Terjawab

Berapa budget yang diperlukan untuk mendirikan CV?

Oleh : Tonny
2 hari ago

Saya ingin mengetahui informasi terkait berapakah budget yang diperlukan untuk mendirikan CV. Selain itu, apa saja syarat – syarat pendiriannya? Terima kasih.

 

Jawaban

Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
0 Komentar

Salah satu cara mendirikan CV adalah menyiapkan anggaran yang tentu tidak sedikit. Lantas, berapa budget atau anggaran yang sebenarnya dibutuhkan? Sebelumnya, Anda membutuhkan modal minimal sekitar Rp15 juta. Namun, sejak adanya Omnibus Law RUU Cipta Kerja ketentuan tersebut pun ikut berubah. Karena itu, untuk mengetahui anggaran tepatnya sebaiknya langsung konsultasikan ke notaris tempat Anda mencatatkan pendirian CV.

Untuk memberikan gambaran terkait anggaran dan cara mendirikan CV, ada baiknya jika Anda memahami terlebih dahulu informasi umum berikut ini!

Apa Itu CV (Commanditaire Vennootschap)?

Commanditaire Vennootschap atau yang biasa disingkat CV adalah suatu entitas bisnis kemitraan secara sah namun belum memiliki badan hukum. Pemilik modal kemitraan dalam CV mencakup sekutu aktif (komplementer) dan sekutu pasif (komanditer).

  1. Sekutu Aktif (komplementer): Personel yang menjalankan usaha dan memiliki hak untuk mengadakan perjanjian dengan pihak ketiga
  2. Sekutu Pasif (komanditer): Personal yang menyerahkan modal sebagai bentuk kemitraan dan tidak ikut campur dalam proses manajemen dan kegiatan perusahaan

Apa Saja Syarat Umum Mendirikan CV?

Ada beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh pengaju sebagai salah satu cara mendirikan CV secara legal. Berikut di antaranya:

  1. Membuat Akta Pendirian CV dengan melengkapi dokumen: fotokopi KTP direktur dan persero pasif (komisaris), fotokopi NPWP direktur dan persero pasif (komisaris), nama CV, penjelasan bidang usaha, foto direktur berukuran 3×4 berlatar warna merah
  2. Membuat Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) yang diajukan ke kelurahan dengan melengkapi dokumen: mengisi formulir pengajuan SKPD, melampirkan legalitas perusahaan (Akta Pendirian dan SK Menkumham), fotokopi bukti sewa/kontrak atau kepemilikan tempat usaha, surat keterangan dari pemilik gedung jika berlokasi di gedung perkantoran, fotokopi PBB tahun terakhir, fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), foto gedung/ruang kantor tampak luar dan dalam
  3. Membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) sesuai domisili perusahaan dengan melengkapi: formulir pengisian NPWP, melampirkan legalitas perusahaan (Akta Pendirian, SK Menkumham, dan SKPD), serta fotokopi KTP, NPWP, dan KK direktur
  4. Membuat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) ke Dinas Perdagangan kabupaten/kota sesuai domisili perusahaan dengan melengkapi dokumen: mengisi formulir pengajuan SIUP, melampirkan legalitas perusahaan (Akta Pendirian, SK Menkumham, SKPD, dan NPWP), foto berwarna direktur berukuran 3×4 (2 lembar)
  5. Membuat Tanda Daftar Perusahaan (TDP) ke Dinas Perdagangan kota/kabupaten sesuai domisili tempat usaha dengan melengkapi dokumen: mengisi formulir mengajukan SIUP, melampirkan legalitas perusahaan (Akta Pendirian, SK Menkumham, SKPD, dan NPWP), pas foto direktur berukuran 3×4 (2 lembar).

Seperti Apa Pertanggungan Pajak CV

Setelah mengetahui cara mendirikan CV yang tepat, Anda juga perlu memahami pertanggungan pajak CV. Pertanggungan pajak CV mengikuti UU Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Subjek Pajak Tanggungan CV.

Aturan perpajakan atas badan usaha dan laba

  1. Pajak CV dihitung berdasarkan jumlah penghasilan badan usaha.
  2. Sesuai Pasal 25, setiap akhir tahun CV dikenai pajak atas laba sesuai Surat Pemberitahuan Pajak (SPP).

Aturan perpajakan atas penghasilan

  1. Mengikuti Pasal 9 Ayat 1 Huruf J, perusahaan berbentuk CV tidak dikenai Pajak Penghasilan (PPh) karena bukan badan hukum dan laba

Semoga penjelasan singkat mengenai cara mendirikan CV di atas bisa membantu Anda yang ingin mendirikan usaha. Untuk lebih jelasnya, kembali lagi untuk konsultasikan dengan pihak notaris, ya. Good luck!

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Perencana Keuangan, fasilitator Financial Planning Class & CFP Preparation Class, Pembicara, Narasumber
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.
Mengapa nasabah bank syariah lebih sedikit daripada bank konvensional? Kembali Mengapa nasabah bank syariah lebih sedikit daripada bank konvensional? Oleh : Suci Tegar 4 hari ago Meski fatwa MUI menyebutkan bahwa bunga bank adalah riba, masih banyak orang Muslim yang memilih menyimpan uang di bank konvensional. Mengapa nasabah bank syariah masih sangat sedikit dibandingkan bank konvensional, padahal mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim? Balas Jawaban Tulis jawaban Anda Dapatkan solusi dari para ahli keuangan Benny Fajarai CIP® CFP® Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner Eko Endarto, CFP, RFA Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun. Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP® Perencana Keuangan, fasilitator Financial Planning Class
195
1
Terjawab
Bagaimana caranya agar tidak terjerat konsultan keuangan? Agar lebih melek literasi keuangan, saya ingin mencoba berkonsultasi pada konsultan keuangan. Bagaimana caranya agar tidak terjerat konsultan keuangan?
136
1
Terjawab
Mengapa OJK memberi izin perusahaan kredit dengan suku bunga tinggi? Di tengah pandemi ini saya dan suami berencana mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) kepada salah satu developer. Tapi, suku bunga bank yang tinggi membuat kami berpikir ulang. Mengapa OJK memberikan izin kepada perusahaan kredit dengan suku bunga bank tinggi, bukankah itu semakin menambah beban kepada pihak peminjam?
132
1
Terjawab
Bagaimana cara menghemat uang dengan mengubah gaya hidup? Kembali Bagaimana cara menghemat uang dengan mengubah gaya hidup? Oleh : Tiwi Radmila Desember 1, 2020 Saya seorang karyawan swasta yang biasa mendapat gaji Rp12 juta per bulan. Setelah di-PHK karena pandemi, saya pindah kerja dan harus menyesuaikan diri dengan pendapatan yang kini hanya setengahnya. Dengan gaji dua digit, saya selalu bergaya hidup hedonisme yang sangat berpengaruh pada biaya hidup di setiap harinya. Namun, kini gaji saya tidak sampai dua digit, dan saya harus bisa menghemat. Bagaimana cara menghemat uang yang dilakukan dengan mengubah gaya hidup? Balas Jawaban Tulis jawaban Anda Dapatkan solusi dari para ahli keuangan Ade Wikasyah Praktisi Keuangan Syariah
423
1
Terjawab
Bagaimana cara menghasilkan uang untuk anak sekolah? Kembali Bagaimana cara menghasilkan uang untuk anak sekolah? Oleh : Kamala Calya Desember 1, 2020 Saat ini saya masih duduk di bangku kelas 8. Namun, saya sudah tidak memiliki ayah, dan ingin menghasilkan uang untuk membantu ibu yang berstatus single mother dan seorang pekerja. Bagaimana cara menghasilkan uang untuk saya yang masih duduk di bangku sekolah? Mohon masukannya. Terima kasih. Balas Jawaban Tulis jawaban Anda Dapatkan solusi dari para ahli keuangan Ade Wikasyah Praktisi Keuangan Syariah Aulia Akbar, CFP® Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat Benny Fajarai CIP® CFP® Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner Eko Endarto, CFP, RFA
333
1
Terjawab