Terjawab

Bagian manakah dari Omnibus Law yang dianggap menyusahkan pekerja?

2 hari ago

Bagian manakah dari Omnibus Law yang dianggap akan menyusahkan pekerja?

Jawaban

Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
0 Komentar

Sebenarnya tidak menyusahkan, melainkan lebih adil bagi pihak pengusaha maupun pekerja.

Indonesia menjadi Negara dengan Upah Pesangon Terbesar di ASEAN

Omnibus Law UU Cipta Kerja menentukan bahwa waktu kerja lembur menjadi 4 jam per hari dan 18 jam per minggu. Sebelumnya, waktu kerja lembur paling banyak hanya 3 jam per hari dan 14 jam per minggu. Lalu, ketentuan alih daya atau outsourcing memang tetap diatur di dalam UU Cipta Kerja, namun lingkup pekerjaan yang dapat dialih dayakan tidak dibatasi. Besaran pesangon yang awalnya 32 kali bagi karyawan menjadi 25 kali gaji, dimana 16 kali ditanggung pemberi kerja dan 9 kali ditanggung Pemerintah melalui Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Besaran ini juga tetap menjadikan Indonesia sebagai negara dengan besaran upah pesangon terbesar di ASEAN.

UMK Harus Lebih Tinggi dari UMP

Berkaitan dengan upah, UU Cipta Kerja mengatur bahwa upah ditetapkan berdasarkan satuan waktu dan/atau satuan hasil. Upah Minimum Provinsi ditetapkan oleh Gubernur berdasarkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan. Gubernur dapat pula menetapkan Upah Minum Kabupaten/Kota (UMK) dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi daerah atau inflasi daerah tersebut. Dalam beleid tersebut, ditentukan bahwa UMK harus lebih tinggi dari UMP. Ketentuan itu dimaksudkan untuk melindungi hak pekerja.

Adanya Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan

UU Cipta kerja memberikan pengaturan program jaminan sosial baru, yaitu Jaminan Kehilangan Pekerjaan yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan dan diperoleh dari APBN. Program ini akan memberikan manfaat berupa pemberian insentif uang tunai dan program pelatihan kerja bagi para korban PHK. Bila mau mencari pekerjaan pun bisa mendapatkan akses ke pasar tenaga kerja.

Perlindungan Tambahan bagi Karyawan PKWT

Mengenai Perjanjian Waktu Tertentu (PKWT), ketentuan jangka waktu PKWT dalam UU Cipta Kerja dihapuskan tetapi ketentuan lebih lanjut mengenai jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaan, jangka waktu, dan batas waktu perpanjangan PKWT akan diatur dalam Peraturan Pemerintah. UU Cipta Kerja menegaskan jika PKWT berakhir, pengusaha wajib memberikan uang kompensasi kepada pekerja/buruh. Hal ini menunjukan bahwa UU Cipta Kerja memberikan perlindungan tambahan bagi karyawan kontrak atau karyawan PKWT.

Diharapkan Mampu Menyerap Tenaga Kerja Indonesia

UU Cipta Kerja diharapkan mampu menyerap tenaga kerja Indonesia yang seluas-luasnya di tengah persaingan yang semakin kompetitif dan tuntutan globalisasi ekonomi serta diharapkan dapat memajukan daya saing maupun mendorong pertumbuhan positif investasi masuk ke Indonesia. Jika hal tersebut tercapai, maka akan banyak lapangan kerja yang tercipta dan memacu pemulihan perekonomian nasional akibat pandemi global.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Perencana Keuangan, fasilitator Financial Planning Class & CFP Preparation Class, Pembicara, Narasumber
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.