Terjawab

Bagaimana cara yang benar untuk menghitung kekayaan bersih?

Oleh : Rajini Madana
Januari 3, 2021

Demi tuntutan untuk selalu terlihat gaul, keren, mapan di media sosial banyak orang yang bergaya hidup tidak sesuai dengan penghasilannya. Kehidupan yang diposting di sosial media terasa begitu luar biasa, tetapi sebenarnya terjebak dalam permasalahan finansial yang pelik.

Apakah kondisi ini terjadi karena belum dipahaminya arti kekayaan bersih yang sebenarnya? Lalu, bagaimana cara yang benar untuk menghitung kekayaan bersih?

Jawaban

Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
0 Komentar

Setiap kondisi keuangan yang pelik yang dialami oleh seseorang, itu adalah pilihan dari masing-masing individu. Tidak pernah ada yang menyuruh mereka untuk selalu terlihat gaul, mapan di sosmed, dll. karena semua itu hanya ada di benaknya saja. Kembali, seberapa pentingkah bagi seseorang untuk menjadi luar biasa di sosial media? Untuk beberapa orang menjadi penting karena itu adalah sumber penghasilan mereka. Untuk mereka yang tidak menjadikan sosial media sumber penghasilan, sebaiknya ditanya kembali, apa yang membuat mereka seperti itu? Apakah ada unsur depresi, kompulsif, atau hal lain?

Penyebab Seseorang Memamerkan Kehidupan di Dunia Maya

Insecure dan low self esteem seringkali menjadi penyebab utama seseorang memilih untuk memamerkan kehidupan maya mereka yang glamour, daripada menerima kenyataan dan menyayangi diri sendiri dan berani berkata “inilah saya”. Dan sering sekali masalah finansial yang dijadikan alasan. Padahal, dengan literasi keuangan yang cukup, pemahaman tentang investasi yang benar, hal tersebut diatas bisa diraih bukan hanya dalam bentuk maya atau angan.

Kepuasan Semu dari Sosial Media Tidak Ada Hubungannya dengan Kekayaan Bersih

Dan tidak ada hubungannya dengan kekayaan bersih. Kekayaan bersih itu sendiri adalah bentuk materiil yang memiliki harga nominal. Biasanya berbentuk aset. Aset itu sendiri bisa beragam pula bentuknya, bisa berbentuk aset properti, beberapa menghitung kendaraan juga sebagai aset, logam mulia, dan instrumen investasi lain.

Seseorang yang memiliki aset besar dan banyak sekalipun sering malah memamerkannya di sosial media. Apa itu perlu? Saya rasa tidak. Hanya mereka yang merasa insecure dan memiliki rasa rendah diri yang tinggi, yang membutuhkan pengakuan terus menerus di sosial media. Dan bisa jadi hal ini disebabkan oleh depresi atau gangguan kepribadian yang tidak disadari.

Fenomena menjadi fenomena kalau kita menjadikannya masalah atau issue yang harus diperdebatkan. Padahal mungkin, untuk banyak orang hal ini adalah suatu hal yang sangat sepele apabila dibandingkan dengan hal lain. Kembali, semuanya tergantung persepsi dan cara pandang kita terhadap suatu masalah. Dan bagaimana kita menyikapi masalah tersebut.

Sebaiknya sih, jangan fokus ke hal-hal yang tidak membuat kita berkembang dan bahagia. Karena kebahagiaan itu datang dari diri sendiri, bukan kepuasan semu dari sosial media. Dan tidak ada hubungannya juga dengan kekayaan bersih. Sementara cara yang benar untuk menghitung kekayaan bersih adalah dengan datang ke perencana keuangan dan menjabarkan semua yang Anda miliki. Karena nilai tunai yang mungkin ada, belum tentu sebanyak yang Anda kira.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Praktisi Keuangan Syariah
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Certified Financial Planner
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Independent Financial Planner
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.