Terjawab

Bagaimana cara mempersiapkan dana pensiun sejak dini untuk usia 20-an?

Oleh : Ratna Yetri
Desember 21, 2020

Jawaban

Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
0 Komentar

Hal yang paling awal adalah menghitung kebutuhan hidup kita nantinya ketika pensiun. Sebagai gambaran umunya adalah seperti ini, ambil contoh usia pension adalah 55 tahun, perkiraan hidup hingga usia 75 tahun (rata-rata usia hidup di Indonesia antara 70-75 tahun), artinya kita harus persiapkan biaya hidup selama 15 tahun dengan catatan kita tidak memiliki penghasilan lagi hanya bergantung pada uang pension.

Perlu dipikirkan juga gaya hidup kita nantinya akan seperti apa dan seberapa besar. Jika kita persiapkan sebuah usaha untuk nantinya modal untuk biaya pension pun tetap pikirkan kita mau meneruskan usaha tersebut hingga usia berapa dan pastikan penghasilan dari usaha tersebut bisa menutupi biaya hidup kita nantinya. Untuk amannya tetap dihitung saja uang pension yang perlu disiapkan walaupun ketika masuk usia pension kita tetap punya penghasilan tambahan.

Kedua tentukan instrumen yang cocok. Banyak kejadian ketika masuk usia pension adalah terjebak dalam investasi dengan instrument yang tidak tepat sehingga dana pension tersebut hilang seketika. Maka mulai berinvestasi dari sejak dini untuk bisa merasakan manfaatnya dan persiapan yang lebih baik untuk nantinya. 

Ketiga tidak menunggu kalau penghasilan kita sudah besar, semakin lama memulai semakin mahal dana yang harus kita persiapkan. Sebagai gambaran lagi, jika saat ini usia 25 tahun dan rencana pension di usia 55, maka waktu untuk persiapan dana pensiunnya selama 30 tahun. Bandingkan jika baru mulai persiapan di usia 35 tahun yang pastinya penghasilan lebih besar tapi hanya tersedia waktu 20 tahun persiapannya. Perbedaan 10 tahun ini akan mempengaruhi seberapa besar dana yang harus disisihkan setiap bulannya. Persentase terhadap gaji akan lebih besar walaupun kita merasa mampu-mampu saja. 

Untuk menghitung berapa dana yang harus disisihkan setiap bulannya dan berapa besar dana yang harus dikumpulkan nantinya secara lebih dalam, bisa menghubungi financial planner yang bersertifikasi agar dibantu sekaligus untuk rekomendasi instrumen yang cocok.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.