Terjawab

Bagaimana mengatasi rasa tidak pernah puas atas uang yang dimiliki?

Oleh : Estu Damar
Januari 18, 2021

Mengapa saya tidak pernah merasa cukup dengan uang yang dimiliki, berapapun jumlahnya? Bagaimana saya mengatasi permasalahan ini? Terima kasih.

Jawaban

Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
0 Komentar

Sifat alami manusia diantaranya adalah selalu ingin punya lebih. Misalnya: sudah punya motor, ingin mobil. Sudah punya mobil kelas 1000cc seharga 100juta, kemudian ingin ganti mobil keluarga yang 1600cc. Sudah punya mobil keluarga, ingin SUV 2000cc, begitu seterusnya. Belum lagi bila kita sering melihat disekitar kita, seperti tetangga yang memiliki lebih dari kita misalnya. Sehingga ada ungkapan: rumput tetangga lebih hijau, yang intinya adalah bahwa manusia tidak pernah merasa puas dan selalu merasa kurang.

Dengan kondisi seperti diatas, tentu saja berapapun harta yang dimiliki kita tidak akan pernah merasa cukup. Perasaan yang Anda miliki tersebut sesungguhnya adalah wajar dan banyak dialami oleh banyak orang. Namun demikian dalam jangka panjang tentunya hal ini dapat mengganggu kehidupan Anda.

Solusi dari Sisi Spiritual

Untuk membantu agar kita merasa cukup, ada baiknya kita sering-sering melihat orang-orang yang kondisinya dibawah kita. Masih banyak orang yang belum seberuntung kita dan banyak yang tidak punya kelebihan untuk memiliki apa yang diinginkan. Jangankan keinginan, bahkan mungkin kebutuhan saja sulit untuk dipenuhi.

Satu cara yang sering saya lakukan untuk meningkatkan rasa cukup adalah dengan berbagi kepada mereka yang kekurangan. Dengan melihat bagaimana mereka menghargai pemberian kita, membuat kita merasa kaya dan sangat berkecukupan.

Solusi dari Sisi Perencanaan Keuangan

Diatas adalah solusi dari sisi spiritual, bagaimana dengan solusi dari sisi perencanaan keuangan?

Menentukan Tujuan Keuangan

Dilihat dari sisi perencanaan keuangan, Anda memerlukan tujuan keuangan yang jelas. Dalam menentukan tujuan keuangan, harus memenuhi kriteria S.M.A.R.T:

Specific

Tujuan keuangan harus sedetail mungkin. Misalnya: Membeli rumah tinggal 2 lantai di kawasan selatan Jakarta dengan luas bangunan sekitar 150m² dan tanah 200m².

Measurable

Tujuan keuangan harus dapat diukur pencapaiannya. Misalnya: Rumah yang akan dibeli seharga 1 miliar rupiah jadi harus menabung untuk uang muka sebesar minimal 100 juta rupiah dan sisanya mengambil kredit bank. Jadi pencapaian jumlah dana tersebut dapat diukur.

Achievable

Apakah tujuan keuangan tersebut dapai dicapai dengan kemampuan yang ada? Misalnya: dana untuk uang muka dapat dikumpulkan dengan menyisihkan sebesar 5 juta rupiah perbulan dari penghasilan kita.

Relevant

Apakah tujuan keuangan tersebut sesuai dengan kebutuhan kita? Misalnya: karena sudah berkeluarga maka kita membutuhkan rumah, dan rumah di daerah selatan Jakarta adalah lokasi yang cukup strategis dan mudah untuk mencapai lokasi kantor.

Timebound

Kita harus menentukan batas waktu untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya: dengan menyisihkan 5 juta rupiah perbulan maka kita dapat membeli rumah tersebut 20 bulan lagi. Dengan memiliki tujuan keuangan, kita akan lebih termotivasi untuk mencapainya.

Membuat Rencana Anggaran Keuangan

Nah, setelah menentukan tujuan keuangan, kemudian kita membuat rencana anggaran keuangan. Anggaran setiap orang sifatnya unik dan tidak dapat diterapkan secara seragam. Disini saya berikan contoh alokasi pos anggaran secara umum, alokasi ini tidak bersifat baku dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan, seperti dapat dilihat pada grafik berikut:

Setiap awal bulan Anda diharapkan dapat mengalokasikan penghasilan sesuai dengan persentase pembagian yang sudah Anda tentukan sebelumnya seperti contoh diatas. Sebaiknya Anda memiliki rekening terpisah untuk pos-pos yang berbeda, sehingga tidak akan tercampur atau terpakai pada akhirnya. Hal penting yang perlu Anda pahami bahwa khusus pos Investasi, Dana Darurat dan Sumbangan (zakat, infaq dan sedekah bagi umat Islam), harus didahulukan dan disisihkan di awal bulan. Anda bisa menggunakan fitur transfer otomatis ke rekening terpisah, sebelum Anda membelanjakan sisanya untuk pos kebutuhan dan keinginan.

Catat Pengeluaran Rutin Harian

Berikutnya, Anda perlu melakukan pencatatan pengeluaran rutin harian, sejak Anda bangun hingga malam sebelum tidur. Anda dapat mencatat di buku/notes, aplikasi di telepon genggam maupun di spreadsheet komputer. Tujuannya adalah supaya Anda dapat mengetahui kemana saja uang Anda dibelanjakan. Dengan demikian Anda dapat melakukan analisa atas gaya hidup dan gaya belanja Anda, mana yang sebenarnya kebutuhan dan mana yang merupakan keinginan. Jadi Anda harus bisa membedakan antara keduanya. Kebutuhan adalah pengeluaran yang bila tidak dipenuhi akan berpengaruh signifikan terhadap kehidupan kita. Sedangkan keinginan adalah pengeluaran yang kalau tidak dipenuhi tidak berpengaruh secara signifikan. Contohnya kebutuhan adalah: makanan bergizi yang dimasak dirumah, sedangkan keinginan adalah: makan makanan mahal di restoran.

Terkadang karena belum sepenuhnya dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan, pos belanja keinginan kita menjadi terlalu besar. Disinilah kemungkin Anda selama ini banyak menghabiskan penghasilan Anda. Namun demikian, belanja keinginan tetap dibutuhkan untuk kesehatan mental dan pergaulan misalnya, asalkan jumlahnya diatur.

Nah, dengan menyusun anggaran dan mencatat pengeluaran secara konsisten dan tentunya dengan komitmen yang kuat, Anda dapat menikmati hasilnya di masa depan. Perlahan tapi pasti Anda akan merasa puas dan merasa cukup. Semoga dapat membantu, tetap semangat dan selalu bersyukur.

 

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.
Bagaimana cara menentukan jumlah dan menetapkan gaji karyawan? Halo, saya ingin menanyakan 2 hal. Bagaimana cara menentukan jumlah karyawan pada UMKM usaha kecil? Tolong sertakan aturan atau referensi yang jelas, karena yang saya ketahui jumlah karyawan pada usaha kecil berada di kisaran 5 sampai 19 orang. Lalu, bagaimana cara menetapkan gaji karyawan pada UMKM usaha kecil? Apakah UMKM usaha kecil perlu untuk memberikan jaminan kepada karyawannya?
175
0
Apakah bisa mengajukan KUR untuk lembaga non formal? Saya memiliki PAUD yang belum legal, namun sudah berjalan 5 tahun. Saat ini, saya ingin mengajukan KUR untuk pengembangan dan biaya proses legalitas, apakah bisa? Mohon penjelasannya, terima kasih.
156
0
Bagaimana solusi jika total cicilan produktif ternyata 40% dari penghasilan? Halo Lifepal. Saya mau bertanya soal cicilan. Saat ini saya seorang karyawan single dan sedang ada beberapa cicilan produktif (untuk investasi), namun setelah saya hitung, total cicilan tsb ternyata 40% dari penghasilan saya. Apakah lebih baik saya mengurangi cicilan tsb atau tidak melanjutkan cicilannya? Salah satu cicilan akan selesai pada September tahun ini dan yang satunya lagi akan selesai pada November 2022. Untuk dana darurat saya juga sudah ada meskipun belom sampai 6x pengeluaran bulanan (masih dalam tahap pengumpulan dana setiap bulannya) Bagaimana solusi yang terbaik?
587
1
Terjawab
Apakah bisa mendapatkan pinjaman dana dengan jaminan KARIP? Halo, saya ingin bertanya. Apakah bisa mendapatkan pinjaman dana dengan jaminan KARIP? Terima kasih infonya.
342
0
Bagaimana cara mendapatkan pinjaman dana dengan cepat? Saat ini, keluarga saya belum ada yang bekerja karena pemberhentian akibat wabah COVID-19. Dari 7 bersaudara, hanya saya yang masih bekerja. Saya sangat butuh pinjaman dana untuk membuat usaha dari pengalaman kerja saya, sudah beberapa kali mengajukan pinjaman tetapi selalu ditolak karena adanya wabah ini. Yang saya ingin tanyakan, bagaimana cara mendapatkan pinjaman dana dengan cepat?
330
0