Terjawab

Bagaimana mengajarkan anak cara mengatur keuangan sejak dini?

Oleh : ekawati
Desember 16, 2020

Saya menyadari betul, mapan secara finansial bukanlah hal yang bisa terwujud dalam waktu semalam, kita harus memulainya sedini mungkin.

Sebagai orangtua, saya ingin mendidik anak sejak kecil untuk bisa mengatur dan mengelola keuangan sejak dini meskipun mereka masih hidup dengan kami yang sudah berkecukupan.

Karena itu, bagaimana caranya untuk saya mengajarkan anak mengatur keuangan agar mereka bisa bijaksana dengan alokasi uangnya sejak kecil hingga saat dewasa nanti? Terima kasih.

Jawaban

Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
0 Komentar

Kebiasaan anak mengelola uangnya mulai terbentuk saat anak memasuki usia 7 tahun. Meskipun demikian, anak baru memahami konsep menabung dan membeli dan menunda sekitar usia dini, sekitar 4 tahun sampai dengan 5 tahun.

Saat yang Tepat: Saat Anak – anak Mulai Mengenal Uang

Pada saat anak-anak sudah mulai mengenali uang dan mengetahui fungsi uang serta sudah mampu praktek jual beli sederhana, ini saat yang tepat untuk mengajari mereka cara mengelola keuangan dengan cara yang sangat sederhana.

Ajarkan tentang Menunda Keinginan

Pada jenjang usia dini, pelajaran terpenting yang dapat diberikan adalah bagaimana cara menunda keinginan. Terkadang, kita sebagai orangtua suka gak tega untuk menolak keinginan anak yang suka minta dibelikan sesuatu, seperti mainan atau makanan. Apalagi jika harganya masih terjangkau, tanpa pikir panjang orangtua membelikannya saja.

Padahal jika dicermati, di saat seperti itulah, kita sebagai orangtua dapat menanamkan pendidikan penting kepada anak tentang cara menunda emosi dan menunda keinginan. Jika kebiasaan menunda keinginan ini sudah dapat tertanam dengan baik dalam pola pikir anak-anak, maka nanti saat mereka dewasa, mereka akan dapat mengelola emosi belanja mereka dan punya prioritas keuangan yang lebih baik.

Ajarkan untuk Membuat Pilihan sesuai Prioritas

Ketika anak-anak sudah berada pada kisaran usia 7 sampai 10 tahun, maka mereka dinilai sudah dapat mengambil keputusan sendiri. Di masa usia ini, sebaiknya ajarkan mereka untuk membuat pilihan tentang bagaimana mereka akan membelanjakan uang mereka. Contohnya, ketika saat liburan tiba, anak-anak kami akan menabung uang saku mereka sehingga pada saat tiba di tempat tujuan, mereka dapat belanja barang-barang sesuai kebutuhannya.

Ajarkan tentang Pentingnya Membaut Tujuan Keuangan Jangka Panjang

Nah, saat anak-anak mencapai usia 11 sampai 14 tahun, inilah saatnya mereka dapat berfikir dengan lebih dewasa. Saatnya mengajari mereka tentang pentingnya membuat tujuan keuangan jangka panjang. Berikan mereka pemahaman tentang investasi di berbagai produk investasi, dan kenalkan merka tentang beberapa jenis profil risiko, jangan lupa untuk mencari tahu profil risiko mereka juga.

Berapapun usia anak Anda sekarang, tidak ada kata terlambat untuk mulai mengajari mereka cara cerdas kelola keuangan.

Semoga Bermanfaat

Terima Kasih

Erlina Juwita

Avatar
Eggy (anonymous)
0 Komentar

Konsep mengatur keuangan paling mudah menurut Kurikulum Cha Ching yang saya baca seperti ini:

Earn > Save > Spend > Donate

atau

Gajian/Uang Saku > Tabung > Jajan/Pengeluaran > Donasi

Hal yang harus sangat diperkuat adalah menabung, karena itu dapat meningkatkan jiwa/literasi keuangan anak kedepannya.

Buat nominal tabungan menjadi pasti dan bukan dari sisa uang jajan. Setelah mendapat uang saku, uang harus langsung disisihkan untuk menabung.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.