Terjawab

Bagaimana trik berhemat di masa pandemi?

Oleh : Mirah Tirta
September 16, 2020

Answer

Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
0 Comments

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk berhemat di masa pandemi. Mungkin akan lebih jelas lagi apabila kita bagi dalam beberapa poin.

a. Restrukturisasi kembali pengeluaran

Pengeluaran yang kita miliki tentunya ada berbagai macam. Ada pengeluaran rutin, tagihan-tagihan, cicilan, pengeluaran bulanan, mingguan, harian, tabungan, investasi dll yang kesemuanya terukur, yaitu pasti lebih besar ppenghasilan daripada pengeluaran.
Dari pengeluaran yang kita miliki, coba lihat kembali, manakah pengeluaran-pengeluaran yang benar-benar harus, atau hanya ingin. Contoh pengeluaran yang benar-benra harus adalah tagihan listrik, tagihan telpon, uang sekolah anak, dll yang tidak bisa tidak harus dikeluarkan. Sementara pengeluaran yang tidak harus adalah jatah gofood, martabak dan hal-hal lain yang berupa kebiasaan jajan atau sebenarnya bisa tidak kita keluarkan.

b. buat daftar belanja berdasarkan skala prioritas

Untuk memudahkan restrukturisasi pengeluatan, sebaiknya kita membuat daftar belanja. Berapa banyak ayam yang kita makan? Berapa banyak gula yang kita konsumsi? Odol, pembersih, cemilan dan lain-lain yang biasa ada di dalam daftar belanja, tulis semu. Setelah ditulis, lihat kembali apakah ada sebenarnya daftar yang bisa kita kurangi? Butuh kedisiplinan yang tinggi dalam membuat daftar belanja. Karena sering kali ketika kita sampai di supermarket atau pasar, kita memiliki kecenderungan untuk membeli barang-barang yg sebenarnya kita tidak perlu, seperti cemilan untuk si kakak atau adik, atau sekedar soda atau syrup untuk keluarga. Dari daftar tersebut pilahlah kembali berdasarkan skala prioritas. Apakah penting, benar-benar penting atau tidak penting sama sekali. Semuanya tergantung kebijakan kita masing-masing dalam menentukan bagaimana ada yang akan menjadi skala prioritas kita dalam mengatur keuangan untuk belanja.

c. budgetkan semua

Salah satu cara yang paling efisien adalah dengan membudgetkan semua. Budget untuk makan sebulan misalnya, untuk sekedar jajan, dan lain-lain. Tapi kembali, disiplin ini penting. Jangan karena budget jajan kita sudah habis kemudian ada teman jualan cookies jumbo mendadak kita memutuskan untuk menjebol budget pengeluaran untuk hal lain, tentunya tidak bijak. Apalagi kalau yg dijebok adalah budget untuk investasi atau tabungan darurat lainnya. Perhatikan baik baik apa yang menjadi skala prioritas kita dan ukur kembali bagaimana kemampuan kita. Dengan demikian, sebenarnya kita akan lebih tahu dimana pengeluaran kita banyak terjadi.

d. hindari penggunaan kartu kredit

Kartu kredit memiliki bunga yang sangat tinggi dan terus bekembang. Kalau bukan karena keperluan yang sangat mendesak, atau karena fasilitas unga nol persen, sebaiknya penggunakan kartu kredit dihindari. Kecuali memang kita hanya mempergunakannya sebagai cara bayar dan melunasinya di akhir bulan atau kala gajian, kartu kredit bukanlah pilihan yang baik. Apalagi di masa pandemi seperti ini. Pengurangan pendapatan sangat mungkin terjadi, sehingga demi mempertahankan gaya hidup, anda malah memilih untuk mempergunakan kartu kredit, maka hal ini sudah masuk ke dalam kategori tidak sehat secara finansial.
Kita tidak pernah tahu kapan pandemic ini akan berakhir, jadi memang sebaiknya mengurangi apa-apa yang bisa menimbulkan utang tambahan.

e. miliki dana darurat

Periksa kembali dana darurat yang Anda miliki, berapakah jumlahnya? Besaran dana darurat sekarang ini dianjurkan adalah sekitar 12 bulan dari pengeluaran (minimal) atau 12 bulan pendapatan (maksimal) terutama Anda yang sudah memiliki Anak atau tanggungan. Kenapa? Karena situasi pandemic ini belum tahu kapan berakhir. walau banyak negara menjanjikan akan adanya vaksin di bulan September ini, tetap saja hal itu belum terjadi dan sebaiknya kita memiliki kesiapan finansial untuk 12 bulan ke depan, atau setidaknya cukup untuk menyelamatkan uang sekolah anak sampai di tahun mendatang. Kalau saat ini dana darurat yang dibutuhkan belum mencukupi, cobalah sisihkan sebagian dari jatah jajan kita dan investasi ke dana darurat dahulu. Hanya setelah dana daruat terpenuhi, apabila Anda ingin melakukan investasi, maka investasi saat ini adalah waktu yang tepat.

f. Restrukturisasi kembali utang yang Anda miliki

Apabila saat ini Anda masih memiliki kemampuan untuk membayar utang dan kewajiban serta tagihan-tagihan ritun, maka hal ini tidak perlu dilakukan, Namun apabila Anda sudah mulai merasa berat karena adanya pengurangan penghasilan sementara tagihan yang datang tidak berkurang, maka Anda harus mengajukan keringanan. Beberapa bank memiliki fasilitas cuti bayar dan reschedule ulang cicilan yang Anda miliki. Jangan ragu untuk bertanya tentang kemungkinan restrukturisasi ini, karena semakin Anda dapat berhemat, semakin mungkin Anda bisa melewati masa pandemik ini dengan baik.

Semoga bermanfaat.