Terjawab

Bagaimana solusi jika total cicilan produktif ternyata 40% dari penghasilan?

Oleh : 
Februari 19, 2021

Halo Lifepal.

Saya mau bertanya soal cicilan. Saat ini saya seorang karyawan single dan sedang ada beberapa cicilan produktif (untuk investasi), namun setelah saya hitung, total cicilan tsb ternyata 40% dari penghasilan saya. Apakah lebih baik saya mengurangi cicilan tsb atau tidak melanjutkan cicilannya?

Salah satu cicilan akan selesai pada September tahun ini dan yang satunya lagi akan selesai pada November 2022. Untuk dana darurat saya juga sudah ada meskipun belom sampai 6x pengeluaran bulanan (masih dalam tahap pengumpulan dana setiap bulannya)

Bagaimana solusi yang terbaik?

Jawaban

Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
0 Komentar

Saya ingin mengapresiasi Anda karena sudah cukup memahami alokasi keuangan serta pentingnya dana darurat dan investasi. Dengan demikian akan lebih mudah bagi Anda untuk melakukan perencanaan keuangan.

Pertama, saya ingin membahas perihal rencana investasi. Investasi adalah suatu cara untuk mencapai tujuan keuangan individu/keluarga. Semakin cepat kita memulai investasi, maka imbal hasil yang diperoleh pada waktu yang sudah ditentukan akan semakin besar. Seringkali karena ingin segera memulai berinvestasi, sebagian dari kita mengambil pinjaman untuk dapat ditempatkan pada suatu instrumen investasi. Sayangnya saya tidak mendapat informasi detail perihal instrumen investasi yang Anda ambil. Namun bila dilihat dari pemahaman keuangan Anda, saya asumsikan bahwa tingkat pengembalian investasi Anda melebihi tingkat bunga pinjaman yang Anda ambil atau termasuk investasi dengan risiko sedang atau tinggi.

Semakin Tinggi Risiko Investasi maka Imbal Hasil yang Diperoleh juga Semakin Besar

Semua jenis instrumen investasi memiliki risiko, apakah itu risiko rendah, risiko sedang maupun tinggi. Semakin tinggi risiko investasi, maka kemungkinan memperoleh imbal hasil yang tinggi menjadi semakin besar. Namun Anda juga harus siap seandainya investasi Anda tidak memberikan imbal hasil yang diharapkan atau bahkan bisa jadi mengalami kerugian. Untuk itu kita perlu mengenali terlebih dahulu profil risiko kita, sehingga kita dapat menempatkan pada instrumen investasi yang sesuai dengan profil kita.

Jenis Profil Risiko Investor

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui bahwa profil risiko investor adalah sebagai berikut:

Konservatif

Investor dengan profil risiko konservatif sebaiknya memilih instrumen dengan tingkat risiko rendah ke sedang, seperti: deposito, emas dan reksadana pasar uang.

Moderat

Investor dengan profil risiko moderat sebaiknya memilih instrumen dengan tingkat risiko sedang, atau gabungan ketiga risiko, seperti: reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan p2p lending.

Agresif

Investor dengan profil risiko agresif sebaiknya memilih instrumen dengan tingkat risiko tinggi atau gabungan instrumen berisiko sedang dan tinggi, seperti: saham, p2p lending, reksadana saham dan reksadana campuran.

Pastikan bahwa investasi yang Anda pilih sesuai dengan profil risiko Anda, agar Anda lebih siap atas segala risikonya.

Membiayai Investasi dari Uang Pinjaman Sangat Berisiko

Imbal hasil investasi dengan risiko sedang dan tinggi sifatnya tidak pasti. Nilai imbal hasil akan selalu berfluktuasi dipengaruhi oleh berbagai aspek tergantung jenis instrumennya. Sedangkan, cicilan pinjaman dan bunga yang harus dibayar sifatnya pasti. Maka dari sini bisa disimpulkan bahwa membiayai investasi dari uang pinjaman adalah sangat berisiko. Anda tidak mendapatkan jaminan bahwa investasi tersebut akan memberikan tingkat imbal hasil melebihi tingkat bunga pinjaman yang Anda ambil. Apalagi kalau ternyata investasi tersebut mengalami kerugian. Akibatnya adalah: Anda kehilangan sebagian pokok pinjaman yang ditempatkan pada investasi tersebut dan Anda masih harus membayar pokok pinjaman tersebut beserta bunganya kepada pihak pemberi pinjaman.

Hal yang Perlu Dilakukan ketika Terlanjur Mengambil Pinjaman untuk Investasi

Apabila Anda sudah terlanjur mengambil pinjaman untuk keperluan investasi dengan nilai total cicilan sebesar 40% dari total penghasilan perbulan, maka yang perlu dilakukan adalah:

Melunasi pinjaman dengan tingkat bunga yang tinggi terlebih dahulu

Dengan melunasi pinjaman yang tingkat bunga tertinggi maka Anda akan terbebas dari beban untuk membayarkan bunga pinjaman yang besar. Melunasi pinjaman disesuaikan dengan kemampuan, tidak harus lunas sekaligus dan bisa dilakukan secara bertahap.

Apabila tingkat bunganya sama, maka dahulukan melunasi hutang mulai dari jumlah pokok pinjaman terkecil

Hutang dengan pokok pinjaman lebih kecil akan lebih mudah dan lebih cepat untuk dilunasi. Apabila satu saja pokok pinjaman berhasil dilunasi, Anda akan merasa lebih tenang dan bisa fokus untuk melunasi hutang lainnya.

Jangan mengambil hutang baru untuk menghindari menambah beban baru

Dengan melunasi seluruh pinjaman secara bertahap, Anda akan terlepas dari beban pembayaran pokok dan pinjaman perbulan sehingga bisa lebih fokus menabung untuk dana darurat dan investasi baru lainnya sesuai dengan tujuan keuangan Anda.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.
Bagaimana cara menentukan jumlah dan menetapkan gaji karyawan? Halo, saya ingin menanyakan 2 hal. Bagaimana cara menentukan jumlah karyawan pada UMKM usaha kecil? Tolong sertakan aturan atau referensi yang jelas, karena yang saya ketahui jumlah karyawan pada usaha kecil berada di kisaran 5 sampai 19 orang. Lalu, bagaimana cara menetapkan gaji karyawan pada UMKM usaha kecil? Apakah UMKM usaha kecil perlu untuk memberikan jaminan kepada karyawannya?
240
0
Apakah bisa mengajukan KUR untuk lembaga non formal? Saya memiliki PAUD yang belum legal, namun sudah berjalan 5 tahun. Saat ini, saya ingin mengajukan KUR untuk pengembangan dan biaya proses legalitas, apakah bisa? Mohon penjelasannya, terima kasih.
205
0
Apakah bisa mendapatkan pinjaman dana dengan jaminan KARIP? Halo, saya ingin bertanya. Apakah bisa mendapatkan pinjaman dana dengan jaminan KARIP? Terima kasih infonya.
398
0
Bagaimana cara mendapatkan pinjaman dana dengan cepat? Saat ini, keluarga saya belum ada yang bekerja karena pemberhentian akibat wabah COVID-19. Dari 7 bersaudara, hanya saya yang masih bekerja. Saya sangat butuh pinjaman dana untuk membuat usaha dari pengalaman kerja saya, sudah beberapa kali mengajukan pinjaman tetapi selalu ditolak karena adanya wabah ini. Yang saya ingin tanyakan, bagaimana cara mendapatkan pinjaman dana dengan cepat?
389
0
Apa cara berhemat orang Jepang yang bisa ditiru oleh kita? Apa cara berhemat orang Jepang yang bisa ditiru oleh kita yang masih sulit mengelola uang?
881
1
Terjawab