Terjawab

Bagaimana cara untuk mengecek tunggakan BPJS?

Oleh : 
Maret 15, 2021

BPJS saya ditangguhkan dan tidak muncul pada saat ingin melakukan pembayaran. Bagaimana cara untuk mengecek tunggakan BPJS?

Jawaban

Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
0 Komentar

Kartu BPJS yang dikeluarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan, merupakan kartu keanggotaan bagi masyarakat Indonesia untuk memperoleh jaminan pelayanan kesehatan. Pembiayaan jaminan kesehatan tersebut selain dari APBN juga dari iuran yang dibayarkan oleh pemegang kartu BPJS sesuai dengan pilihan masing-masing sebagai peserta mandiri.

Iuran BPJS Menurut Perpres No. 64 Tahun 2020

Berdasarkan Peraturan Presiden No.64 Tahun 2020, iuran BPJS adalah sebagai berikut:

  1. Jaminan kesehatan untuk masyarakat miskin Penerima Bantuan Iuran (PBI), dibayarkan seluruhnya oleh Pemerintah.
  2. Iuran peserta mandiri:
    a. Kelas III sebesar Rp42.000 perbulan, dengan bantuan iuran dari Pemerintah sebesar Rp7.000, sehingga iuran perbulan menjadi sebesar Rp42.000,-.
    b. Kelas II sebesar Rp100.000,- perbulan; dan
    c. Kelas I sebesar Rp150.000,- perbulan.
    Pastikan Anda memilih kelas sesuai dengan kemampuan pembayaran Anda.
  3. Iuran peserta pekerja penerima upah
    Untuk Pegawai Negeri Sipil, anggota TNI/Polri, pejabat negara dan pegawai pemerintah non-PNS, sebesar 5% dari gaji/upah perbulan.
  4. Iuran jaminan kesehatan bagi veteran
    Iuran sebesar 5% dari 45% gaji pokok PNS golongan III/a dengan masa kerja 14 tahun per bulan, dibayar oleh Pemerintah.

Pembayaran dilakukan selambatnya pada tanggal 10 setiap bulannya.

Terlambat Membayar Iuran BPJS

Apa yang terjadi apabila Anda terlambat membayar iuran atau bahkan menunggak? Apabila Anda terlambat membayar iuran bulanan BPJS, maka yang akan terjadi adalah:

  1. Status keanggotaan BPJS Anda tetap aktif namun pelayanan kesehatan akan dihentikan sementara sejak tanggal 1 bulan berikutnya.
  2. Status peserta BPJS akan kembali aktif apabila iuran tunggakan telah dibayar paling banyak 24 bulan dan pembayaran iuran bulanan tetap berjalan. Jadi apabila Anda menunggak pembayaran iuran BPJS selama 4 tahun atau 48 bulan, maka jumlah tunggakan iuran yang harus Anda lunasi adalah sebesar jumlah iuran BPJS Anda dikali 24 bulan.
    Contohnya: Anda adalah peserta BPJS Kesehatan mandiri kelas II dengan iuran bulanan sebesar Rp100.000,-. Maka jumlah tunggakan maksimal yang harus Anda lunasi agar layanan BPJS kembali aktif adalah sebesar Rp100.000,- x 24 bulan = Rp2.400.000,-.
  3. Apabila Anda membutuhkan pelayanan rawat inap dalam kurun waktu 45 hari setelah status kembali aktif, maka akan dikenakan denda pelayanan, dengan ketentuan sebagai berikut:
    a. Anda akan dikenakan denda sebesar 5% x jumlah bulan tertunggak x biaya rawat inap. Denda pelayanan untuk rawat inap dihitung untuk setiap diagnosis. Oleh sebab itu pastikan Anda tidak menunggak iuran. Semakin lama menunggak maka denda yang harus dibayarkan semakin besar.
    b. Jumlah bulan tertunggak maksimal untuk denda adalah 12 bulan (artinya kalau tunggakan lebih dari 12 bulan, tetap dihitung 12). Misalnya jumlah total denda selama 12 bulan adalah Rp 1 juta, maka hanya perlu membayar Rp 1 juta.
  4. Selama tunggakan belum dilunasi, maka anggota keluarga lainnya yang ingin mendaftar BPJS Kesehatan tidak akan bisa mendaftar sampai tunggakan dilunasi.

Cara Mengecek Tunggakan BPJS

Sebelum membayar tunggakan, Anda dapat melakukan pengecekan tunggakan dengan cara berikut ini:

  1. Mengecek tagihan lewat website resmi BPJS Kesehatan di https://bpjs-kesehatan.go.id/
  2. Mengunjungi ATM bank pemerintah (BNI, Mandiri, BRI). Pilih tagihan BPJS Kesehatan dan masukkan nomor Virtual Account (VA) BPJS Kesehatan (didapatkan ketika registrasi akun).
  3. Mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan di PlayStore.
  4. Menghubungi layanan kontak BPJS di nomor 1500400 atau Layanan Mobile Customer Service (MCS) BPJS Kesehatan.

Dalam kasus Anda, mungkin Anda dapat menghubungi layanan kontak BPJS di nomor 1500400, dimana Anda akan dibantu oleh petugas customer service. Anda akan dipandu untuk melakukan pembayaran tunggakan iuran tersebut.

Setelah tunggakan lunas, maka status kepesertaan akan diaktifkan kembali dan Anda dapat menggunakan layanan BPJS untuk berobat, kecuali untuk rawat inap. Jika ingin menggunakan rawat inap maka disarankan untuk menunggu selama 45 hari setelah status diaktifkan kembali, karena jika Anda menggunakan fasilitas rawat inap pada rentan waktu 45 hari tersebut maka akan dikenakan biaya sebesar 5% dari biaya rawat inap tersebut.

Oleh sebab itu, untuk dapat memperoleh layanan BPJS serta menghindari denda dan tunggakan yang menumpuk, sebaiknya Anda selalu membayar iuran tepat waktu. Semoga penjelasan ini dapat membantu.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.