Bagaimana hukum asuransi menurut agama Islam?

Oktober 27, 2020

Jawaban

Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
0 Komentar

Dalam pandangan Islam asuransi adalah haram karena mengandung gharar (ketidakjelasan) dan qimar (judi) yang bersumber pada Al-Quran, Hadis dan fatwa ulama.

Menurut Sumber Al- Quran

“Hai orang orang yang beriman , sesunggguhnya (meminum) khamar (arak), berjudi, (berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah) adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan ” (QS . Al Maa-Idah 5: 90).

“Hai orang orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu (QS. An Nisaa’ 4 : 29).

Menurut Hadis

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW melarang jual beli gharar (HR Muslim).

Menurut Fatwa Ulama

Fatwa Al Lajnah Ad Daimah Lil Buhut Al Ilmiyah wal Ifta (Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa) Saudi Arabia menyebutkan bahwa “telah dikeluarkan keputusan dari Ha’iah Kibaril Ulama (ulama ulama besar) tentang haramnya asuransi komersial dengan semua jenisnya karena mengandung mudharat dan bahaya besar serta merupakan tindakan memakan harta orang dengan cara yang bathil, yang mana hal tersebut telah diharamkan oleh syariat yang suci dan dilarang keras “ (Erwamdi Tarmizi , 2012).

Sedang fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) menyatakan bahwa asuransi haji yang tidak dibenarkan menurut syariah adalah asuransi yang menggunakan sistim konvensional. Sedang asuransi haji yang dibenarkan menurut syariah adalah asuransi yang berdasarkan prinsip prinsip syariah. Yaitu prinsip ta’awuni (tolong menolong) antar sesama haji berdasarkan akad tabarru’ (hiba )antara jamaah haji sebagai pemberi tabarru’ dengan asuransi syariah yang bertindak sebagai pengelola dana hibah (www. mui.or.id)