Terjawab

Bagaimana cara menghemat uang dengan mengubah gaya hidup?

Oleh : Tiwi Radmila
4 hari ago

Bagaimana cara menghemat uang dengan mengubah gaya hidup?

Oleh : Tiwi Radmila
Desember 1, 2020

Saya seorang karyawan swasta yang biasa mendapat gaji Rp12 juta per bulan. Setelah di-PHK karena pandemi, saya pindah kerja dan harus menyesuaikan diri dengan pendapatan yang kini hanya setengahnya.

Dengan gaji dua digit, saya selalu bergaya hidup hedonisme yang sangat berpengaruh pada biaya hidup di setiap harinya. Namun, kini gaji saya tidak sampai dua digit, dan saya harus bisa menghemat.

Bagaimana cara menghemat uang yang dilakukan dengan mengubah gaya hidup?

Jawaban

Tulis jawaban Anda

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah

Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat

Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id – Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner

Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.

Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Perencana Keuangan, fasilitator Financial Planning Class & CFP Preparation Class, Pembicara, Narasumber

Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis

Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.

Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.

Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management
Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.

Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.

Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman

Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.

Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.

There are no questions matching your query or you do not have permission to read them.

Jawaban

Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
0 Komentar

Pertama-tama tetaplah bersyukur bahwa Anda masih memiliki pekerjaan tetap yang bisa menghidupi karena banyak diluar sana rekan-rekan yang kehilangan mata pencarian. Kemudian Anda harus merubah mindset gaya hidup dan menentukan tujuan keuangan.

Mindset gaya hidup yang dimaksud disini adalah mindset hidup minimalis: merasa cukup dengan apa yang ada, membeli karena kebutuhan bukan keinginan, memilih pengeluaran yang memberi nilai lebih untuk kehidupan kita. Sedangkan untuk tujuan keuangan, tergantung dari fase kehidupan yang kini Anda jalani. Saya asumsikan Anda adalah seorang karyawan single belum menikah ya. Maka dengan status Anda saat maka tujuan keuangan yang mungkin sesuai dengan Anda antara lain: biaya pernikahan, membeli rumah, dan biaya pensiun. Untuk setiap tujuan keuangan ini tentunya Anda harus dapat menyisihkan sejumlah dana untuk ditabung/diinvestasikan.

Kriteria Keuangan yang Sehat

Untuk dapat mencapai tujuan keuangan, tentunya Anda harus menata kembali kondisi keuangan sehingga memenuhi kriteria keuangan yang sehat. Apa kriteria keuangan yang sehat? Anda harus memiliki paling tidak:
1. Dana darurat, minimal 6x pengeluaran perbulan.
2. Asuransi kesehatan untuk berjaga-jaga bila sakit dan harus dirawat.
3. Investasi sesuai dengan tujuan keuangan Anda.
4. Bila ada cicilan hutang, maksimal 30% dari total penghasilan perbulan, dan cicilannya bukan barang konsumsi (seperti kendaraan pribadi dan gadget).

Kemudian untuk mengatur penghasilan Anda yang sekarang, Anda dapat membuka 2 rekening: satu untuk biaya hidup dan satu lagi untuk tabungan/investasi. Lalu Anda dapat melakukan inventarisasi pengeluaran terlebih dahulu dan menentukan anggaran. Anggaran yang sehat secara umum adalah sebagai berikut:

Melakukan Penyusunan Anggaran

Asumsi penghasilan perbulan adalah Rp8.000.000,00.

Alokasi anggaran diatas tidak bersifat baku dan dapat disesuaikan dengan kondisi. Semakin tinggi jumlah penghasilan, maka diharapkan persentase pos investasi makin meningkat dan persentase untuk biaya hidup makin berkurang. Pos investasi sebaiknya disisihkan lebih dahulu diawal bulan sebelum sisanya digunakan untuk pos anggaran lainnya. Anda bisa menggunakan fitur transfer otomatis ke rekening tabungan lainnya. Gunakan anggaran yang telah Anda susun sebagai komitmen yang harus dipatuhi. Ingatlah selalu bahwa ada tujuan keuangan yang ingin dicapai. Dengan menyusun anggaran seperti diatas, diharapkan Anda tidak berlebihan apalagi sampai tekor dalam pengeluaran untuk biaya hidup dan kesenangan.

Catatlah Pengeluaran

Langkah berikutnya adalah mencatat pengeluaran. Untuk setiap dana yang dikeluarkan dalam sebulan agar dicatat secara detail dan dipantau apakah melebihi anggaran yang ditetapkan atau tidak. Catatan pengeluaran ini dapat membantu Anda mengetahui untuk apa saja pengeluaran Anda. Dengan demikian Anda bisa melakukan evaluasi setiap akhir bulan apakah Anda melanggar komitmen anggaran atau tidak dan apakah perlu melakukan penyesuaian anggaran bulan berikutnya.

Kurangi Gaya Hidup Hedonisme

Selanjutnya adalagi yang perlu diperhatikan yaitu merubah kebiasaan. Dengan adanya kondisi pandemi saat ini sedikit banyak dapat membantu Anda mengurangi gaya hidup hedonisme dengan tidak dapat lagi sering keluar bersama teman-teman/rekan sekantor, makan di restoran dan nongkrong di cafe. Yang perlu diwaspadai saat ini adalah meredam keinginan belanja online dan memesan makanan. Nah, dengan mindset minimalis sebenarnya dapat membantu. Setiap kali ada keinginan membeli sesuatu, pikirkan apa nilai tambahnya bagi kehidupan Anda, pikirkan apakah manfaatnya sepadan atau ternyata akan jadi barang simpanan belaka. Sama halnya dengan makanan, Anda juga perlu bertanya: apakah makanan ini sehat untuk tubuh saya atau tidak? Memang sulit merubah kebiasaan pada saat baru mulai, tapi banyak orang diluar sana yang bisa melakukannya jadi yakinlah bahwa Anda pasti bisa.

Mencari Peluang Usaha untuk Menambah Penghasilan

Tips terakhir dari saya adalah: menambah penghasilan. Bila Anda masih punya waktu luang dan punya keahlian tertentu, tidak ada salahnya dimanfaatkan untuk dapat menambah penghasilan. Anda dapat mencari peluang usaha kecil-kecilan dari rumah seperti dropshipper, reseller, blogger, pengajar online dan sebagainya. Dan satu lagi, bila Anda ada kesempatan untuk membereskan rumah dan masih memiliki barang-barang dengan kondisi baik tapi tidak terpakai, Anda dapat mendonasikan atau menjualnya sehingga dapat menjadi pemasukan sekaligus memberi kesempatan kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

Semoga bisa membantu ya, dan tetap semangat selalu.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Perencana Keuangan, fasilitator Financial Planning Class & CFP Preparation Class, Pembicara, Narasumber
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.
Berapa budget yang diperlukan untuk mendirikan CV? Saya ingin mengetahui informasi terkait berapakah budget yang diperlukan untuk mendirikan CV. Selain itu, apa saja syarat - syarat pendiriannya? Terima kasih.  
73
1
Terjawab
Mengapa nasabah bank syariah lebih sedikit daripada bank konvensional? Kembali Mengapa nasabah bank syariah lebih sedikit daripada bank konvensional? Oleh : Suci Tegar 4 hari ago Meski fatwa MUI menyebutkan bahwa bunga bank adalah riba, masih banyak orang Muslim yang memilih menyimpan uang di bank konvensional. Mengapa nasabah bank syariah masih sangat sedikit dibandingkan bank konvensional, padahal mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim? Balas Jawaban Tulis jawaban Anda Dapatkan solusi dari para ahli keuangan Benny Fajarai CIP® CFP® Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner Eko Endarto, CFP, RFA Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun. Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP® Perencana Keuangan, fasilitator Financial Planning Class
195
1
Terjawab
Bagaimana caranya agar tidak terjerat konsultan keuangan? Agar lebih melek literasi keuangan, saya ingin mencoba berkonsultasi pada konsultan keuangan. Bagaimana caranya agar tidak terjerat konsultan keuangan?
136
1
Terjawab
Mengapa OJK memberi izin perusahaan kredit dengan suku bunga tinggi? Di tengah pandemi ini saya dan suami berencana mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) kepada salah satu developer. Tapi, suku bunga bank yang tinggi membuat kami berpikir ulang. Mengapa OJK memberikan izin kepada perusahaan kredit dengan suku bunga bank tinggi, bukankah itu semakin menambah beban kepada pihak peminjam?
134
1
Terjawab
Bagaimana cara menghasilkan uang untuk anak sekolah? Kembali Bagaimana cara menghasilkan uang untuk anak sekolah? Oleh : Kamala Calya Desember 1, 2020 Saat ini saya masih duduk di bangku kelas 8. Namun, saya sudah tidak memiliki ayah, dan ingin menghasilkan uang untuk membantu ibu yang berstatus single mother dan seorang pekerja. Bagaimana cara menghasilkan uang untuk saya yang masih duduk di bangku sekolah? Mohon masukannya. Terima kasih. Balas Jawaban Tulis jawaban Anda Dapatkan solusi dari para ahli keuangan Ade Wikasyah Praktisi Keuangan Syariah Aulia Akbar, CFP® Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat Benny Fajarai CIP® CFP® Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner Eko Endarto, CFP, RFA
333
1
Terjawab