebut dengan keuntungan yang belum direalisasikan, karena keuntungan tersebut baru menjadi real, atau nyata, apabila kita telah menjual reksadana tersebut.
Apakah bisa disebut dengan bunga ber bunga? Tentu tidak, karena jumlah nominal reksadana yang kita miliki, akan tetap sama. Bedanya, dahulu harganya ABC, sekarang harga DEF.

Berbeda dengan misalnya pembelian ORI atau SUKUK yang berbasis kupon, ada nilai tunai yang bisa dibayarkan per bulan atau per 3 bulan, tergantung bagaimana ketentuan di awal. Apabila kemudian dana yang diterima dibelikan ORI atau Sukuk kembali, baru bisa dianalogikan sebagai bunga ber bunga. Karena kita mampu membeli kembali produk yang sama, melalui bunga yang diterima, tanpa mengurangi jumlah pokok ori atau sukuk yang kita miliki, malah menambah jumlah ori atau sukuk yang kita miliki, dari penambahan bunga tersebut.

Namun tentunya ini juga dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Karena ada nilai tunai minimum yang diperlukan untuk membeli ORI atau Sukuk yang jauh lebih tinggi daripada reksadana. Sementara reksadana sudah bisa kita miliki dengan dana mulai dari Rp. 100.000,00