Terjawab

Bolehkah menyimpan dana darurat dalam bentuk investasi likuid?

Oleh : Kamala Calya
Januari 19, 2021

Bolehkah menyimpan dana darurat dalam bentuk investasi likuid seperti saham, obligasi, dan reksadana?

Jawaban

Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
0 Komentar

Hal ini boleh – boleh saja kita lakukan namun perlu kita ketahui ada plus dan minus bila kita menempatkan dana darurat pada instrumen tersebut.

Menempatkan Dana Darurat di Saham

Let’s say kita menempatkan dana darurat di saham, hal ini bisa saja kita tempatkan pada saham, seperti yang kita ketahui saham merupakan instrumen yang cukup likuid dan kita mudah untuk mencairkan dana yang kita investasikan dengan waktu 2 hari setelah menjual saham tersebut. Apabila dana darurat tersedia dalam cash portofolio saham kita langsung dapat mencairkannya tanpa harus menunggu waktu 2 hari terlebih dahulu.

Namun terdapat kekurangan bila kita menempatkan dana darurat dalam instrumen saham yaitu kita akan menghadapi risiko yang cukup besar akibat volatilitas dari harga pergerakan sebuah saham. Pengaruh volatilitas ini malah bisa menggerus dana darurat yang telah kita kumpulkan sekalipun dana tersebut kita belikan pada saham yang bersifat defensif. Apabila scenario kebutuhan dana darurat seperti pada saat pandemi ini, jelas penempatan dana darurat pada saham bukanlah keputusan yang tepat dilakukan, karena saham – saham dengan kapitalisasi pasar besar pun harus tumbang dibuatnya. Misalnya BBNI yang biasanya diperdagangkan di harga Rp 7.000-10.000 per lembar harus terkoreksi cukup dalam mencapai Rp 3.340 per lembar. Terbayang sudah apabila dana darurat kita, ditempatkan penuh pada BBNI diharga Rp 7.000 maka dana darurat kita sudah terkoreksi 109%.

Menempatkan Dana Darurat di Obligasi

Kemudian bila dana darurat yang kita tempatkan pada obligasi, maka terdapat keuntungan bagi kita dimana obligasi cenderung lebih aman dari risiko, dan juga memiliki tingkat imbal hasil yang tetap.

Namun terdapat risiko pula yang akan kita hadapi, yaitu tenor yang dimiliki obligasi-obligasi yang ada di Indonesia memiliki jangka waktu 3-5 tahun. Sehingga bila kita membutuhkan dana darurat secara mendadak kita akan lebih lama waktu untuk pencairannya. Serta terdapat biaya – biaya administrasi yang akan mengurangi jumlah dana darurat kita.

Menempatkan Dana Darurat di Reksadana

Terakhir bila kita tempatkan dana darurat kita pada reksadana maka hal ini lebih bijak terkhusus reksadana pasar uang. Terdapat beberapa keunggulan bila kita menempatkan dana darurat kita pada reksadana pasar uang yaitu :

  1. Dana investasi untuk reksadana sudah dapat dimulai pada Rp 100.000, sehingga kita tidak perlu mengumpulkan dana darurat yang cukup banyak untuk menempatkan pada Reksadana.
  2. Tingkat keuntungan yang kita miliki jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat keuntungan deposito
  3. Pencairan cepat, kita akan menerima dana darurat kita 3 hari setelah pengajuan pencairan
  4. Investasi aman dan risiko lebih rendah

So, kesimpulannya boleh saja dana darurat ditempatkan pada instrumen likuid seperti saham, obligasi dan reksadana. Namun tetap perhatikan kekurangan yang dimiliki pada setiap instrumen investasi, jika kita ingin menempatkan dana darurat disalah satu instrumen tersebut.

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.
Apa jenis investasi syariah yang paling menguntungkan? Saya ingin mulai investasi, tapi mau yang syariah, mengingat investasi ini didasarkan pada prinsip-prinsip Islam atau tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam.   Sehingga, hal-hal yang bertentangan dengan prinsip Islam seperti riba, alkohol, judi, rokok dan pornografi dipastikan tidak akan menjadi sumber keuntungan dalam investasi yang berbasis syariah. Tapi, saya masih bingung, apa jenis investasi syariah yang paling menguntungkan?
1.717
0
Mending saya jual atau sewakan apartemen saya? Saat ini saya tinggal di sebuah apartemen di Jakarta Barat. Unit ini sudah lunas, saat ini harga pasaran tidak naik dari harga beli saya tahun 2015 silam di sekitar Rp700 juta. Harga sewa di daerah ini juga stagnan di Rp30 juta/tahun.   Karena ada rezeki lebih, saya mulai mencicil rumah di daerah lain. Saat ini saya cicil dengan bunga 6.8% per tahun sebesar Rp700 juta. Saya bimbang, apa mending saya jual saja apartemen saya dan saya lunasi hutang saya ke bank untuk rumah saya? Atau mending saya sewakan saja apartemen saya?
1.636
0
Apa itu saham LQ45 dan apakah indeks ini bisa menghasilkan cuan? Halo, saya Rina, seorang karyawan yang pengin tahu apa itu saham LQ45. Saya baru mau bermain saham, sering mendengar indeks saham LQ45.   Apakah indeks saham ini bisa menghasilkan cuan? Agar tidak salah melangkah, bagaimana caranya bisa cuan dengan memiliki indeks saham satu ini?
1.741
1
Terjawab
Saya baru ingin memulai investasi saham, apa itu portofolio saham? Saya Dhani, karyawan swasta berusia 29 tahun, baru ingin memulai investasi saham.   Dalam berinvestasi di pasar keuangan, portofolio disebut-sebut sebagai salah satu aspek yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Portofolio juga akan menentukan imbal hasil (return) yang diinginkan agar optimal. Karena alasan \tersebut, saya pengin mengetahui detail apa itu portofolio saham? Mengapa perlu dilakukan manajemen portofolio?
1.668
1
Terjawab
Saya ingin tahu apa itu return saham dan bagaimana rumusnya? Nama saya Robi, mahasiswa semester akhir yang tertarik bermain saham.   Dalam investasi saham, memahami return saham disebut merupakan hal yang sangat penting. Agar kita memiliki visualisasi masa yang akan datang mengenai aktivitas investasi yang dilakukan. Karena itu, sebelum memulainya, saya pengin tahu apa itu return saham dan bagaimana rumus penghitungannya?
1.816
1
Terjawab