Terjawab

Kalau saya jualan online, saya perlu bayar pajak gak?

Mei 26, 2020

Jawaban

Lifepal
0 Komentar

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan Atas Transaksi Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (E-Commerce), barang atau jasa yang diperdagangkan, dikenakan Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Nilai PPN sebesar 10 persen. Sedangkan nilai PPnBM, beserta cara pelaporannya, mengikuti peraturan yang ada serta calon pelaporannya.

Lalu, pedagang atau penyedia jasa yang sudah menjadi pengusaha kena pajak (PKP), wajib melaporkan dalam SPT tahunan Masa PPN setiap tahun pajak atas barang/jasa yang dijual lewat platform e-commerce.

Cara membayar pajak jualan online

Bagi pedagang online yang memiliki omzet kurang dari Rp4,8M dalam setahun, Anda cukup membayar PPh final 1% paling lambat tanggal 15 bulan di berikutnya.

Jadi apabila PPh final 1% bulan Januari, dibayarkan paling lambat tanggal 15 bulan Februari. Demikian pula seterusnya hingga akhir tahun.

Ketika ingin melakukan pembayaran di bank wajib pajak, sebelumnya Anda juga perlu membuat SSE (Surat Setoran Elektronik) terlebih dahulu dengan kode pajak 411128-420 (untuk pembayaran PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu).

Lapor pajak dengan formulir 1770 atas usaha Anda ini, namun pada bulan pelaporan tersebut, Anda tidak perlu untuk membayar pajaknya lagi karena telah dilakukan setiap bulan (nihil).

Berbeda lagi dengan pedagang online yang memiliki omzet lebih dari Rp4,8M. Dalam satu tahun, pajak yang dikenakan bukanlah tarif PPh final 1% melainkan harus menggunakan angsuran PPh pasal 25 dengan membuat laporan keuangan dan wajib menyelenggarakan pembukuan.