Terjawab

Bagaimana konsep tabungan syariah yang tepat?

September 22, 2020

Jawaban

Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
0 Komentar

Konsep tabungan dijelaskan dalam Al Qur’an Surat Yusuf ayat 47-48
“.. Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa ; Maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit) kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan”

Tabungan dalam ISLAM, sebagaimana ayat diatas, merupakan sebuah aplikasi dari konsep bahwa manusia perlu hidup hemat dalam di kondisi berlebihan, untuk tetap siap didalam kondisi darurat.

Menabung yang pelaksanaannya dilakukan melalui lembaga keuangan syariah dapat dilakukan dalam 2 prinsip yaitu :
Prinsip Titipan.
Dalam prinsip titipan dikenal dengan istilah Al-Wadi’ah, yang maknanya adalah perjanjian antara pemilik barang (termasuk uang), dalam hal ini adalah nasabah, dengan pihak penyimpan yang bersedia menyimpan dan menjaga keselamatan barang yang dititipkan kepadanya, dalam hal ini adalah lembaga keuangan (bank syariah).

Prinsip ini dalam produk tabungan (simpanan) disebut dengan Tabungan Al Wadi’ah dan Giro Al Wadi’ah.

Prinsip Bagi Hasil.
Dalam prinsip bagi hasil yaitu akad Mudharabah adalah perjanjian bagi hasil antara dua pihak atau lebih dalam sebuah usaha ekonomi. Dimana ada pihak yang menjadi pemilik modal (shohibul mal) dalam hal ini yaitu adalah nasabah yang menabung dan pihak yang mengelola modal dengan keahlian yang dimilikinya (mudharib) dalam hal ini adalah lembaga keuangan.