Terjawab

Bagaimana cara menghemat uang belanja di tengah kondisi pandemi?

Januari 5, 2021

Sebagai seorang single mother, saya harus betul-betul mengatur keuangan sebaik mungkin agar tidak besar pasak daripada tiang.

Tapi, kondisi pandemi saat ini membuat pengeluaran jadi double. Bagaimana cara menghemat uang belanja di tengah kondisi pandemi yang masih belum tahu sampai kapan berakhir? Terima kasih.

Jawaban

Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
0 Komentar

Saya setuju dengan Ibu, sebagai single mother Anda memang harus mengatur keuangan dengan ekstra. Semua masalah financial harus bisa Anda pecahkan sendirian. Termasuk ketika masuk masa pandemi seperti saat ini. Jika Ibu katakan pengeluaran menjadi double, kita perlu perjelas kembali, pengeluaran untuk post apa yang menjadi double. Apakah post investasi, hutang atau konsumsi. Jika dikatakan uang belanja yang menjadi double, perlu Anda breakdown kembali, kemana saja arus pengeluaran uang belanja tersebut. Coba Anda perhatikan lebih detail kembali, apakah uang belanja tersebut adalah memang kebutuhan yang urgent atau hanya impulsive buying?

Mencatat dan Membandingkan Pengeluaran Selama Pandemi dengan Sebelum Pandemi

Hal ini yang perlu Anda lakukan pertama, dengan mencatat kembali pengeluaran Anda selama pandemi kemarin. Kemana saja aliran uang keluar tersebut. Bandingkan dengan sebelum pandemi. Tanyakan kembali ke diri Anda, apakah pengeluaran tersebut memang harus keluar atau tidak. Jika tidak, maka Anda harus bisa mengontrol kembali pengeluaran tersebut agar kembali normal seperti sebelum pandemi. Jika jawaban Anda memang pengeluaran tersebut harus double, seharusnya ada pengeluaran yang menjadi penyeimbang atau bisa dibilang jadi berkurang. Misalkan, ketika pandemi, sewajarnya jika kegiatan Anda kebanyakan di rumah maka biaya jajan atau transportasi seharusnya berkurang dan post biaya tersebut akan pindah ke biaya makan atau beli bahan makanan untuk di rumah. Menurut saya perbedaannya tidak akan terlalu jauh jika Anda bisa mengontrol keinginan anda.

Panduan Ideal untuk Mengatur Anggaran Pengeluaran

Sebagai panduan untuk mengatur anggaran pengeluaran per bulannya adalah 10% dari pendapatan adalah untuk ibadah, 20% untuk investasi (termasuk untuk dana darurat) dan asuransi, 30% untuk membayar cicilan hutang, dan sisa 40% untuk konsumsi rumah tangga. Dari sini bisa dilihat bahwa maksimal Anda bisa menghabiskan uang Anda untuk konsumsi rumah tangga dan pribadi adalah 40% dari penghasilan. Panduan ideal ini bisa dijadikan acuan Anda untuk mencoba menekan pengeluaran yang double tadi, tetapi mulai dahulu dengan membuat pencatatan kembali pengeluaran anda untuk membreakdown arus kas anda dan membuat prioritas kembali.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Praktisi Keuangan Syariah
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Certified Financial Planner
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Independent Financial Planner
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.