Terjawab

Kapan dana pensiun bisa dicairkan?

Oleh : Tegar Mataya
Desember 11, 2020

Jawaban

Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
0 Komentar

Dana pensiun boleh dan bisa dicairkan, sesuai dengan kapan kebutuhan kita. Apabila Anda termasuk yang menerima dana pensiun dari perusahaan per satu kali, maka sebaiknya dana pensiun yang Anda terima dibagi penyimpanannya ke dalam bentuk instrumen investasi yang disesuaikan.

Dana Pensiun dari Investasi

Kalau dana pensiun yang Anda miliki adalah hasil dari investasi yang Anda lakukan sendiri, maka ambillah dana pensiun tersebut sebagian demi sebagian, sesuai dengan jumlah kebutuhan atau pengeluaran Anda per tahun.

Dana Pensiun dari Perusahaan

Kalau Anda penerima dana pensiun dari perusahaan, maka setelah semua dana tersebut masuk ke dalam rekening Anda, sebaiknya dibagi kembali ke dalam bentuk beberapa bentuk investasi agar dana pensiun yang Anda miliki tidak cepat habis.

Misal kebutuhan Anda untuk satu sampai 3 tahun pertama, untuk tahun pertama bisa diambil sekaligus, tahun ke dua dan 3 bisa di simpan di deposito. Untuk tahun ke 4 dan 5 bisa didimpan dahulu di reksadana pasar uang atau ORO yang bisa memberikan kupon dan bisa disesuaikan bagaimana tanggak jatuh temponya. untuk tahun ke 6-10 baiknya disimpan ke dalam bentuk reksadana campuran atau reksadana saham. Untuk perkiraan kebutuhan di atas 10 tahun, baiknya disimpan di saham tertentu yang memiliki kinerja baik selama 20 tahun terakhir, atau saham dengan pemberian deviden yang besar.

Setiap individu tentunya memiliki kebutuan tersendiri mengenai pengelolaan dan perhitungan dana pensiun ini. Agar tidak terjadi kesalahan, sebaiknya konsultasikan kebutuhan dana pensiun Anda pada perencana keuangan terpercaya.

Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
0 Komentar

Secara aturan, karena fungsinya sebagai dana saat tidak lagi bekerja, maka dana tadi seharusnya dicairkan saat mencapai usia pensiun. namun apabila yang dimaksud adalah dana BPJS Ketenagakerjaan, ada aturan juga dimana seseorang bisa mencairkan dana pensiun mereka saat mereka tidak lagi dalam status sebagai karyawan di satu perusahaan misalnya terkena PHK dan sebagainya. Karena sangat bergantung dari aturan yang diterapkan, maka saran saya Anda sebaiknya diskusikan dengan HRD tempat Anda bekerja.  

Apa itu Dana Pensiun? 

Pengertian dana pensiun adalah dana yang dipersiapkan dan dimanfaatkan seseorang buat memenuhi semua kebutuhan setelah pensiun nanti atau berhenti bekerja akibat kecelakaan kerja.

Ada dua produk dana pensiun berdasarkan UU No. 11 Tahun 1992, yaitu Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). 

Dana Pensiun Pemberi Kerja adalah dana yang dibentuk orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri, buat menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti atau Program Pensiun Iuran Pasti.

Sedangkan pengertian Dana Pensiun Lembaga Keuangan adalah dana yang dibentuk bank atau perusahaan asuransi jiwa buat menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti bagi perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari DPPK.

Kesalahan yang Harus Dihindari Agar Bisa Optimalkan Dana Hari Tua

1. Menyiapkan Dana Hari Tua buat Hidup Beberapa Tahun

Dana hari tua sebaiknya dipersiapkan jangan berpatokan pada usia hidup maksimal. Anggap aja Anda bisa hidup lebih dari 70 tahun. Dengan begitu, uang yang Anda alokasikan buat dana tersebut bakal besar jumlahnya.

Kalau gak besar jumlahnya, di usia pensiun nanti mau gak mau harus berhemat agar dana yang ada bisa cukup nantinya.

2. Sering Menunda Alokasi Dana Hari Tua Demi Kebutuhan Anak

Banyak orang tua yang menunda alokasi buat dana pensiun demi kebutuhan anak. Ada baiknya menghindari penundaan yang terlalu sering. Kalau bisa, diusahakan pemenuhan kebutuhan anak dan hari tua berbarengan.

3. Tidak Memperhitungkan Kenaikan Premi Asuransi

Premi asuransi akan meningkat seiring bertambahnya usia tertanggung. Banyak orang terkejut begitu tahu uang yang mereka keluarkan lebih besar dari sebelumnya buat bayar premi. Kondisi ini sebaiknya perlu diwaspadai, jangan sampai membebani keuangan nantinya.

4. Tidak Menambah Dana Darurat

Jangan dikira dana darurat yang mencapai enam hingga sembilan kali pengeluaran kebutuhan pokok bakal cukup nantinya. Selama masih produktif, tingkatkan terus dana ini, karena dana darurat sangat ampuh untuk menanggulangi hal-hal yang tak terduga. 

Dapatkan solusi dari para ahli keuangan

Ade Wikasyah
Praktisi Keuangan Syariah
Aulia Akbar, CFP®
Perencana Keuangan, Praktisi Hubungan Masyarakat
Benny Fajarai CIP® CFP®
Cofounder Lifepal.co.id - Certified Insurance Professionals & Certified Financial Planner
Eko Endarto, CFP, RFA
Independen Financial Planner, Founder Finansia Consulting dan Sahabat Pensiun.
Erlina Juwita, MM, CFP®, QWP®
Founder @CerdasKeuangan dan Senior Consultant @Oneshildt.
Fioney Sofyan Ponda, S.Ked., RFA®
Wealth Asset Manager, Pembicara, Narasumber, Penulis
Galuh Alifani
Konsultan bisnis, penulis, pengamat keuangan, dan pegiat seni. Penerima penghargaan best paper award untuk publikasi keuangan, dari institusi akademik internasional, IISES.
Irvan Rahardjo, SE., MM
Penulis, arbiter, editor buku, kolumnis, saksi ahli berbagai instansi, narasumber seminar dan media cetak, online dan elektronik.
Lolita Setyawati, CA, MSIT, CFP®️
Certified Financial Planner
Maryadi Santana, CFP® QWP®
Priority Banking Relationship Manager, Manulife Asset Management Indonesia as Relationship Manager, Panin Asset Management as Team Leader Retail Marketing and Start doing as Financial Planner, ZACD Group as Relationship Manager.
Nadia Isnuari Harsya, CFP®
Independent Financial Planner
Rieke Caroline, SH, MKn.
Pendiri & CEO KontrakHukum.com. Pakar Hukum & Bisnis. Pembawa Berita dan Public Figure.
Rivan Kurniawan
Pakar Investasi & Value Investor dengan 10 Tahun+ Pengalaman
Roswitha Jassin, SE, MBA, CFP
Financial Educator, Lifestyle Blogger, Founder, Entrepreneur, Pembicara dan Pemateri.
Vigi Caraka
Profesional di pasar modal yang berkarir di sekuritas dan regulator.