Terjawab

Bagaimana kehalalan emiten yang tidak ada dalam indeks saham syariah?

Oleh : Muadz
Desember 25, 2020

Halo, saya ingin tahu, apakah emiten yang tidak tergabung dalam indeks saham syariah tidak terjamin kehalalannya? Terima kasih.

Jawaban

Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
0 Komentar

Saham Syariah

Sebelum menjawab halal atau tidaknya, perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai saham perusahaan yang termasuk ke dalam kriteria Saham Syariah. Menurut Fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia NO: 135/DSN-MUI/V/2020, Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu Perusahaan yang batas bagian kepemilikannya (hishshah sya’i’ah) tidak bisa dipastikan, dan bernilai sama. Saham Syariah adalah Saham yang memenuhi ketentuan dan kriteria berdasarkan prinsip syariah.

Pelaksanaan transaksi harus dilakukan menurut prinsip kehati-hatian serta tidak diperbolehkan melakukan spekulasi dan manipulasi yang di dalamnya mengandung unsur dharar, gharar, riba, maisir, risywah, maksiat dan kezhaliman.

Transaksi yang mengandung unsur dharar, gharar, riba, maisir, risywah, maksiat dan kezhaliman sebagaimana dimaksud di atas meliputi:

  1. Najsy, yaitu melakukan penawaran palsu;
  2. Bai’ al-ma’dum, yaitu melakukan penjualan atas barang (Efek Syariah) yang
    belum dimiliki (short selling);
  3. Insider trading, yaitu memakai informasi orang dalam untuk memperoleh
    keuntungan atas transaksi yang dilarang;
  4. Menimbulkan informasi yang menyesatkan;
  5. Margin trading, yaitu melakukan transaksi atas Efek Syariah dengan fasilitas
    pinjaman berbasis bunga atas kewajiban penyelesaian pembelian Efek Syariah
    tersebut; dan
  6. Ihtikar (penimbunan), yaitu melakukan pembelian atau dan pengumpulan suatu
    Efek Syariah untuk menyebabkan perubahan harga Efek Syariah, dengan tujuan
    mempengaruhi Pihak lain;
  7. Dan transaksi-transaksi lain yang mengandung unsur-unsur diatas.

Pada prinsipnya jual beli Saham suatu perusahaan wajib terbebas dari unsur riba dan unsur-unsur haram lainnya, antara lain utang berbasis riba dan/atau pendapatan yang haram. Jika prinsip tersebut tidak dapat diwujudkan, dengan pertimbangan kaidah umum al-balwa* dan kaidah al-katsrah wa al-qillah wa al-ghalabah, maka boleh melakukan transaksi jual-beli Saham

Perusahaan dimaksud dengan syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Kegiatan usaha Perusahaan tidak bertentangan dengan prinsip Syariah;
  2. Total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih dan 45% (empat puluh lima persen);
  3. Total pendapatan tidak halal dibandingkan dengan total pendapatan usaha dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10%
    (sepuluh persen); dan
  4. Pemegang Saham yang menerapkan prinsip Syariah harus memiliki mekanisme pembersihan kekayaan dari unsur-unsur yang tidak sesuai dengan prinsip Syariah.

Index Saham Syariah Indonesia

Seluruh saham perusahaan (emiten) yang termasuk dalam ISSI (Index Saham Syariah Indonesia) telah memenuhi kriteria poin A-C tersebut diatas. Maka jika terdapat saham perusahaan diluar dari daftar ISSI maka tidak dapat dikategorikan sebagai Saham Syariah.

ISSI merupakan indikator dari kinerja pasar saham syariah Indonesia. Konstituen ISSI adalah seluruh saham syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK. Artinya, BEI tidak melakukan seleksi saham syariah yang masuk ke dalam ISSI.

Konstituen ISSI diseleksi ulang sebanyak dua kali dalam setahun, setiap bulan Mei dan November, mengikuti jadwal review DES. Oleh sebab itu, setiap periode seleksi, selalu ada saham syariah yang keluar atau masuk menjadi konstituen ISSI.

Dalam melakukan transaksi pembelian saham syariah, investor saham syariah sebaiknya menggunakan Sharia Online Trading System (SOTS) yaitu sistem transaksi saham syariah secara online yang memenuhi prinsip-prinsip syariah di pasar modal. SOTS dikembangkan oleh anggota bursa sebagai fasilitas atau alat bantu bagi investor yang ingin melakukan transaksi saham secara syariah.

SOTS disertifikasi oleh DSN-MUI karena merupakan penjabaran dari fatwa DSN-MUI No. 80 tahun 2011, fatwa DSN-MUI No. 135/DSN-MUI/V/2020 dan tentang Penerapan Prinsip Syariah Dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Di Pasar Reguler Bursa Efek.

Fitur utama SOTS adalah sebagai berikut:

  1. Hanya saham syariah yang dapat ditransaksikan
  2. Transaksi beli saham syariah hanya dapat dilakukan secara tunai (cash-basis transaction) sehingga tidak boleh ada transaksi margin (margin trading)
  3. Tidak dapat melakukan transaksi jual saham syariah yang belum dimiliki (short selling)
  4. Laporan kepemilikan saham syariah dipisah dengan kepemilikan uang sehingga saham syariah yang dimiliki tidak dihitung sebagai modal (uang).

*Umum Al Balwa : kesulitan yang meluas dan menjadi sukar untuk dielak lagi hingga menjadi umum (kebiasaan) pada yang menghadapinya.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Praktisi Keuangan Syariah
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Certified Financial Planner
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Independent Financial Planner
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.